Kenapa Klaim Produktivitas AI 3x Lipat Bisa Menyesatkan Bisnis
Courtesy of Forbes

Kenapa Klaim Produktivitas AI 3x Lipat Bisa Menyesatkan Bisnis

Mengungkap bahwa klaim produktivitas AI yang tinggi sering kali menyesatkan karena AI hanya sangat efektif pada tahap awal pembuatan, sementara penyempurnaan akhir masih membutuhkan keahlian manusia. Informasi ini penting agar bisnis tidak membuat keputusan pengurangan staf yang terlalu agresif berdasarkan ekspektasi hasil AI.

28 Jan 2026, 00.09 WIB
117 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • AI dapat meningkatkan produktivitas pada tahap awal, tetapi penyempurnaan memerlukan keahlian manusia.
  • Mengandalkan AI untuk mengurangi jumlah staf dapat mengakibatkan hasil yang kurang berkualitas.
  • Keahlian dan pengalaman manusia adalah kunci untuk mencapai hasil akhir yang memuaskan meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi.
Stanford, Amerika Serikat - Eksekutif dan perusahaan sangat antusias terhadap kemampuan AI generatif yang bisa membuat pekerja menyelesaikan tugas tiga kali lebih cepat, seperti yang ditunjukkan oleh studi Stanford. Ini menimbulkan anggapan bahwa staf bisa dikurangi sepertiga untuk menghemat biaya, berdasarkan perhitungan sederhana waktu kerja yang dipotong.
Namun, pengalaman nyata menunjukkan bahwa AI hanya mampu menyelesaikan sekitar 60 persen pekerjaan dengan cepat, misalnya membuat draf awal konten atau gambar. Setelah itu, diperlukan proses lanjutan untuk memperbaiki dan menyempurnakan hasil supaya benar-benar layak digunakan dan dikirim ke pengguna akhir.
Proses penyempurnaan ini sangat bergantung pada keahlian manusia, yang bisa menggunakan keterampilan khusus dan alat tambahan agar hasilnya lebih baik dan cepat. Tanpa keahlian ini, orang biasa sulit melampaui 70-75 persen kualitas walaupun ada AI, sebab mereka tidak memiliki pengetahuan untuk menentukan standar kualitas dan cara memperbaikinya.
AI tidak bisa menggantikan peran ahli sepenuhnya, karena ada bagian pekerjaan yang membutuhkan keahlian mendalam dan penilaian manusia, misalnya menambah konten spesifik, mengintegrasi sistem lama, atau menentukan kapan sesuatu sudah cukup baik. Ahli yang menguasai proses ini tetap menjadi faktor pembeda utama dalam produktivitas dan kualitas output.
Oleh karena itu, klaim bahwa AI akan memangkas kebutuhan staf secara drastis berdasarkan percepatan tugas awal adalah tidak realistis. Bisnis yang mampu menggabungkan kekuatan AI dengan keahlian manusia akan mendapatkan hasil maksimal, sementara yang lain hanya akan mendapatkan peningkatan output yang tidak sebanding dengan pengurangan staf drastis.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/brentdykes/2026/01/27/why-ais-productivity-promise-falls-apart-without-human-expertise/

Analisis Ahli

Andrew Ng
"AI dapat mempercepat tugas-tugas standar dan repetitif, tapi peran manusia dalam memastikan kualitas dan konteks tetap tidak tergantikan."
Fei-Fei Li
"Penggunaan AI yang efisien bergantung pada kolaborasi antara kecerdasan buatan dan manusia, di mana keterampilan manusia mengangkat nilai hasil akhirnya."

Analisis Kami

"Meski AI menjanjikan percepatan kerja, kenyataannya ia hanya bisa membantu sampai titik tertentu sebelum keahlian manusia menjadi esensial untuk penyempurnaan. Menyadari batas ini penting supaya organisasi tidak kehilangan tenaga ahli yang justru menjadi kunci keberhasilan penggunaan AI secara optimal."

Prediksi Kami

Di masa depan, AI akan terus membantu di tahap awal pekerjaan, namun perusahaan yang sukses adalah yang menggabungkan AI dengan keahlian manusia untuk mencapai hasil berkualitas tinggi, sementara perusahaan lain mungkin kesulitan menghasilkan output yang benar-benar bernilai.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan dalam studi Stanford mengenai produktivitas pekerja yang menggunakan AI?
A
Studi Stanford menemukan bahwa pekerja yang menggunakan AI generatif dapat menyelesaikan tugas tiga kali lebih cepat.
Q
Mengapa klaim produktivitas AI sering kali dianggap terlalu optimis?
A
Klaim produktivitas AI dianggap terlalu optimis karena AI hanya dapat membantu dalam tahap awal, sementara penyempurnaan memerlukan keahlian manusia.
Q
Apa yang terjadi pada output awal yang dihasilkan oleh AI?
A
Output awal yang dihasilkan oleh AI seringkali memerlukan pengeditan dan refinemen untuk menjadi shippable.
Q
Mengapa keahlian manusia masih diperlukan meskipun AI dapat menghasilkan draft awal?
A
Keahlian manusia masih diperlukan untuk menilai dan memperbaiki hasil AI agar sesuai dengan standar yang diinginkan.
Q
Apa yang terjadi jika organisasi mengurangi jumlah staf berdasarkan klaim produktivitas AI?
A
Jika organisasi mengurangi jumlah staf, hasil yang dihasilkan mungkin tidak dapat dikirim karena kurangnya keahlian dalam penyempurnaan.