
Courtesy of Forbes
Bagaimana Conversational AI Melengkapi CRM untuk Perkiraan Penjualan Lebih Akurat
Menggambarkan bagaimana conversational AI dapat melengkapi CRM dalam menangkap nuansa dan konteks percakapan yang penting untuk meningkatkan ketepatan perkiraan pendapatan dan mengambil keputusan yang lebih tepat waktu dalam siklus penjualan.
26 Jan 2026, 18.44 WIB
15 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- AI percakapan dapat memberikan konteks yang hilang dalam sistem CRM tradisional.
- Perusahaan tidak ingin mengganti CRM mereka, tetapi ingin meningkatkan akurasi peramalan dengan informasi yang lebih tepat.
- Penggunaan AI dapat mendeteksi masalah dalam kesepakatan sebelum terlihat di sistem, mengurangi risiko kesalahan dalam peramalan pendapatan.
Customer Relationship Management (CRM) sering menjadi sumber data utama untuk perusahaan terkait pipeline penjualan dan perkiraan pendapatan. Namun, meskipun data yang terstruktur tersimpan dengan baik, CRM sulit menangkap konteks nyata di balik interaksi penjualan, seperti keraguan atau perubahan sikap pelanggan yang terjadi dalam percakapan langsung.
Perubahan kritis dalam kesepakatan biasanya tidak segera tercatat dalam CRM karena tergantung pada input manual. Akibatnya, informasi penting tentang risiko dalam kesepakatan dapat terlambat diketahui, menyebabkan perkiraan pendapatan tidak akurat dan keputusan bisnis yang kurang tepat waktu.
RingCentral dan beberapa perusahaan lain mulai menerapkan conversational AI untuk menganalisis percakapan suara, chat, dan video demi mengidentifikasi pola-pola yang mungkin terlewat oleh manusia. AI ini dapat memperlihatkan pergeseran sentimen atau keterlibatan pelanggan yang tidak terlihat di CRM dan membantu dalam pelatihan serta mempercepat workflow.
Meskipun banyak harapan, masih sedikit bukti independen yang menunjukkan bahwa conversational AI dapat meningkatkan ketepatan perkiraan pendapatan secara signifikan. Banyak proyek AI yang mengalami kendala terkait biaya, nilai bisnis yang tidak jelas, dan risiko, sehingga perusahaan lebih mengutamakan keandalan dan integrasi yang baik daripada fitur baru yang tidak stabil.
Pada akhirnya, conversational AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan CRM, melainkan untuk melengkapi sistem tersebut dengan data kontekstual yang lebih cepat dan jujur terkait perubahan dalam kesepakatan. Jika AI ini dapat memberi peringatan dini tentang risiko secara tepat, maka hal itu sudah cukup untuk mencegah kesalahan perkiraan yang merugikan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/kolawolesamueladebayo/2026/01/26/why-enterprises-are-testing-conversational-ai-beyond-the-crm/
[1] https://www.forbes.com/sites/kolawolesamueladebayo/2026/01/26/why-enterprises-are-testing-conversational-ai-beyond-the-crm/
Analisis Ahli
Carson Hostetter
"Menegaskan bahwa CRM hanya sebaik data manual yang diinput dan bahwa conversational AI menyediakan konteks yang sering hilang, membantu perusahaan merespons perubahan lebih cepat."
Analisis Kami
"Menerapkan conversational AI adalah langkah strategis yang memungkinkan perusahaan memahami 'mengapa' di balik keputusan pelanggan, bukan hanya 'apa' yang terjadi. Namun, tanpa integrasi yang mulus dan kepercayaan yang dibangun, AI ini bisa gagal memenuhi ekspektasi bisnis yang menuntut akurasi tinggi."
Prediksi Kami
Conversational AI akan menjadi lapisan tambahan yang penting dalam alat penjualan perusahaan, memperbaiki ketepatan dan daya tanggap dalam perkiraan pendapatan sambil tetap mengandalkan CRM sebagai sistem utama.
Pertanyaan Terkait
Q
Mengapa perusahaan mulai menggunakan AI percakapan?A
Perusahaan mulai menggunakan AI percakapan untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang perubahan dalam kesepakatan sebelum mereka terlihat di CRM.Q
Apa yang menjadi kelemahan utama dari sistem CRM tradisional?A
Kelemahan utama dari sistem CRM tradisional adalah ketidakmampuan mereka untuk menangkap konteks dan sinyal halus yang mempengaruhi hasil secara real-time.Q
Apa manfaat yang didapat dari penggunaan AI dalam analisis percakapan?A
Manfaat dari penggunaan AI dalam analisis percakapan termasuk peningkatan produktivitas, pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan percepatan alur kerja.Q
Bagaimana Gartner memprediksi masa depan proyek AI?A
Gartner memprediksi bahwa lebih dari 40% proyek AI dapat ditinggalkan pada tahun 2027 karena biaya yang meningkat dan nilai bisnis yang tidak jelas.Q
Apa tujuan utama dari integrasi AI percakapan ke dalam sistem CRM?A
Tujuan utama dari integrasi AI percakapan ke dalam sistem CRM adalah untuk memberikan informasi yang lebih tepat dan mendeteksi pergeseran lebih awal, sehingga mendukung pengambilan keputusan.


