Pengeluaran Aplikasi Non-Game Akhirnya Ungguli Game Mobile di 2025
Courtesy of CNBCIndonesia

Pengeluaran Aplikasi Non-Game Akhirnya Ungguli Game Mobile di 2025

Memberikan informasi penting mengenai pergeseran tren pengeluaran pengguna HP global khususnya di bidang IAP, serta mengungkap perubahan preferensi game di Indonesia agar pembaca memahami dinamika pasar aplikasi dan game mobile terkini.

26 Jan 2026, 19.30 WIB
171 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • IAP untuk aplikasi mengalahkan IAP untuk game di tahun 2025.
  • Popularitas game seperti Roblox meningkat pesat, mengubah preferensi pengguna.
  • AI-generatif berkontribusi pada pertumbuhan pendapatan aplikasi.
Jakarta, Indonesia - Pada tahun 2025, terjadi perubahan penting dalam pola pengeluaran pembelian dalam aplikasi (IAP) di seluruh dunia, dimana pengguna HP mulai mengeluarkan lebih banyak uang untuk aplikasi non-game dibandingkan game mobile. Ini merupakan pertama kalinya sejak 2015 IAP dari game kalah jauh dari IAP aplikasi.
Menurut laporan Sensor Tower, IAP aplikasi naik 21% menjadi Rp 1.43 quadriliun (US$85,6 miliar) sedangkan IAP game hanya naik 1% menjadi Rp 1.37 quadriliun (US$81,8 miliar) pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran tren yang signifikan di pasar aplikasi dan game.
Pendorong utama pertumbuhan IAP aplikasi adalah popularitas teknologi AI-generatif yang makin banyak dimanfaatkan oleh beragam kategori aplikasi. Selain itu, tren ini juga menunjukkan bahwa pengguna semakin tertarik dengan aplikasi yang menawarkan fungsi dan hiburan lebih luas.
Di Indonesia, terdapat perubahan preferensi game di kalangan pengguna. Game puzzle seperti Block Blast dan game sandbox seperti Roblox lebih banyak diunduh dan menghasilkan IAP yang lebih besar dibandingkan game battle royale ternama seperti Mobile Legends dan Free Fire.
Meski demikian, Mobile Legends masih menjadi game dengan pengguna aktif bulanan (MAU) terbanyak di Indonesia, meskipun pertumbuhan MAU-nya stagnan, sementara Free Fire mengalami penurunan MAU dan berada di bawah Roblox.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260126154839-37-705391/raja-game-mobile-terbaru-di-ri-bukan-mobile-legends-dan-free-fire

Analisis Ahli

Anu Hariharan, Head of Mobile Insights at Sensor Tower
"Pertumbuhan besar aplikasi non-game sangat dipengaruhi oleh adopsi teknologi AI yang membuka banyak peluang monetisasi baru dalam aplikasi, menandai era baru dalam ekosistem mobile."

Analisis Kami

"Perubahan tren ini menunjukkan bahwa ekosistem aplikasi mulai lebih fokus pada pemanfaatan teknologi AI dan aplikasi yang lebih bervariasi daripada hanya mengandalkan game. Industri game harus beradaptasi dengan cepat untuk menghadirkan inovasi dan mengimbangkan jenis game agar tetap menarik bagi pengguna yang kini memiliki preferensi lebih beragam."

Prediksi Kami

Pengeluaran pengguna HP untuk aplikasi non-game akan terus tumbuh dan semakin mendominasi pasar IAP, sementara game mobile akan mengalami stagnasi atau pertumbuhan yang lebih lambat dengan pergeseran genre game yang lebih beragam.