
Courtesy of Forbes
Waspada Serangan Siber Menjelang Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026
Memberikan peringatan dan mendorong organisasi yang terlibat dalam Olimpiade untuk memperkuat pertahanan siber mereka agar mencegah dampak dari serangan siber, penipuan, dan gangguan yang dapat merugikan penyelenggaraan serta keamanan para peserta dan pengunjung.
19 Jan 2026, 20.43 WIB
56 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Olimpiade Milano-Cortina menjadi target potensial bagi serangan siber.
- Organisasi perlu memperkuat keamanan dan berkolaborasi untuk melindungi data dan infrastruktur.
- Pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan tiket dan aplikasi palsu selama acara besar.
Milano-Cortina, Italia - Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 akan segera dimulai, dan bersama dengan kemeriahan acara, muncul ancaman besar dari serangan siber serta penipuan online. Para ahli keamanan memperingatkan bahwa kelompok peretas kriminal dan negara berencana memanfaatkan moment ini untuk melakukan berbagai serangan yang dapat mengganggu acara.
Beberapa kelompok peretas seperti Muddled Libra, Insidious Taurus, dan Salt Typhoon diperkirakan akan melakukan serangan menggunakan metode seperti rekayasa sosial, serangan DDoS, dan eksploitasi celah pada API. Tujuannya bisa berbagai macam, mulai dari pencurian data hingga gangguan layanan penting.
Infrastruktur penting seperti jaringan listrik, sistem air, transportasi umum, sistem tiket, dan terminal pembayaran bisa jadi sasaran utama. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan besar dan mengganggu kenyamanan serta keamanan para peserta dan pengunjung Olimpiade.
Selain itu, kampanye penipuan dan phishing juga diprediksi meningkat, misalnya dengan menggunakan situs web palsu, kode QR bohong, dan aplikasi palsu. Pengunjung dan penggemar diminta untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan tiket atau iklan penginapan palsu.
Pengalaman dari Olimpiade Paris 2024 menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini, dengan lebih dari 140 insiden siber tercatat dan serangan yang diarahkan kepada pejabat tinggi serta organisasi internasional. Oleh karena itu, koordinasi dan persiapan keamanan siber yang ketat sangat penting untuk Olimpiade Milano-Cortina 2026.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/emmawoollacott/2026/01/19/cyber-criminals-set-for-a-field-day-thanks-to-winter-olympics/
[1] https://www.forbes.com/sites/emmawoollacott/2026/01/19/cyber-criminals-set-for-a-field-day-thanks-to-winter-olympics/
Analisis Ahli
Bruce Schneier
"Olympics present an irresistible target due to their global visibility and the convergence of high-profile individuals and valuable infrastructure. Ensuring cybersecurity requires not only technical defense but comprehensive strategy and cooperation among stakeholders."
Mikko Hypponen
"Nation-state actors and cybercriminals alike see such events as opportunities for both espionage and profit. The lesson from past events is clear—early, proactive defenses save far more damage than reactive measures."
Analisis Kami
"Kerentanan siber saat acara besar seperti Olimpiade selalu menjadi magnet bagi peretas baik kriminal maupun politis, dan tanpa persiapan matang, dampaknya bisa luar biasa luas. Saat ini, kerjasama dan koordinasi lintas organisasi sangat krusial agar pertahanan kolektif mampu menahan gelombang serangan yang akan datang."
Prediksi Kami
Serangan siber dan penipuan akan meningkat secara signifikan selama Olimpiade Milano-Cortina 2026, dengan dampak yang berpotensi melumpuhkan bagian penting dari infrastruktur dan mempengaruhi kegiatan acara serta keamanan VIP yang hadir.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa saja jenis serangan siber yang diperkirakan akan terjadi selama Olimpiade Milano-Cortina?A
Jenis serangan siber termasuk serangan phishing, DDoS, dan eksploitasi kerentanan API.Q
Siapa saja kelompok peretas yang mungkin terlibat dalam serangan tersebut?A
Kelompok peretas yang mungkin terlibat termasuk Muddled Libra, Insidious Taurus, dan Salt Typhoon.Q
Apa yang bisa dilakukan organisasi untuk meningkatkan keamanan mereka selama Olimpiade?A
Organisasi harus memperkuat pertahanan mereka dan berkoordinasi dalam ekosistem keamanan siber.Q
Apa yang telah terjadi pada Olimpiade sebelumnya terkait serangan siber?A
Selama Olimpiade sebelumnya, terjadi lebih dari 140 insiden siber, termasuk ancaman terhadap infrastruktur kritis.Q
Mengapa Olimpiade menjadi target menarik bagi penjahat siber?A
Olimpiade menarik bagi penjahat siber karena banyaknya orang, sistem, dan data yang terlibat.




