Dampak Berbahaya Influencer Politik di Era Media Sosial dan Algoritma
Courtesy of TheVerge

Dampak Berbahaya Influencer Politik di Era Media Sosial dan Algoritma

Membuka wawasan pembaca tentang bagaimana influencer media sosial dengan konten provokatif mempengaruhi kebijakan pemerintah dan opini publik, serta menggambarkan bahaya pergeseran dari jurnalisme profesional ke konten digital yang didorong oleh algoritma tanpa standar etik.

29 Jan 2026, 23.00 WIB
219 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Konten yang dibuat dengan tujuan provokatif dapat memiliki dampak langsung pada kebijakan pemerintah.
  • Ada pergeseran dalam cara orang mengonsumsi berita, dengan pembuat konten independen menggantikan jurnalis tradisional.
  • Algoritma media sosial dapat mempercepat penyebaran informasi yang tidak akurat dan memengaruhi opini publik.
Minneapolis, Amerika Serikat - Nick Shirley adalah seorang pembuat konten muda yang menggunakan platform YouTube untuk menyebarkan video yang mengandung klaim tanpa bukti tentang penipuan yang dilakukan oleh komunitas Somali Amerika di Minneapolis. Video ini memicu perhatian besar hingga melibatkan agen federal yang kemudian terjadi tindakan keras di lapangan.
Konten yang dibuat Shirley dan orang-orang sejenis sering disebut sebagai 'slopaganda', yaitu konten cepat dan murah yang tujuannya hanya untuk menarik perhatian dan memicu reaksi dari audiens, tanpa memperhatikan kebenaran atau standar jurnalisme yang sehat.
Fenomena ini dibandingkan dengan era media kuning (yellow press) pada akhir abad ke-19, ketika media massa sejalan dengan kepentingan pemerintah untuk memanipulasi opini publik. Perbedaannya, kini para pembuat konten memiliki data audiens yang sangat rinci untuk memaksimalkan pengaruhnya secara efektif.
Shirley dan influencer lain mendapat dukungan dari tokoh politik dan pejabat pemerintah, termasuk wakil presiden dan direktur FBI, yang menunjukkan bagaimana konten media sosial dapat memengaruhi kebijakan nasional dan tindakan resmi pemerintah secara langsung.
Meskipun mereka mengklaim sebagai jurnalis independen, banyak dari kreator ini menghindari standar etik dan profesionalisme jurnalisme, sehingga menimbulkan risiko besar terhadap kualitas informasi dan potensi manipulasi publik. Mereka cenderung berubah sesuai algoritma demi mempertahankan pengaruh dan penghasilan.
Referensi:
[1] https://theverge.com/news/869824/right-wing-influencers-nick-shirley-slopaganda

Analisis Ahli

Lucas Graves
"Media partisan yang menggabungkan kepentingan bisnis dan politik berpotensi berbahaya karena mereka menciptakan sinergi yang menggerakkan opini publik demi kebijakan tertentu, mirip dengan sejarah yellow journalism."
Brooke Erin Duffy
"Label influencer memiliki stigma feminim dan komersial yang membuat sulit diakui sebagai jurnalis profesional, padahal peran konten kreator saat ini semakin dominan dalam berita dan opini publik."

Analisis Kami

"Fenomena slopaganda memperlihatkan bagaimana pergeseran teknologi dan data mendalam di media sosial mempercepat disinformasi dan polarisasi, sehingga kebutuhan akan literasi media dan standar etik jurnalisme semakin mendesak. Jika tidak segera diatasi, kerusakan kepercayaan publik terhadap informasi valid akan semakin parah, mengancam demokrasi dan ketertiban sosial."

Prediksi Kami

Di masa depan, influencer media sosial semacam Shirley berpotensi terus berubah dan beradaptasi dengan algoritma demi menjaga popularitasnya, sekaligus berpotensi dimanfaatkan oleh kekuatan politik untuk memanipulasi opini publik secara lebih halus dan tersembunyi.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa Nick Shirley dan apa yang dia lakukan?
A
Nick Shirley adalah YouTuber yang membuat konten politik provokatif dan dikenal karena video viralnya yang mengklaim adanya penipuan di komunitas Somali American.
Q
Apa yang dimaksud dengan 'slop' dalam konteks media saat ini?
A
'Slop' merujuk pada konten yang dibuat dengan cepat dan murah, sering kali tanpa fakta yang kuat, yang bertujuan untuk menarik perhatian dan keterlibatan audiens.
Q
Mengapa video Nick Shirley memicu respons dari pemerintah?
A
Video Nick Shirley memicu respons dari pemerintah karena klaimnya yang tidak berdasar memicu penyebaran agen imigrasi di Minneapolis.
Q
Apa perbedaan antara jurnalis independen dan jurnalis tradisional?
A
Jurnalis independen sering kali tidak memiliki pelatihan formal dan menghasilkan konten berdasarkan data audiens, sedangkan jurnalis tradisional mengikuti kode etik dan standar profesional.
Q
Bagaimana algoritma mempengaruhi konten yang dibuat oleh para pembuat konten seperti Nick Shirley?
A
Algoritma mempengaruhi konten dengan mendorong pencipta untuk membuat konten yang provokatif dan menarik perhatian agar mendapatkan lebih banyak tampilan dan interaksi.