Lubang Hitam Mematikan Galaksi 'Pablo' dengan Perlahan Merampas Gas Bintang
Courtesy of LiveScience

Lubang Hitam Mematikan Galaksi 'Pablo' dengan Perlahan Merampas Gas Bintang

Mengungkap bagaimana lubang hitam supermasif dapat menyebabkan kematian perlahan pada galaksi muda dengan menyedot gas dingin yang diperlukan untuk pembentukan bintang, memberikan pemahaman baru tentang evolusi galaksi di alam semesta awal.

14 Jan 2026, 22.08 WIB
24 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Galaksi Pablo mengalami starvasi oleh lubang hitam supermasifnya, menghentikan pembentukan bintang secara prematur.
  • Penelitian menunjukkan bahwa galaksi muda bisa mengalami penuaan lebih cepat dari yang diperkirakan.
  • Temuan ini mengubah pemahaman kita tentang evolusi galaksi di alam semesta awal.
Cambridge, Inggris - Pablo's Galaxy adalah galaksi besar yang sangat tua, terbentuk lebih dari 11 miliar tahun yang lalu. Meski begitu, galaksi ini berhenti menghasilkan bintang lebih cepat dari yang diperkirakan para ilmuwan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa ini bukan karena kehancuran mendadak, melainkan akibat kelaparan gas dingin yang dibutuhkan untuk pembentukan bintang.
Lubang hitam supermasif yang tersembunyi di pusat galaksi berperan besar dalam proses ini. Lubang hitam tersebut memanaskan gas di sekitarnya dan membuat gas dingin yang biasanya menjadi bahan bakar bintang menjadi habis. Proses ini berjalan lambat namun pasti, sehingga galaksi kehilangan kemampuan untuk membentuk bintang baru.
Tim peneliti menggunakan data dari dua teleskop canggih, yaitu James Webb Space Telescope dan Atacama Large Millimeter Array, untuk mempelajari galaksi ini. Mereka tidak menemukan karbon monoksida, yang biasanya menunjukkan adanya gas dingin pembentuk bintang, sekaligus mendeteksi gas netral yang ditembakkan dari lubang hitam dengan kecepatan sangat tinggi.
Kecepatan keluarnya gas dari lubang hitam ini cukup cepat sehingga dapat menghabiskan gas dingin dalam galaksi hanya dalam waktu 16 sampai 220 juta tahun, sementara biasanya galaksi memerlukan waktu lebih dari satu miliar tahun untuk kehabisan bahan bakar bintang mereka.
Penemuan ini membantu menjelaskan mengapa beberapa galaksi muda tampak lebih cepat menua dan berhenti membentuk bintang meskipun alam semesta masih sangat muda. Dulu, galaksi seperti ini tidak banyak diketahui sebelum adanya teleskop James Webb, kini diketahui sangat umum dan memperlihatkan bagaimana lubang hitam mempengaruhi evolusi galaksi secara perlahan.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/astronomy/james-webb-telescope-solves-cosmic-murder-mystery-in-pablos-galaxy-and-it-was-a-black-hole-who-done-it

Analisis Ahli

Jan Scholtz
"Fenomena kelaparan gas dingin akibat aktivitas lubang hitam adalah proses utama yang menghentikan pembentukan bintang dan mempercepat penuaan galaksi muda."
Peneliti Universitas Cambridge
"Data dari JWST dan ALMA menunjukkan keterkaitan kuat antara aktivitas lubang hitam dan penghilangan gas dingin yang sangat krusial bagi keberlangsungan formasi bintang."

Analisis Kami

"Penemuan ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa lubang hitam supermasif tidak selalu menghancurkan galaksi secara brutal, tapi bisa menyebabkan kematian perlahan dengan menghilangkan bahan bakar bintang secara bertahap. Ini membuka peluang baru dalam studi evolusi galaksi karena proses yang lebih halus dan bertahap bisa jadi lebih umum daripada yang selama ini dianggap sebagai kematian galaksi yang dramatis."

Prediksi Kami

Penemuan ini akan mengubah model evolusi galaksi dan mendorong pencarian galaksi lain yang juga mengalami kematian lambat akibat aktivitas lubang hitam, sekaligus meningkatkan pemahaman tentang bagaimana galaksi di alam semesta awal berkembang dan berhenti membentuk bintang.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa nama galaksi yang diteliti dalam artikel ini?
A
Nama galaksi yang diteliti adalah GS-10578, dijuluki 'Galaksi Pablo'.
Q
Mengapa galaksi Pablo mengalami starvasi?
A
Galaksi Pablo mengalami starvasi karena lubang hitam supermasifnya menghilangkan gas dingin yang diperlukan untuk pembentukan bintang.
Q
Apa peran lubang hitam supermasif dalam proses ini?
A
Lubang hitam supermasif menyebabkan gas yang bergerak melalui galaksi menjadi panas, sehingga menghambat suplai gas dingin untuk pembentukan bintang.
Q
Teleskop apa yang digunakan untuk menganalisis galaksi Pablo?
A
Teleskop yang digunakan untuk menganalisis galaksi Pablo adalah Teleskop Luar Angkasa James Webb dan Atacama Large Millimeter Array (ALMA).
Q
Apa temuan utama dari penelitian ini?
A
Temuan utama adalah bahwa galaksi Pablo mengalami kematian yang lambat akibat hilangnya gas dingin, bukan karena satu pukulan dramatis.