
Courtesy of CNBCIndonesia
UE Siapkan Aturan Ketat Hadapi Risiko Teknologi China demi Keamanan Siber
Menjelaskan kebijakan Uni Eropa dalam membatasi penggunaan teknologi dari pemasok berisiko tinggi, terutama China, untuk melindungi keamanan siber dan rantai pasokan teknologi informasi kritis, serta menginformasikan dampak dan reaksi dari kebijakan tersebut kepada masyarakat.
21 Jan 2026, 13.50 WIB
208 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kebijakan pemblokiran teknologi terus berlanjut meskipun hubungan dagang antara AS dan China mulai membaik.
- Uni Eropa mengambil langkah untuk meningkatkan keamanan siber dengan menghapus komponen dari pemasok yang berisiko tinggi.
- Perusahaan seperti Huawei dan ZTE menghadapi tantangan besar dalam menghadapi kebijakan baru yang menghambat akses mereka ke pasar Eropa dan AS.
Jakarta, Indonesia - Amerika Serikat dan China selama ini dikenal sebagai rival dalam urusan geopolitik dan teknologi. AS memblokir akses teknologi penting seperti drone dan peralatan telekomunikasi milik China untuk menjaga keamanan negara. Meskipun hubungan diplomatik membaik setelah pertemuan puncak para pemimpin pada 2025, pemblokiran teknologi tetap berlangsung.
Kini, Uni Eropa ikut merespons dengan mengusulkan aturan baru yang termasuk revisi Undang-Undang Keamanan Siber. Aturan ini menargetkan pemasok berisiko tinggi yang bisa membahayakan keamanan di sektor kritis seperti kendaraan terhubung, pasokan listrik, hingga perangkat medis. Hal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pemasok teknologi dari luar UE, khususnya China.
Aturan baru tersebut mewajibkan operator seluler untuk menghentikan penggunaan komponen utama dari pemasok berisiko dalam kurun waktu 36 bulan setelah daftar resmi dirilis. UE juga memperkuat respon terhadap serangan siber dan spionase yang dirasa semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, nama negara atau perusahaan tertentu tidak disebutkan secara eksplisit.
Huawei, salah satu perusahaan teknologi terbesar asal China, menyatakan keberatan atas aturan tersebut. Huawei berpendapat bahwa kebijakan itu diskriminatif karena membatasi pemasok berdasarkan asal negara tanpa bukti teknis yang kuat dan dianggap melanggar prinsip dasar Uni Eropa dan aturan WTO. Mereka berjanji akan memantau perkembangan dan mempertahankan hak-hak mereka.
Industri telekomunikasi di Eropa memperingatkan aturan ini bisa meningkatkan biaya operasional hingga miliaran euro. Revisi Undang-Undang Keamanan Siber itu masih akan melalui proses negosiasi dengan negara anggota dan Parlemen Eropa sebelum benar-benar diterapkan, sehingga prosesnya masih berjalan dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121124924-37-704020/musuh-bebuyutan-china-bertambah-blokir-makin-ganas
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121124924-37-704020/musuh-bebuyutan-china-bertambah-blokir-makin-ganas
Analisis Ahli
Henna Virkkunen
"Kebijakan ini akan memperkuat perlindungan rantai pasokan teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatkan kemampuan UE dalam menghadapi serangan siber."
Analis Teknologi Independen
"Pembatasan yang terlalu ketat tanpa dukungan bukti teknis yang jelas bisa merugikan hubungan dagang dan memperlambat adopsi teknologi penting di Eropa."
Analisis Kami
"Langkah Uni Eropa untuk membatasi teknologi asal China adalah langkah strategis dalam mengurangi kerentanan keamanan siber dan ketergantungan pada pemasok luar kawasan. Namun, kebijakan ini juga berisiko memperberat beban biaya bisnis dan memicu eskalasi konflik teknologi global yang pada akhirnya dapat menghambat inovasi dan kerja sama lintas negara."
Prediksi Kami
Kebijakan pembatasan teknologi dari pemasok berisiko tinggi seperti China akan memperketat keamanan teknologi di Uni Eropa, namun berpotensi memicu ketegangan diplomatik dan peningkatan biaya industri telekomunikasi Eropa dalam jangka menengah hingga panjang.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menyebabkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China?A
Ketegangan antara Amerika Serikat dan China disebabkan oleh konflik geopolitik dan dagang, serta pemblokiran akses teknologi.Q
Apa kebijakan terbaru yang diambil oleh Uni Eropa terhadap teknologi China?A
Uni Eropa menyiapkan aturan baru untuk menghapus komponen dari pemasok yang dianggap berisiko tinggi di sektor-sektor kritis.Q
Siapa yang menjadi target utama dari kebijakan pemblokiran teknologi AS?A
Target utama dari kebijakan pemblokiran teknologi AS adalah perusahaan-perusahaan China seperti Huawei dan ZTE.Q
Apa yang diharapkan Uni Eropa dari revisi Undang-Undang Keamanan Siber?A
Uni Eropa berharap revisi Undang-Undang Keamanan Siber dapat memperkuat perlindungan rantai pasokan teknologi dan meningkatkan respons terhadap serangan siber.Q
Bagaimana respons Huawei terhadap kebijakan Uni Eropa?A
Huawei menyatakan keberatan terhadap kebijakan Uni Eropa yang dianggapnya melanggar prinsip dasar UE dan aturan WTO.


