
Courtesy of CNBCIndonesia
E-Commerce Indonesia 2025: Shopee dan Video Commerce Dorong Pertumbuhan Pesat
Memberikan gambaran perkembangan dan proyeksi bisnis e-commerce Indonesia pada 2025, khususnya peran AI dan video commerce, serta aplikasi paling populer yang mendorong pertumbuhan ini.
26 Jan 2026, 17.50 WIB
37 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Ecommerce di Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh pesat hingga tahun 2025.
- Shopee tetap menjadi pemimpin pasar dalam aplikasi belanja online di Indonesia.
- Video commerce menjadi tren penting yang mendorong pertumbuhan transaksi ecommerce.
Jakarta, Indonesia - Bisnis e-commerce di Indonesia semakin berkembang dengan pesat dan menjadi motor utama ekonomi digital sepanjang 2025. Transaksi e-commerce Indonesia diperkirakan mencapai Rp 3.09 quadriliun (US$185 miliar) atau sekitar Rp 3.093 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan kontribusi besar dari produk grocery dan non-grocery.
Shopee berhasil mempertahankan posisi sebagai aplikasi belanja online paling populer di Indonesia. Perusahaan ini juga gencar mendorong fitur video commerce dalam aplikasinya, yang menjadi tren baru dan semakin digemari masyarakat di Tanah Air.
Video commerce menunjukkan pertumbuhan luar biasa dengan peningkatan volume transaksi mencapai 2,6 miliar transaksi pada tahun 2025, naik 90% dibanding tahun sebelumnya. Kategori yang paling banyak diminati adalah fashion, aksesori, perawatan diri, dan kecantikan.
Nilai pesanan rata-rata (AOV) untuk video commerce di Indonesia berkisar antara Rp 751.50 ribu (US$4,5) hingga Rp 100.20 ribu (US$6) , sedikit lebih rendah dibanding rata-rata Asia Tenggara yang mencapai Rp 100.20 ribu (US$6) hingga Rp 116.90 ribu (US$7) per orang. Saat ini, terdapat sekitar 800 ribu penjual dan toko yang telah menggunakan layanan video commerce di Indonesia.
Selain peningkatan transaksi, data Sensor Tower juga mencatat bahwa aplikasi retail di Indonesia telah diunduh sebanyak 181 juta kali sepanjang 2025. Pengguna menghabiskan total waktu hingga 8,68 miliar jam di aplikasi tersebut, menandakan tingginya aktivitas dan minat konsumen pada platform digital retail.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260126131942-37-705374/tokopedia-lazada-kalah-raja-ecommerce-ri-tetap-nomor-satu
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260126131942-37-705374/tokopedia-lazada-kalah-raja-ecommerce-ri-tetap-nomor-satu
Analisis Ahli
Analisis Kami
"Transformasi digital lewat ecommerce yang mengandalkan video commerce menunjukkan bahwa konsumen semakin menginginkan pengalaman belanja yang interaktif dan real-time. Ini juga membuka peluang besar bagi bisnis kecil dan menengah untuk mengakses pasar lebih luas, asalkan mereka mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan tren konsumen yang dinamis."
Prediksi Kami
Pertumbuhan video commerce dan inovasi berbasis AI akan semakin memperkuat dominasi aplikasi seperti Shopee, dan mendorong transformasi digital yang lebih luas di sektor retail Indonesia.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa proyeksi nilai transaksi ecommerce di Indonesia pada tahun 2025?A
Proyeksi nilai transaksi ecommerce di Indonesia pada tahun 2025 adalah mencapai US$185 miliar atau Rp 3.093 triliun.Q
Apa yang mendorong pertumbuhan ecommerce di Indonesia?A
Pertumbuhan ecommerce di Indonesia didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan video commerce.Q
Kategori produk apa yang mendominasi dalam video commerce?A
Kategori produk yang mendominasi dalam video commerce adalah fashion dan aksesori (28%) serta perawatan diri dan kecantikan (20%).Q
Berapa rata-rata nilai pesanan untuk layanan video commerce di Indonesia?A
Rata-rata nilai pesanan untuk layanan video commerce di Indonesia adalah antara US$4,5 hingga US$6.Q
Siapa saja yang terlibat dalam penyusunan laporan e-Conomy SEA?A
Penyusunan laporan e-Conomy SEA melibatkan Google, Temasek, dan Bain & Company.


