
Courtesy of Forbes
Dari Hype ke Nilai Nyata: Pelajaran Penting dari Davos 2026 untuk Bisnis
Memberikan wawasan penting yang kurang diperhatikan dari konferensi Davos 2026, khususnya mengenai bagaimana para pemimpin bisnis harus menghadapi teknologi, reskilling, geopolitik, dan kepercayaan untuk mempersiapkan masa depan bisnis di tahun 2026 dan seterusnya.
23 Jan 2026, 13.42 WIB
94 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perusahaan harus fokus pada hasil yang terukur dari AI dan teknologi baru.
- Resiliensi harus menjadi bagian dari model operasi yang disiplin di tengah ketidakpastian.
- Kepercayaan perlu dibangun melalui transparansi dan akuntabilitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan.
Davos, Swiss - Konferensi tahunan World Economic Forum di Davos 2026 didominasi oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa, tapi diskusi penting lainnya terkait masa depan teknologi dan bisnis juga berlangsung secara intens. Para pemimpin bisnis, politik, dan akademisi saling bertukar pikiran untuk mencari tren kunci yang akan menentukan apakan pertumbuhan atau kegagalan bisnis di tahun-tahun mendatang.
Dalam bidang teknologi, khususnya AI, suasana pembicaraan berubah dari antusiasme besar menjadi fokus pada nilai dan hasil yang nyata. Para pelaku bisnis ingin melihat dampak AI tidak hanya pada pengurangan biaya, tapi juga peningkatan kualitas data, kepuasan pelanggan, dan pengembangan keterampilan tenaga kerja. Tantangan besar adalah bagaimana menyebarluaskan teknologi secara bertanggung jawab dan efektif di skala besar.
Ketegangan geopolitik memicu fragmentasi dalam adopsi regulasi dan standar AI secara global. Negara-negara kini membangun infrastruktur teknologi mereka sendiri dalam semangat digital sovereignty, menciptakan hambatan bagi pengembangan inovasi bersama. Hal ini mengancam pertumbuhan dan memperlambat kemajuan dunia teknologi secara keseluruhan.
Kondisi ekonomi dan politik yang tidak stabil menuntut bisnis dan pemerintah untuk memandang ketidakpastian dan gangguan sebagai situasi permanen. Bisnis perlu beradaptasi dengan model operasi yang tangguh dalam menghadapi volatilitas struktural, bukan hanya rencana sementara untuk mengatasi gangguan sesaat. Pesan ini memperkuat bahwa perubahan dan disrupsi adalah hal yang harus diterima dan dijadikan peluang pertumbuhan.
Namun, ada tantangan besar dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Meskipun AI diperkirakan akan menciptakan 170 juta pekerjaan baru dan menggantikan 92 juta pekerjaan lama pada 2030, perusahaan masih gagal menyediakan pelatihan dan reskilling secara memadai. Ditambah lagi, tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah dan teknologi menurun drastis, yang dapat menghambat inovasi jika tidak diatasi dengan transparansi dan akuntabilitas.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2026/01/23/5-important-davos-2026-signals-leaders-mustnt-ignore/
[1] https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2026/01/23/5-important-davos-2026-signals-leaders-mustnt-ignore/
Analisis Ahli
Mark Carney
"Nostalgia bukanlah strategi; bisnis harus memahami bahwa volatilitas dan ketidakpastian kini merupakan norma baru yang perlu diantisipasi secara struktural."
Analisis Kami
"Davos 2026 menandai titik balik di mana hype AI mulai digantikan oleh kebutuhan nyata untuk pengembalian investasi dan pengelolaan risiko yang cermat. Lagi pula, tanpa kepercayaan dan komitmen serius terhadap pengembangan sumber daya manusia, peluang besar dari teknologi baru bisa berubah menjadi kegagalan besar yang membebani bisnis dan ekonomi global."
Prediksi Kami
Kemungkinan besar industri teknologi dan bisnis akan menghadapi tantangan signifikan dari fragmentasi regulasi global dan penurunan kepercayaan publik, yang akan memaksa perusahaan untuk lebih fokus pada nilai riil dan strategi keberlanjutan untuk bertahan dan tumbuh di tengah ketidakpastian.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tema utama yang muncul di Davos 2026?A
Tema utama yang muncul di Davos 2026 adalah fokus pada nilai dari investasi dalam AI dan teknologi baru.Q
Mengapa keberlanjutan resiliensi menjadi penting saat ini?A
Keberlanjutan resiliensi menjadi penting karena volatilitas politik dan ekonomi menjadi norma baru yang harus dihadapi oleh bisnis dan pemerintah.Q
Apa tantangan yang dihadapi oleh pemimpin AI di masa depan?A
Tantangan yang dihadapi oleh pemimpin AI di masa depan termasuk pembangunan infrastruktur yang terpisah dan kebijakan perdagangan proteksionis.Q
Mengapa pelatihan dan reskilling karyawan menjadi penting bagi perusahaan?A
Pelatihan dan reskilling karyawan menjadi penting karena untuk memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh teknologi baru, perusahaan perlu mempersiapkan tenaga kerja yang terampil.Q
Apa yang dikatakan Mark Carney tentang nostalgia dan strategi?A
Mark Carney mengatakan bahwa nostalgia bukanlah strategi, menekankan perlunya adaptasi terhadap perubahan waktu dan tantangan baru.



