China Gunakan Batubara untuk Bahan Kimia, Kurangi Ketergantungan Minyak
Courtesy of SCMP

China Gunakan Batubara untuk Bahan Kimia, Kurangi Ketergantungan Minyak

Mengurangi ketergantungan China pada minyak impor dengan mengembangkan produksi bahan baku kimia dari batubara yang lebih murah dan berlimpah serta mengamankan kemandirian energi dan industri dalam jangka panjang.

13 Jan 2026, 11.00 WIB
134 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China berusaha mengurangi ketergantungan pada impor minyak dengan memanfaatkan batubara.
  • Proyek-proyek yang disetujui menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan industri kimia berbasis batubara.
  • Menggunakan batubara dapat menjadi alternatif ekonomis dalam produksi bahan mentah penting.
Beijing, Republik Rakyat Tiongkok - China sedang berupaya mengurangi ketergantungan pada minyak impor dengan mengembangkan proyek-proyek yang menggunakan batubara sebagai bahan baku utama. Batubara dapat diolah menjadi olefin, bahan penting dalam produksi plastik, serat sintetis, dan karet sintetis. Ini adalah alternatif yang lebih murah dibandingkan membuat olefin dari minyak.
Pemerintah Beijing telah menyetujui lebih dari 30 proyek dengan kapasitas tahunan gabungan lebih dari 24 juta ton di daerah kaya batubara seperti Shaanxi dan Mongolia Dalam. Dari proyek-proyek ini, 20 sudah beroperasi untuk menghasilkan bahan kimia penting yang sebelumnya bergantung pada minyak impor.
Penggunaan batubara menjadi penting karena harga produksi dari batubara sekitar 6,300 yuan per ton, lebih murah 1,500 yuan dibanding menggunakan minyak. Keunggulan biaya ini membuat proses tersebut menguntungkan selama harga minyak berada di atas Rp 584.50 ribu (US$35) per barel.
Langkah ini juga menjadi respons terhadap strategi Amerika Serikat yang mencoba memperluas kontrol pasokan minyak global, sehingga China ingin mengurangi kerentanannya dengan semakin mandiri dalam bahan baku kimia. Ini dapat membantu mengamankan industri dalam negeri dan menurunkan ketergantungan dari luar negeri.
Meskipun menjanjikan dari sisi ekonomi, pemanfaatan batubara juga harus diawasi agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Penting bagi China untuk mengadopsi teknologi canggih agar produksi bahan kimia dari batubara tidak memperparah polusi dan perubahan iklim.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3339629/china-planning-dozens-plants-use-coal-instead-oil-make-plastics?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Li Wei, Profesor Energi Terbarukan
"Inisiatif China menunjukkan pergeseran penting dalam dinamika energi global dan menekankan perlunya inovasi teknologi agar produksi dari batubara menjadi lebih bersih dan efisien."

Analisis Kami

"Langkah China memanfaatkan batubara sebagai bahan baku olefin adalah strategi cerdas untuk mengurangi kerentanan ekonomi terhadap fluktuasi harga minyak internasional. Namun, fokus pada batubara bisa meningkatkan masalah lingkungan jika tidak diimbangi dengan teknologi ramah lingkungan dan pengelolaan emisi yang ketat."

Prediksi Kami

Di masa depan, produksi bahan kimia dari batubara akan semakin berkembang di China, yang berpotensi menurunkan impor minyak dan mengubah peta industri kimia global dengan menekan harga bahan baku plastik dan karet sintetis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang disetujui Beijing untuk mengurangi ketergantungan pada minyak?
A
Beijing menyetujui lebih dari 30 proyek untuk memproduksi bahan mentah dari batubara.
Q
Berapa banyak proyek yang telah disetujui oleh Beijing?
A
Beijing telah menyetujui total 36 proyek, 20 di antaranya sudah beroperasi.
Q
Apa yang dapat dihasilkan dari proses pengolahan batubara?
A
Dari proses pengolahan batubara, olefin dapat dihasilkan, yang merupakan bahan dasar untuk produk kimia.
Q
Mengapa penggunaan batubara lebih menguntungkan dibandingkan minyak?
A
Penggunaan batubara lebih menguntungkan karena biaya produksi per tonnya lebih rendah dibandingkan dengan minyak.
Q
Siapa yang sedang berusaha memperluas kontrol atas pasokan minyak dunia?
A
Donald Trump sedang berusaha memperluas kontrol atas pasokan minyak dunia.