Fenomena Hujan Deras Dari Laut Mengancam Jabodetabek dan Wilayah Lain
Courtesy of CNBCIndonesia

Fenomena Hujan Deras Dari Laut Mengancam Jabodetabek dan Wilayah Lain

Memberikan informasi tentang fenomena hujan deras yang terjadi karena pengaruh sistem pembentukan hujan dari laut dan kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga 26 Januari 2026, agar masyarakat waspada terhadap potensi bencana terkait hujan lebat.

22 Jan 2026, 14.25 WIB
18 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Hujan deras di Jakarta dan sekitarnya berasal dari sistem pembentukan hujan di laut.
  • BMKG memberikan peringatan tentang potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
  • Keberadaan siklon tropis dan faktor monsun dingin Asia berkontribusi pada peningkatan intensitas hujan.
Jakarta, Indonesia - Dalam beberapa hari terakhir, berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jabodetabek, diguyur hujan deras yang dimulai sejak pagi hari. Biasanya, hujan di darat baru terbentuk setelah siang hari, namun kini hujan deras di pagi hari ini menimbulkan perhatian khusus karena berawal dari laut.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Erma Yulihastin, menjelaskan bahwa hujan tersebut berasal dari pembentukan awan di lautan yang kemudian dibawa ke daratan. Fenomena ini berbeda dengan pola hujan konvensional yang biasanya terjadi setelah tengah hari akibat pemanasan daratan.
BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia sampai 26 Januari 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor regional, termasuk Siklon Tropis Nokaen dan bibit siklon tropis 97S yang menguat dan mempengaruhi pola angin.
Selain itu, peningkatan monsun dingin dari Benua Asia yang melewati Selat Karimata mempercepat masuknya udara dingin ke wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan cuaca ekstrem terutama di daerah Selatan Indonesia seperti Sumatera bagian Selatan dan Pulau Jawa.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan bencana terkait cuaca buruk yang semakin sering terjadi. Pemantauan dan kesiapsiagaan akan sangat membantu dalam mengurangi risiko dampak dari cuaca ekstrem ini.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260122140743-37-704406/hujan-lebat-hantam-jabodetabek-sejak-pagi-ahli-brin-ungkap-asalnya

Analisis Ahli

Erma Yulihastin
"Hujan pagi yang deras berasal dari laut menandakan bahwa pola pembentukan awan hujan berubah, dan fenomena ini harus dicermati lebih serius karena berpotensi memengaruhi pola cuaca lokal dan regional."

Analisis Kami

"Fenomena hujan yang terbentuk di laut dan kemudian terbawa ke darat menunjukkan dinamika cuaca yang semakin kompleks akibat interaksi sirkulasi siklonik dan monsun. Pemahaman yang lebih dalam dan pemantauan real-time sangat penting untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap aktivitas masyarakat dan infrastruktur."

Prediksi Kami

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat akan terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Januari 2026, meningkatkan risiko banjir dan bencana terkait cuaca ekstrem di beberapa daerah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan hujan deras di Jabodetabek pada 22 Januari 2026?
A
Hujan deras di Jabodetabek disebabkan oleh sistem pembentukan hujan yang berasal dari laut.
Q
Siapa yang menjelaskan fenomena hujan yang berasal dari laut?
A
Fenomena ini dijelaskan oleh Erma Yulihastin, seorang peneliti dari BRIN.
Q
Apa yang disampaikan BMKG terkait potensi cuaca ekstrem?
A
BMKG menyampaikan bahwa ada potensi hujan lebat-sangat lebat hingga 26 Januari 2026.
Q
Apa saja faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem menurut BMKG?
A
Faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem termasuk sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Q
Apa dampak dari Siklon Tropis Nokaen terhadap cuaca di Indonesia?
A
Siklon Tropis Nokaen dapat mempengaruhi pembentukan pola angin dan meningkatkan curah hujan di wilayah utara Indonesia.