Perseteruan Hukum Data Breach Coupang Picu Ketegangan Korea-AS
Courtesy of TechCrunch

Perseteruan Hukum Data Breach Coupang Picu Ketegangan Korea-AS

Menjelaskan perseteruan hukum dan politik yang terjadi akibat insiden kebocoran data di Coupang dan dampaknya terhadap hubungan dagang serta regulasi antara Korea Selatan dan Amerika Serikat, sekaligus menyoroti klaim perlakuan tidak adil pemerintah Korea terhadap perusahaan yang memiliki basis besar di AS.

12 Feb 2026, 23.56 WIB
285 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pelanggaran data Coupang telah berkembang menjadi isu geopolitik antara AS dan Korea Selatan.
  • Investor AS menilai bahwa pemerintah Korea Selatan tidak adil dalam menangani Coupang dibandingkan dengan perusahaan lokal lainnya.
  • Kasus ini berpotensi mempengaruhi hubungan perdagangan dan investasi antara AS dan Korea Selatan.
Seoul, Korea Selatan - Pada Desember 2025, Coupang, perusahaan e-commerce yang beroperasi di Korea Selatan dan berkantor pusat di Amerika Serikat, mengumumkan kebocoran data besar yang menyangkut informasi pribadi 34 juta pelanggan di Korea Selatan. Kebocoran data tersebut berlangsung selama lebih dari lima bulan dan mengakibatkan kecurigaan serta tindakan tegas dari pemerintah Korea Selatan.
Investor Amerika Serikat yang berinvestasi di Coupang merasa bahwa pemerintah Korea Selatan melakukan penyelidikan yang diskriminatif dan tidak adil terhadap Coupang dibandingkan kasus kebocoran data lain yang sama atau lebih parah. Investor tersebut termasuk Greenoaks, Altimeter, Abrams Capital, Durable Capital Partners, dan Foxhaven Asset Management yang kini mengajukan arbitrasi dengan menggunakan mekanisme di bawah perjanjian perdagangan bebas Korea-AS.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah perbedaan penanganan atas kebocoran data Coupang dibandingkan dengan kebocoran data perusahaan lain seperti KakaoPay dan SK Telecom. Meskipun kasus lain melibatkan lebih banyak data atau risiko, Coupang justru menghadapi tekanan yang jauh lebih besar, termasuk ancaman denda miliaran won dan pembekuan operasi perusahaan, bahkan larangan perjalanan bagi eksekutifnya.
Pemerintah Korea Selatan melalui Kementerian Ilmu dan Teknologi Informasi menuding bahwa kebocoran tersebut dilakukan oleh mantan karyawan yang menyalahgunakan akses ke sistem keamanan Coupang, dan mereka juga menilai Coupang lalai dalam melaporkan dan menanggapi insiden tersebut sesuai peraturan. Sementara itu, Coupang berusaha meyakinkan publik dan investor bahwa data yang diambil sudah dimusnahkan dengan jumlah yang jauh lebih kecil dari yang diklaim oleh pemerintah.
Kejadian ini memicu perdebatan luas tidak hanya soal penanganan kebocoran data, tetapi juga soal apakah Korea Selatan melakukan praktik proteksionisme digital yang merugikan perusahaan asing, dan memperumit hubungan ekonomi serta politik antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Risiko sengketa perdagangan yang lebih luas pun mulai membayangi dan mengundang perhatian aktor global.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/12/more-u-s-investors-sue-south-korean-government-over-handling-of-coupang-data-breach/

Analisis Ahli

Adam Farrar
"Kasus ini bukan hanya soal kebocoran data, tapi juga mencerminkan ketegangan yang lebih besar antara AS dan Korea Selatan mengenai perlakuan terhadap perusahaan teknologi Amerika. Sengketa ini berpotensi memicu risiko perdagangan lebih luas dan menunjukkan dinamika kompleks terkait lokasi perusahaan serta regulasi digital yang proteksionis."

Analisis Kami

"Penanganan ketat pemerintah Korea Selatan terhadap Coupang menunjukkan sinyal kuat bahwa negara tersebut berupaya melindungi pasar domestik dengan agresif, meskipun hal ini dapat dianggap diskriminatif terhadap perusahaan asing atau berafiliasi asing. Ini membuka ruang bagi ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi iklim investasi asing dan hubungan bilateral di masa depan, terutama bagi perusahaan teknologi yang beroperasi lintas negara."

Prediksi Kami

Perselisihan hukum antara investor Coupang dan pemerintah Korea Selatan kemungkinan akan berlanjut ke arbitrase ISDS, dan berpotensi memicu ketegangan perdagangan yang lebih besar antara Korea Selatan dan Amerika Serikat di sektor teknologi dan perlindungan data.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan Coupang di Korea Selatan?
A
Coupang mengalami pelanggaran data besar yang mengakibatkan kebocoran informasi pribadi hampir 34 juta pelanggan.
Q
Mengapa investor AS mengambil tindakan hukum terhadap pemerintah Korea Selatan?
A
Investor AS mengklaim bahwa mereka dirugikan oleh penyelidikan pemerintah yang diskriminatif terhadap Coupang.
Q
Apa saja jenis informasi yang bocor dalam pelanggaran data Coupang?
A
Informasi yang bocor termasuk nama, alamat email, nomor telepon, alamat pengiriman, dan riwayat pesanan.
Q
Bagaimana pemerintah Korea Selatan memperlakukan Coupang dibandingkan dengan perusahaan lain?
A
Pemerintah Korea Selatan memberikan penalti yang lebih berat kepada Coupang dibandingkan dengan perusahaan lain yang mengalami pelanggaran data serupa.
Q
Apa yang diharapkan investor AS dari arbitrase internasional?
A
Investor AS berharap untuk mendapatkan kompensasi melalui arbitrase internasional berdasarkan Perjanjian Perdagangan Bebas Korea-AS.