Kesepakatan Harga Minimum Mobil Listrik China di Eropa Hindari Perang Harga
Courtesy of SCMP

Kesepakatan Harga Minimum Mobil Listrik China di Eropa Hindari Perang Harga

Menginformasikan tentang kesepakatan harga minimum yang menggantikan tarif anti-subsidi untuk mobil listrik China di Eropa, yang diharapkan dapat mencegah perang harga dan meningkatkan marjin keuntungan serta reputasi merek produsen mobil listrik China.

15 Jan 2026, 07.30 WIB
139 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kesepakatan harga minimum dapat membantu produsen mobil listrik China meningkatkan margin keuntungan.
  • Penghapusan tarif anti-subsidi akan mempengaruhi strategi penjualan di pasar Eropa.
  • Kebijakan baru diharapkan dapat memperbaiki reputasi merek mobil listrik asal China di Eropa.
Brussels, Belgia - Uni Eropa sebelumnya mengenakan tarif anti-subsidi yang cukup tinggi, hingga 35,3 persen, terhadap mobil listrik murni buatan China. Kebijakan ini diberlakukan setelah penyelidikan yang berlangsung selama lebih dari satu tahun untuk memastikan apakah subsidi Pemerintah China merugikan industri otomotif Eropa. Namun, tarif ini membuat harga mobil China di pasar Eropa menjadi mahal dan mengurangi daya saing mereka.
Sebagai solusi, Uni Eropa dan Pemerintah China mencapai kesepakatan dengan cara yang berbeda. Alih-alih menggunakan tarif yang tinggi, produsen mobil listrik China kini setuju untuk menetapkan harga minimum jual di pasar Uni Eropa. Dengan kebijakan ini, mereka bisa menghindari perang harga yang brutal antara produsen dan menjaga margin keuntungan yang sehat.
Produk dari perusahaan seperti BYD dan Leapmotor akan mengikuti aturan ini. Meskipun penetapan harga minimum kemungkinan akan menurunkan volume penjualan terutama untuk model mobil listrik kecil dan murah, analis seperti Wang Bin dari Deutsche Bank melihat ini sebagai langkah positif. BYD telah menunjukkan performa luar biasa dengan lonjakan delapan ratus persen dalam pengiriman mobil listrik ke Eropa pada tahun lalu.
Kesepakatan ini juga menghilangkan pemberlakuan tarif antara 7,8% hingga 35,3% bagi produk dari China, sehingga memangkas ketidakpastian dagang. Uni Eropa menantang produsen China untuk menyertakan komitmen terkait volume pengiriman tahunan dan investasi masa depan di wilayah tersebut, agar dampak subsidi bisa diimbangi dengan kontribusi pembangunan lokal.
Secara keseluruhan, langkah ini diharapkan dapat memacu produsen mobil listrik China untuk memperbaiki reputasi merek mereka, menjaga stabilitas pasar di Eropa, dan meningkatkan keuntungan tanpa harus bergantung pada diskon besar. Ke depan, persaingan di pasar mobil listrik Eropa akan tetap ketat, namun lebih sehat dan berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/china-business/article/3339914/china-eu-tariff-agreement-evs-seen-cutting-shipments-boosting-profitability?module=china_future_tech&pgtype=section

Analisis Ahli

Wang Bin
"Penetapan harga minimum memang dapat menurunkan volume penjualan khususnya di segmen mobil listrik murah, tapi secara keseluruhan ini akan memperkuat posisi BYD dan produsen lain dalam jangka panjang."

Analisis Kami

"Langkah Uni Eropa ini cukup strategis karena menghindari konflik perdagangan yang bisa memperburuk hubungan dagang dengan China, sekaligus memberikan produsen China ruang bernapas untuk membangun nilai merek. Namun, efek jangka panjangnya akan bergantung pada kemampuan perusahaan China untuk berinovasi dan berinvestasi lokal agar tetap kompetitif tanpa harus fokus hanya pada harga murah."

Prediksi Kami

Karena harga minimum diterapkan, volume penjualan mobil listrik China di Eropa mungkin turun terutama untuk model murah, namun dengan marjin keuntungan yang lebih baik, produsen seperti BYD akan memperkuat merek dan tetap memperluas pangsa pasar di Eropa.