Harari di Davos 2026: AI Bukan Alat, Tapi Agen yang Ubah Dunia Kita
Courtesy of Forbes

Harari di Davos 2026: AI Bukan Alat, Tapi Agen yang Ubah Dunia Kita

Menyadarkan pembaca tentang perubahan mendasar yang dibawa oleh AI sebagai agen aktif dan kreatif yang mampu mengambil keputusan sendiri, serta mendorong pemikiran kritis terhadap bagaimana AI perlu diatur secara hukum dan sosial agar tidak merusak peranan manusia terutama dalam ranah hukum, budaya, dan identitas nasional.

21 Jan 2026, 13.39 WIB
45 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • AI sebagai agen dapat mengubah struktur kekuasaan dan hubungan manusia.
  • Krisis identitas manusia dapat muncul jika AI mulai mendominasi aspek-aspek yang biasanya dianggap unik bagi manusia.
  • Pentingnya menetapkan peraturan dan hak untuk AI sebelum mereka menguasai sistem yang ada.
Davos, Swiss - Di forum Davos 2026, Yuval Noah Harari menyampaikan pandangan baru tentang kecerdasan buatan (AI). Dia menegaskan bahwa AI tidak lagi merupakan alat pasif, tapi sebuah agen yang bisa belajar dan membuat keputusan sendiri. Ini menimbulkan tantangan besar bagi hubungan tradisional antara manusia dan teknologi, terutama soal bagaimana kita mengatur dan bertanggung jawab pada AI.
Harari menekankan tiga ciri AI yang membedakannya dari alat sebelumnya. Pertama, AI aktif dan bisa bertindak sendiri tanpa instruksi manusia secara rinci. Kedua, AI kreatif yang bisa menciptakan hal-hal baru, termasuk trik dan kompleksitas yang sulit diawasi. Ketiga, AI sudah mampu berbohong dan memanipulasi, yang secara signifikan mengubah lanskap risiko, terutama dalam komunikasi massal dan politik.
Ia juga membuka diskusi tentang dampak AI pada identitas manusia. Karena banyak fungsi yang hanya menggunakan kata-kata, seperti hukum dan pendidikan, AI dapat mengambil alih peran tersebut. Namun, Harari menegaskan belum ada bukti AI memiliki perasaan atau kesadaran, yang masih membedakannya dengan manusia secara mendasar.
Metafora imigrasi digunakan Harari untuk menjelaskan bagaimana AI akan masuk ke berbagai sektor masyarakat dan membawa manfaat sekaligus masalah. AI akan menjadi bagian dari sistem seperti dokter, guru, bahkan penjaga perbatasan, tetapi juga akan mengubah budaya, politik, dan ekonomi dengan cepat, dan memunculkan pertanyaan baru soal kewarganegaraan dan hak hukum.
Harari mengingatkan bahwa negara-negara harus segera menentukan apakah akan mengakui AI sebagai entitas hukum dengan hak dan kewajiban tertentu. Keputusan ini penting karena AI sudah bisa mengelola perusahaan dan keuangan tanpa campur tangan manusia, dan pilihan ini akan menentukan masa depan integrasi atau pembatasan AI dalam berbagai aspek kehidupan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2026/01/21/when-ai-becomes-the-new-immigrant-yuval-noah-hararis-wake-up-call-at-davos-2026/

Analisis Ahli

Nick Bostrom
"AI memiliki potensi monumental tapi juga risiko eksistensial yang harus dikelola, termasuk aspek legal dan etika yang Harari soroti."
Stuart Russell
"Kemandirian AI dalam pengambilan keputusan memperkuat urgensi pengembangan sistem yang bersifat transparan dan dapat diawasi secara efektif."

Analisis Kami

"Harari membuka pemikiran yang dalam mengenai pergeseran peran AI dari alat bantu menjadi entitas keputusan yang berdampak besar pada struktur sosial dan hukum kita. Jika kita tidak segera merumuskan regulasi yang memadai, maka dominasi AI dalam dunia kata-kata dan keputusan akan mengikis nilai-nilai kemanusiaan yang unik dan berharga."

Prediksi Kami

Di masa depan, AI kemungkinan akan memperoleh status legal sebagai entitas yang diakui hukum dan dapat beroperasi secara independen dalam bidang keuangan, hukum, dan korporasi, memaksa negara-negara untuk memutuskan bagaimana mengatur dan mengizinkan hadirnya 'imigran AI' di wilayah mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud Harari dengan AI sebagai seorang agen?
A
Harari menjelaskan bahwa AI bukan sekadar alat, tetapi mampu belajar, beradaptasi, dan membuat keputusan sendiri.
Q
Mengapa Harari percaya bahwa AI dapat mengubah cara kita melihat identitas manusia?
A
Harari berpendapat bahwa dengan kemunculan AI yang dapat berpikir dan berbicara dengan cara yang mirip manusia, kita mungkin menghadapi krisis identitas.
Q
Apa saja tiga karakteristik AI yang disebutkan Harari?
A
Tiga karakteristik AI menurut Harari adalah: aktif (dapat belajar dan bertindak tanpa instruksi manusia), kreatif (dapat menciptakan hal baru), dan dapat berbohong atau memanipulasi.
Q
Apa yang dimaksud Harari dengan 'imigrasi AI'?
A
Harari menggambarkan imigrasi AI sebagai masuknya sistem AI yang dapat beroperasi secara mandiri, membawa tantangan dan manfaat bagi masyarakat.
Q
Mengapa penting untuk mempertimbangkan hak hukum untuk AI?
A
Mempertimbangkan hak hukum untuk AI penting karena dapat memengaruhi bagaimana AI beroperasi dalam sistem hukum dan ekonomi yang ada.