Indonesia Bentuk Konsorsium Riset untuk Atasi Masalah Sosial dan Industri
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia Bentuk Konsorsium Riset untuk Atasi Masalah Sosial dan Industri

Membentuk dan melaksanakan kebijakan riset nasional yang menjawab permasalahan nyata masyarakat serta mempercepat industrialisasi dan kemajuan Indonesia melalui inovasi dan teknologi.

05 Feb 2026, 13.15 WIB
198 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan riset yang relevan dengan permasalahan masyarakat.
  • Kolaborasi antara Bappenas dan BRIN penting untuk pengembangan teknologi dan inovasi.
  • Riset harus segera dilakukan untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat.
Jakarta, Indonesia - Pada tanggal 5 Februari 2026, sejumlah menteri dan kepala lembaga di Indonesia mengadakan rapat di kantor Bappenas Jakarta untuk membahas riset nasional. Rapat ini bertujuan memastikan riset yang dilakukan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan rencana pembangunan negara.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa akan dibentuk kelompok riset khusus yang fokus pada masalah nyata seperti pengelolaan sampah, kebersihan, tata kota, banjir, dan tata kelola air. Konsorsium riset ini diharapkan dapat segera mengerjakan riset yang implementatif sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam rapat tersebut juga disepakati peluncuran kebijakan riset nasional bersama konsorsium yang direncanakan minggu depan. Selain itu, kerja sama antara Kementerian Pendidikan dengan BRIN terus diperkuat, khususnya dalam pendanaan dan penyusunan proposal riset.
Salah satu fokus utama adalah membangun infrastruktur riset tunggal yang bisa digunakan bersama oleh BRIN dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akses pada sumber daya riset secara nasional.
Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya riset yang dapat memproyeksikan kerangka industrialisasi masa depan Indonesia. Kepala Bappenas Rachmat Pambudy juga menyampaikan bahwa riset yang inovatif dan berbasis teknologi adalah kunci bagi percepatan Indonesia menjadi negara maju.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260205125336-37-708442/arahan-prabowo-jajaran-menteri-dan-brin-langsung-rapat-bahas-ini

Analisis Ahli

Brian Yuliarto
"Riset harus implementatif dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat agar hasilnya dapat langsung dirasakan manfaatnya."
Arif Satria
"BRIN harus memproyeksikan kerangka industrialisasi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan melalui riset yang kuat."

Analisis Kami

"Langkah pembentukan konsorsium riset adalah strategi tepat untuk memaksimalkan kolaborasi antar lembaga penelitian dan pendidikan di Indonesia. Namun, keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada kesinambungan pendanaan dan kemudahan akses infrastruktur riset yang benar-benar dapat digunakan bersama tanpa hambatan birokrasi."

Prediksi Kami

Dalam waktu dekat, Indonesia akan melihat kebijakan riset yang lebih terintegrasi dan berfokus pada masalah nyata masyarakat yang mampu mendukung percepatan industrialisasi dan kemajuan teknologi nasional.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan rapat yang dilakukan oleh menteri dan kepala lembaga di Bappenas?
A
Tujuan rapat adalah untuk membahas riset yang dilakukan di Indonesia sesuai dengan rencana yang ada dan arahan Presiden.
Q
Siapa yang menjelaskan tentang pembentukan kelompok riset khusus?
A
Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang menjelaskan tentang pembentukan kelompok riset khusus.
Q
Apa saja masalah yang akan dijadikan fokus dalam riset tersebut?
A
Masalah yang akan menjadi fokus riset antara lain sampah, kebersihan, tata kota, masalah banjir, dan tata kelola air.
Q
Apa peran BRIN dalam konteks rapat ini?
A
BRIN berperan sebagai lembaga riset yang akan membantu memproyeksikan kerangka industrialisasi berbasis sains dan teknologi.
Q
Mengapa inovasi dan teknologi dianggap penting untuk Indonesia?
A
Inovasi dan teknologi dianggap penting karena menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan Indonesia menjadi negara maju.