
Courtesy of NatureMagazine
Belajar dari Jepang: Bahaya Mengurangi Rekomendasi Vaksin Anak di AS
Menggambarkan risiko dan pelajaran dari penghapusan rekomendasi vaksin pada anak-anak di AS dengan melihat pengalaman Jepang, untuk memperingatkan dan memberikan wawasan tentang potensi kenaikan penyakit menular dan pentingnya mempertahankan kebijakan imunisasi yang kuat.
16 Jan 2026, 07.00 WIB
146 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Keputusan untuk mengurangi rekomendasi vaksin di AS dapat menyebabkan peningkatan keengganan vaksin.
- Pengalaman Jepang menunjukkan bahwa penarikan rekomendasi vaksin dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan masyarakat.
- Dukungan pemerintah sangat penting untuk memastikan tingkat vaksinasi yang tinggi dan untuk melawan keengganan vaksin.
Tokyo, Jepang; Amerika Serikat - Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengurangi daftar vaksin yang direkomendasikan untuk anak-anak, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan dokter dan ilmuwan. Banyak vaksin penting seperti vaksin flu dan HPV tidak lagi direkomendasikan untuk semua anak, meskipun masih tersedia untuk kelompok berisiko tinggi dan tetap ditanggung oleh asuransi pemerintah. Perubahan ini dapat meningkatkan ketidakpastian dan memperkuat keraguan pada vaksin.
Pengalaman Jepang memberikan pelajaran penting tentang risiko pengurangan rekomendasi vaksin. Pada tahun 1990-an, Jepang menghentikan kebijakan vaksinasi flu wajib untuk anak sekolah karena meningkatnya keraguan terhadap vaksin tersebut. Akibatnya, tingkat vaksinasi menurun drastis dan terjadi peningkatan kematian akibat flu dan pneumonia terutama pada orang tua.
Selain itu, Jepang pernah mengalami wabah rubella karena vaksinasi yang awalnya hanya ditargetkan pada anak perempuan. Hal ini menyebabkan sebagian populasi tetap rentan terhadap penyakit tersebut. Media juga pernah menebar ketakutan tidak berdasar terkait vaksin HPV, yang mengakibatkan penurunan drastis tingkat vaksinasi dan risiko kanker serviks meningkat.
Para ahli epidemiologi Jepang menilai keputusan AS sangat mengejutkan dan berpotensi mengulangi kesalahan serupa. Penarikan rekomendasi ini tidak hanya mempengaruhi cakupan vaksinasi, tetapi juga bisa membuat para dokter enggan memberikan vaksin karena ketidakjelasan perlindungan hukum dan dukungan pemerintah. Ini bisa berdampak negatif jangka panjang pada kesehatan masyarakat.
Intinya, mempertahankan kepercayaan publik dan dukungan pemerintah adalah kunci keberhasilan program vaksinasi anak. Pelajaran dari Jepang menunjukkan bahwa penurunan cakupan vaksin akibat keraguan dan perubahan kebijakan dapat berujung pada peningkatan penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksin. Oleh karena itu, penting bagi AS untuk mempertimbangkan kembali kebijakannya agar tidak mengalami konsekuensi serius.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00146-2
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00146-2
Analisis Ahli
Akihiko Saitoh
"Keputusan AS mengejutkan karena selama ini AS menjadi contoh dunia dalam kebijakan imunisasi yang kuat."
Lauren Meyers
"Perubahan kebijakan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat dan dampaknya pada kesehatan publik masih belum pasti tetapi berpotensi negatif."
Hiroshi Nishiura
"Menghapus rekomendasi vaksin flu di AS mengulangi kesalahan Jepang yang menyebabkan lonjakan kematian akibat influenza dan pneumonia."
Analisis Kami
"Keputusan AS untuk menarik rekomendasi vaksin anak secara tiba-tiba sangat berisiko dan bertentangan dengan bukti ilmiah yang ada, yang bisa memperburuk keraguan vaksin di masyarakat. Pengalaman Jepang harus menjadi peringatan bahwa kebijakan yang goyah akan berdampak jangka panjang pada kesehatan masyarakat dan meningkatkan beban penyakit yang sebenarnya bisa dicegah."
Prediksi Kami
Jika AS terus mengurangi dukungan rekomendasi vaksin, akan terjadi penurunan cakupan imunisasi yang signifikan dan meningkatnya kasus penyakit menular yang sebelumnya terkendali, sama seperti pengalaman buruk Jepang di masa lalu.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diumumkan oleh pejabat AS tentang imunisasi anak?A
Pejabat AS mengumumkan bahwa mereka mengurangi daftar vaksin yang direkomendasikan untuk anak-anak.Q
Mengapa Jepang memiliki pengalaman yang relevan dengan keengganan vaksin?A
Jepang mengalami lonjakan kematian akibat flu dan pneumonia setelah mengurangi dorongan untuk vaksinasi anak-anak.Q
Apa dampak dari penarikan rekomendasi vaksin influenza di Jepang?A
Setelah penarikan rekomendasi, tingkat vaksinasi menurun dan menyebabkan lonjakan kasus influenza di kalangan anak-anak.Q
Apa yang terjadi pada vaksin HPV di Jepang?A
Media menimbulkan ketakutan yang tidak berdasar, yang mengakibatkan penurunan tingkat vaksinasi HPV.Q
Mengapa keputusan AS untuk menarik rekomendasi vaksin mengejutkan para peneliti?A
Keputusan tersebut mengejutkan karena AS sebelumnya menjadi pemimpin dalam kebijakan imunisasi global.


