Bintik Matahari Raksasa 4366 Mengancam Bumi dengan Badai Geomagnetik Minor
Courtesy of LiveScience

Bintik Matahari Raksasa 4366 Mengancam Bumi dengan Badai Geomagnetik Minor

Memberikan informasi terkini tentang bintik matahari raksasa 4366 yang mengarah ke Bumi dan potensi dampaknya terhadap Bumi berupa badai geomagnetik dan aurora yang bisa terlihat di lintang lebih rendah.

03 Feb 2026, 23.14 WIB
137 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Bintik matahari 4366 menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi dengan banyak ledakan solar.
  • CME yang diprediksi dapat menyebabkan badai geomagnetik dan aurora di lintang yang lebih rendah.
  • Aktivitas solar diperkirakan akan tetap tinggi hingga 2026, meningkatkan kemungkinan terjadinya aurora yang luas.
Bumi, Tata Surya - Saat ini, bintik matahari besar nomor 4366 sedang menghadap ke arah Bumi dan menunjukkan aktivitas yang sangat tinggi. Bintik ini jauh lebih besar dan aktif dibandingkan area biasa, bahkan hampir setengah dari ukuran bintik matahari yang terkait dengan Peristiwa Carrington pada tahun 1859 yang terkenal.
Dalam waktu kurang dari satu hari, bintik matahari ini sudah melepaskan lebih dari 20 ledakan flare, termasuk 4 flare kelas X yang sangat kuat. Ledakan terkuat adalah X8.1 yang terjadi pada 2 Februari 2025, menjadi yang terkuat dalam beberapa bulan terakhir.
Akibat ledakan ini, muncul lontaran besar plasma yang disebut coronal mass ejection (CME) yang diperkirakan akan mendekati Bumi pada 5 Februari. Walaupun kemungkinan hanya mengenai Bumi secara tidak langsung, dampaknya tetap bisa dirasakan berupa gangguan geomagnetik.
Badai geomagnetik minor yang diprediksi akan berlangsung pada 5 Februari berpotensi menyebabkan fenomena aurora, seperti cahaya utara yang bisa terlihat di wilayah lebih rendah dari biasanya. Namun, gangguan pada komunikasi radio dan satelit juga mungkin terjadi akibat badai ini.
Para ilmuwan dan lembaga dunia seperti NASA dan NOAA terus memantau perkembangan bintik matahari ini. Aktivitas seperti ini adalah ciri khas dari fase maksimum siklus matahari yang diperkirakan akan berlangsung sampai 2026 dengan berbagai kejadian luar angkasa yang menarik dan berisiko.
Referensi:
[1] https://www.livescience.com/space/the-sun/sunspot-launches-27-solar-flares-in-24-hours-including-strongest-outburst-in-years

Analisis Ahli

Dr. Tamitha Skov
"Bintik matahari 4366 menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan besar dengan potensi menimbulkan badai geomagnetik yang perlu dipantau secara intensif untuk mengantisipasi dampaknya pada Bumi."

Analisis Kami

"Aktivitas bintik matahari 4366 yang cepat dan intens menunjukkan siklus matahari 25 benar-benar sedang dalam fase puncaknya dengan potensi dampak signifikan pada teknologi dan komunikasi di Bumi. Peningkatan kesiapsiagaan sistem satelit dan infrastruktur komunikasi sangat penting agar dampak kerusakan dapat diminimalkan."

Prediksi Kami

Diperkirakan pada 5 Februari akan terjadi badai geomagnetik minor (G1) yang dapat menyebabkan aurora yang lebih luas dan gangguan pada sistem komunikasi serta navigasi satelit.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi pada bintik matahari 4366?
A
Bintik matahari 4366 telah menghadapi Bumi dan menunjukkan aktivitas tinggi dengan banyak ledakan solar.
Q
Mengapa bintik matahari 4366 dianggap monster?
A
Bintik matahari 4366 dianggap monster karena ukurannya yang besar dan aktivitasnya yang sangat tinggi, termasuk banyak ledakan solar dalam waktu singkat.
Q
Apa dampak dari CME yang diprediksi akan terjadi?
A
CME yang diprediksi akan memberikan dampak berupa kemungkinan badai geomagnetik minor dan aurora di lintang yang lebih rendah dari biasanya.
Q
Apa yang menyebabkan terjadinya aurora?
A
Aurora terjadi ketika partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan medan magnet Bumi, menghasilkan cahaya di langit.
Q
Kapan puncak aktivitas bintik matahari terjadi?
A
Puncak aktivitas bintik matahari terjadi setiap 11 tahun selama solar maximum, yang saat ini berlangsung hingga 2026.