
Courtesy of TechCrunch
Kepala CISA Unggah Dokumen Rahasia ke ChatGPT, Bahaya Keamanan Siber Mengintai
Menyampaikan kejadian pelanggaran keamanan oleh pejabat tinggi CISA yang mengunggah dokumen sensitif ke ChatGPT, serta dampaknya terhadap keamanan nasional dan tindakan yang diambil untuk mengatasinya.
28 Jan 2026, 22.22 WIB
67 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penggunaan ChatGPT oleh pejabat pemerintah harus hati-hati untuk menghindari kebocoran informasi.
- CISA memainkan peran penting dalam keamanan siber di AS.
- Investigasi dilakukan setelah unggahan dokumen sensitif untuk menilai dampaknya terhadap keamanan.
Amerika Serikat - Seorang pejabat tinggi di badan keamanan siber Amerika Serikat, CISA, mengunggah dokumen kontrak yang penting dan hanya diperuntukkan bagi penggunaan resmi ke ChatGPT. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran serius karena dokumen tersebut adalah informasi internal pemerintah yang tidak boleh dibagikan secara publik.
Insiden ini pertama kali terdeteksi lewat sistem peringatan otomatis yang ada pada jaringan pemerintah AS, yang bertugas menjaga agar dokumen rahasia tidak bocor ke pihak tidak berwenang. Pejabat tersebut, Madhu Gottumukkala, mendapatkan izin khusus untuk menggunakan ChatGPT saat pekerja lain dilarang mengakses platform itu.
Pihak Departemen Keamanan Dalam Negeri kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada kerugian atau ancaman keamanan yang muncul akibat penggunaan ChatGPT oleh Gottumukkala. Hal ini mengingat ChatGPT dapat melatih dirinya dengan data yang dimasukkan dan memungkinkan informasi tersebut tersebar ke pengguna lain.
Sebelum menjadi pejabat di CISA, Gottumukkala pernah menjabat sebagai kepala informasi di negara bagian South Dakota. Setelah insiden ini muncul, diketahui juga bahwa ia gagal dalam tes polygraph kontra-intelijen yang akhirnya menyebabkan enam staf senior CISA diskors akses terhadap informasi rahasia.
Baca juga: Penggunaan Gmail Pribadi oleh Pejabat Keamanan AS Picu Risiko Kebocoran Informasi Sensitif
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya regulasi ketat terkait penggunaan teknologi AI di lingkungan pemerintahan untuk melindungi data sensitif dan mencegah potensi kebocoran yang berakibat buruk pada keamanan nasional.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/01/28/trumps-acting-cybersecurity-chief-uploaded-sensitive-government-docs-to-chatgpt/
[1] https://techcrunch.com/2026/01/28/trumps-acting-cybersecurity-chief-uploaded-sensitive-government-docs-to-chatgpt/
Analisis Ahli
Ahli Keamanan Siber
"Penggunaan model bahasa besar seperti ChatGPT oleh pejabat pemerintah harus dibatasi secara ketat untuk menghindari kebocoran data yang bisa membahayakan keamanan nasional. Pelanggaran ini menunjukkan bahwa protokol keamanan saat ini masih belum cukup kuat."
Analisis Kami
"Penggunaan teknologi AI seperti ChatGPT dalam lingkungan pemerintah memang harus sangat berhati-hati, terutama soal dokumen sensitif. Insiden ini memperlihatkan perlunya pelatihan dan aturan yang lebih jelas agar pejabat tidak sembarangan mengunggah data penting tanpa memahami risikonya."
Prediksi Kami
Kasus ini akan mendorong penerapan kebijakan penggunaan AI yang lebih ketat dalam lembaga pemerintah AS untuk mencegah pelanggaran data di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa yang mengunggah dokumen sensitif ke ChatGPT?A
Madhu Gottumukkala mengunggah dokumen sensitif ke ChatGPT.Q
Apa fungsi dari CISA?A
CISA bertanggung jawab untuk melindungi infrastruktur siber dan keamanan informasi di AS.Q
Mengapa unggahan dokumen tersebut menjadi masalah?A
Unggahan dokumen tersebut menjadi masalah karena dapat memungkinkan model untuk melatih dirinya sendiri pada informasi yang sensitif.Q
Apa yang terjadi setelah Gottumukkala mengunggah dokumen?A
Setelah mengunggah dokumen, beberapa peringatan keamanan otomatis terpicu, dan DHS menyelidiki potensi dampak pada keamanan pemerintah.Q
Siapa yang mengangkat Madhu Gottumukkala sebagai kepala CISA?A
Madhu Gottumukkala diangkat sebagai kepala CISA oleh mantan presiden Donald Trump.



