Masa Depan Energi: Dari Ladang Surya Raksasa Hingga Energi Luar Angkasa untuk AI
Courtesy of Forbes

Masa Depan Energi: Dari Ladang Surya Raksasa Hingga Energi Luar Angkasa untuk AI

Menjelaskan berbagai inovasi dan pemikiran terbaru mengenai solusi energi bersih yang dapat mendukung kebutuhan besar konsumsi daya pusat data AI dan seluruh negeri, termasuk penggunaan tenaga surya, tenaga nuklir kecil, dan energi surya berbasis luar angkasa.

23 Jan 2026, 09.27 WIB
291 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tenaga surya memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi global di masa depan.
  • Teknologi energi dari luar angkasa dapat menjadi solusi inovatif untuk tantangan energi di Bumi.
  • Pengembangan reaktor nuklir kecil dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil untuk data center.
Davos, Swiss - Pertumbuhan pesat teknologi AI menimbulkan tantangan besar terkait kebutuhan energi pusat data yang sangat besar dan bagaimana energi tersebut dihasilkan secara berkelanjutan. Saat ini, konsumsi energi oleh data center AI menjadi fokus utama di tengah keprihatinan terkait perubahan iklim dan jejak karbon yang harus diminimalkan.
Salah satu solusi utama yang dibahas di Davos adalah pengembangan tenaga surya sebagai sumber energi yang dapat memenuhi kebutuhan energi negara sebesar Amerika Serikat. Perhitungan menunjukkan bahwa ladang surya seluas sekitar 5.300 hingga 10.0.00 km (000 mil) persegi saja sudah mampu menyalurkan energi yang dibutuhkan.
Lebih futuristik lagi, ada konsep penggunaan panel surya yang dipasang di luar angkasa yang akan memanen sinar matahari secara terus-menerus tanpa terpengaruh malam atau cuaca buruk, kemudian menyalurkan energi tersebut ke bumi menggunakan teknologi antena khusus yang disebut rectenna.
Selain tenaga surya, teknologi reaktor nuklir kecil juga terus dikembangkan sebagai alternatif bersih untuk menyediakan energi bagi pusat data AI tanpa mengandalkan bahan bakar fosil. Perusahaan-perusahaan besar seperti TerraPower dan Vistra telah menunjukkan komitmen pada pendekatan ini.
Dengan gabungan berbagai teknologi ini, masa depan energi dunia bisa jauh lebih bersih dan andal, memungkinkan mobil, peralatan rumah, dan bahkan data center AI untuk berjalan dengan tenaga bersih. Ini adalah harapan besar dalam menghadapi perubahan iklim dan kebutuhan energi dunia.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/johnwerner/2026/01/22/big-power-moves-will-help-feed-ai/

Analisis Ahli

Elon Musk
"Energi surya luar angkasa adalah masa depan yang sangat menjanjikan dan dapat mengatasi keterbatasan produksi energi di bumi."
Bill Gates
"Reaktor nuklir kecil adalah solusi penting untuk menyediakan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang bagi pusat data dan infrastruktur kritis."
Robert Lea
"Demonstrasi teknologi MAPLE menunjukkan bahwa transmisi energi nirkabel dari luar angkasa bukan lagi sekadar mimpi, tapi akan menjadi realita yang dapat mendukung kebutuhan energi global."

Analisis Kami

"Solusi tenaga surya, terutama jika dikombinasikan dengan teknologi luar angkasa, bisa merevolusi energi global dan menurunkan emisi karbon secara drastis jika diadopsi secara masif. Namun, tantangan teknis dan kebutuhan investasi yang besar harus dikelola dengan cermat agar tidak terjadi ketimpangan atau kegagalan implementasi."

Prediksi Kami

Dalam 10 sampai 25 tahun ke depan, kita kemungkinan akan melihat transformasi besar dalam cara pusat data dan seluruh jaringan energi dunia beroperasi, didominasi oleh energi terbarukan seperti tenaga surya darat dan luar angkasa, serta tenaga nuklir kecil yang efisien dan ramah lingkungan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi fokus utama di Davos terkait energi dan AI?
A
Fokus utama di Davos adalah bagaimana mengelola konsumsi energi untuk AI dan dampaknya terhadap perubahan iklim.
Q
Bagaimana tenaga surya dapat memenuhi kebutuhan energi Amerika?
A
Tenaga surya dapat memenuhi kebutuhan energi Amerika dengan menggunakan lahan yang relatif kecil untuk farm tenaga surya.
Q
Apa itu MAPLE dan bagaimana cara kerjanya?
A
MAPLE adalah prototype yang dapat mentransmisikan energi nirkabel dari luar angkasa ke Bumi menggunakan antena rectenna.
Q
Siapa yang mendukung pengembangan reaktor nuklir kecil untuk data center?
A
Bill Gates adalah salah satu pendukung utama pengembangan reaktor nuklir kecil untuk data center yang ramah lingkungan.
Q
Apa potensi energi matahari dari luar angkasa dibandingkan dengan di Bumi?
A
Energi matahari dari luar angkasa berpotensi menghasilkan delapan kali lebih banyak energi dibandingkan panel surya di Bumi.