Mengapa Multi-Edge Kini Jadi Solusi Digital untuk Kinerja dan Ketersediaan Tinggi
Courtesy of Forbes

Mengapa Multi-Edge Kini Jadi Solusi Digital untuk Kinerja dan Ketersediaan Tinggi

Menginformasikan bahwa kendala operasional yang selama ini menghambat adopsi multi-edge kini dapat diatasi dengan munculnya lapisan orkestrasi yang menyederhanakan pengelolaan berbagai penyedia edge, sehingga organisasi dari berbagai skala bisa meningkatkan ketersediaan, performa, dan kontrol biaya secara global dengan cara yang lebih terdistribusi dan tahan gagal.

15 Jan 2026, 05.12 WIB
233 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Multi-edge menjadi semakin relevan seiring dengan peningkatan permintaan akan ketersediaan dan kinerja di internet.
  • Abstraksi dan automasi mulai mengurangi kompleksitas operasional, memungkinkan organisasi yang lebih kecil untuk mengadopsi strategi multi-edge.
  • Keberhasilan multi-edge bergantung pada kemampuan untuk mengelola berbagai penyedia secara efektif dan responsif terhadap kesalahan yang terjadi.
Strategi multi-edge atau penggunaan beberapa penyedia edge dan CDN sudah menjadi hal umum bagi perusahaan digital besar untuk memastikan ketersediaan, performa, dan biaya yang optimal secara global. Namun, bagi banyak organisasi lain, implementasi multi-edge sulit karena masalah operasional yang kompleks, seperti perbedaan konfigurasi, aturan keamanan, dan sulitnya memantau beberapa dashboard sekaligus.
Perusahaan besar mampu menjalankan multi-edge karena mereka membangun alat internal dan memiliki tim khusus untuk memantau dan mengelola lalu lintas secara real-time. Sebagian besar organisasi lain memilih menggunakan satu penyedia saja demi kesederhanaan meski mereka menghadapi risiko ketergantungan yang besar bila terjadi gangguan layanan.
Kondisi internet modern yang lebih dinamis dan aplikasi yang semakin menuntut latensi rendah—terutama di era AI—memperburuk masalah ini. Kesalahan manusia sering menyebabkan gangguan yang berdampak luas karena terlalu tergantung pada satu penyedia edge, yang mengakibatkan kerusakan besar pada pengalaman pengguna dan produktivitas.
Perubahan terjadi dengan hadirnya lapisan abstraksi atau orkestrasi yang menghubungkan beberapa penyedia edge menjadi satu sistem yang konsisten dan mudah dioperasikan. Solusi ini menurunkan beban operasional, memungkinkan organisasi mengadopsi multi-edge tanpa harus membangun semua alat dari nol, serta menjaga konsistensi kebijakan, keamanan, dan observabilitas.
Startup seperti IO River telah mengumpulkan modal investasi sebesar 20 juta dolar untuk membangun platform orkestrasi multi-edge yang memungkinkan organisasi menyesuaikan lalu lintas secara otomatis, meminimalkan dampak gangguan, dan meningkatkan efisiensi biaya serta performa. Langkah ini menandakan bahwa multi-edge sudah bukan lagi solusi eksklusif untuk perusahaan besar, melainkan sebuah kenyataan yang bisa diakses lebih luas.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/tonybradley/2026/01/14/multi-edge-was-always-right-it-was-just-out-of-reach/

Analisis Ahli

Michael Hakimi
"Kontradiksi utama multi-edge selama ini adalah inkonsistensi perilaku antar penyedia yang membuat operasional jadi mimpi buruk; dengan abstraksi yang tepat, tantangan ini bisa diatasi sehingga multi-edge menjadi pilihan praktis, bukan hanya ideal."
Edward Tsinivoi
"Kesalahan manusia adalah fakta tak terelakkan dalam operasi jaringan, tapi multi-edge mengurangi dampak kesalahan tersebut sehingga gangguan bersifat lokal dan tidak melumpuhkan seluruh jaringan."

Analisis Kami

"Transformasi multi-edge dari eksklusif menjadi lebih mudah diakses adalah lompatan besar untuk infrastruktur digital yang lebih tahan banting dan efisien di era AI saat ini. Namun, keberhasilan sebenarnya akan sangat bergantung pada kualitas sistem orkestrasi dan kemudahan integrasi bagi tim operasional yang lebih kecil dan beragam."

Prediksi Kami

Ke depan, adopsi arsitektur multi-edge akan meningkat pesat di berbagai organisasi, mengurangi ketergantungan pada penyedia tunggal dan memunculkan ekosistem edge yang lebih terdistribusi, otomatis, dan resilien, khususnya seiring perkembangan pesat aplikasi AI yang sensitif terhadap latency dan ketersediaan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan strategi multi-edge?
A
Strategi multi-edge adalah pendekatan untuk mendistribusikan lalu lintas jaringan di antara beberapa penyedia edge dan CDN untuk meningkatkan ketersediaan dan kinerja.
Q
Mengapa organisasi seringkali memilih untuk tidak menggunakan multi-edge?
A
Organisasi sering memilih untuk tidak menggunakan multi-edge karena kompleksitas operasional yang ditimbulkan oleh pengelolaan beberapa penyedia yang berbeda.
Q
Apa yang menjadi tantangan utama dalam menerapkan multi-edge?
A
Tantangan utama dalam menerapkan multi-edge termasuk pengelolaan konfigurasi yang berbeda, keamanan yang konsisten, dan observabilitas di seluruh penyedia.
Q
Bagaimana teknologi baru membantu dalam mengatasi masalah multi-edge?
A
Teknologi baru, seperti lapisan abstraksi, membantu mengelola multi-edge dengan cara yang lebih terkoordinasi dan mengurangi beban operasional pada tim aplikasi.
Q
Apa dampak dari kesalahan manusia dalam infrastruktur jaringan?
A
Kesalahan manusia dapat menyebabkan gangguan besar dalam infrastruktur jaringan, yang menyoroti pentingnya memiliki strategi multi-edge untuk mengurangi dampak tersebut.