Peneliti Deteksi 360 Gempa Bawah Gletser Kiamat Antartika, Ancaman Banjir Global
Courtesy of CNBCIndonesia

Peneliti Deteksi 360 Gempa Bawah Gletser Kiamat Antartika, Ancaman Banjir Global

Menginformasikan penemuan gempa tersembunyi di bawah Gletser Thwaites yang dapat memicu bencana kenaikan permukaan air laut, sekaligus mengumumkan rencana penelitian intensif untuk memantau dan memahami percepatan pencairan gletser tersebut.

14 Jan 2026, 20.20 WIB
290 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Peneliti telah mengidentifikasi ratusan gempa di bawah Gletser Thwaites yang berpotensi menyebabkan bencana besar.
  • Runtuhnya Gletser Thwaites dapat mengakibatkan kenaikan permukaan air laut hingga 3 meter, berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia.
  • Tim peneliti dari Selandia Baru melaksanakan eksperimen untuk memahami lebih lanjut tentang kondisi dan perubahan Gletser Thwaites.
Antartika, Antartika - Para peneliti dari Australian National University berhasil menemukan 360 gempa yang sebelumnya tidak terdeteksi di bawah Gletser Thwaites, Antartika. Gempa-gempa ini terjadi antara tahun 2010 hingga 2030 dan dianggap penting untuk dipelajari karena potensi bahayanya bagi dunia.
Gletser Thwaites, yang sering disebut sebagai 'lempeng es kiamat', merupakan salah satu gletser terbesar yang saat ini mengalami keretakan dan pencairan. Mayoritas gempa terjadi di tempat pertemuan gletser dengan Laut Amundsen, di mana bongkahan es besar sering hancur dan masuk ke laut.
Aktivitas gempa terbesar terjadi pada periode 2018 hingga 2020, yang juga bertepatan dengan pergerakan besar-besaran gletser. Jika gletser ini runtuh, permukaan air laut bisa naik hingga 3 meter, membahayakan sekitar 12,3 juta orang yang tinggal di wilayah pesisir di seluruh dunia.
Untuk lebih memahami kondisi dan laju pencairan gletser tersebut, 40 para peneliti melakukan ekspedisi dari Selandia Baru. Mereka menggunakan teknologi radar udara dan sensor khusus yang dipasang pada anjing laut untuk mengambil data suhu laut dan keasaman air di area gletser.
Penelitian ini sangat penting untuk memantau perubahan lingkungan di Antartika dan memberikan informasi penting bagi langkah-langkah mitigasi bencana. Kenaikan permukaan laut hingga 3 meter dapat menyebabkan banjir besar di kota-kota besar seperti New York dan mengancam jutaan nyawa.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260114133849-37-702331/360-gempa-tidak-terdeteksi-12-juta-nyawa-manusia-di-ujung-tanduk

Analisis Ahli

Pham Thanh-Son
"Melalui deteksi gempa frekuensi rendah, kami bisa mengidentifikasi tanda-tanda awal kegagalan struktur gletser yang tidak terlihat sebelumnya, membantu mengantisipasi potensi bencana."
Pierce
"Penggunaan radar udara dan sensor di anjing laut sebagai alat pengumpulan data inovatif ini dapat merevolusi cara kita memantau perubahan gletser di lingkungan yang sulit dijangkau."

Analisis Kami

"Penemuan gempa tersembunyi di bawah Gletser Thwaites membuka perspektif baru terhadap dinamika keruntuhan es yang selama ini tidak terdeteksi oleh metode konvensional. Ini menggarisbawahi urgensi pemantauan intensif dan interdisipliner agar kita dapat memperkirakan dampak perubahan iklim ekstrim dengan lebih akurat dan meresponsnya secara proaktif."

Prediksi Kami

Jika gletser Thwaites terus mengalami keretakan dan mencair dengan cepat, dalam beberapa dekade ke depan fenomena kenaikan permukaan air laut dan banjir besar di daerah pesisir dunia akan semakin parah, memaksa penyesuaian besar dalam tata kelola wilayah pesisir dan migrasi penduduk.