Sengketa Besar Coupang: Kebocoran Data Jadi Pemicu Konflik AS-Korea Selatan
Courtesy of TechCrunch

Sengketa Besar Coupang: Kebocoran Data Jadi Pemicu Konflik AS-Korea Selatan

Menguraikan sengketa antara investor Amerika Serikat dan pemerintah Korea Selatan yang bermula dari kebocoran data besar di Coupang dan menyoroti isu perlakuan tidak adil terhadap perusahaan teknologi AS oleh otoritas Korea Selatan, serta implikasi geopolitik dan ekonomi yang ditimbulkan.

12 Feb 2026, 23.56 WIB
37 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Coupang mengalami pelanggaran data besar yang melibatkan jutaan informasi pelanggan.
  • Investor AS menuduh pemerintah Korea Selatan melakukan investigasi yang diskriminatif terhadap Coupang.
  • Kasus ini menyoroti ketidaksetaraan dalam penanganan pelanggaran data antara Coupang dan perusahaan lain di Korea Selatan.
Seoul, Korea Selatan - Pada Desember 2025, Coupang, perusahaan e-commerce yang berkantor pusat di Seattle namun beroperasi di Korea Selatan, mengalami kebocoran data besar yang mempengaruhi sekitar 34 juta pelanggan. Kebocoran ini menyebabkan nama, email, nomor telepon, alamat pengiriman, dan riwayat pemesanan pelanggan terekspos selama lebih dari lima bulan.
Pemerintah Korea Selatan bereaksi dengan melakukan investigasi ketat dan mengancam kemungkinan denda besar terhadap Coupang, berbeda jauh dengan penanganan kasus kebocoran data perusahaan lain seperti KakaoPay dan SK Telecom, yang menurut investor AS dianggap tidak konsisten dan diskriminatif.
Investor dari Amerika Serikat, termasuk Greenoaks dan Altimeter, merasa bahwa perlakuan pemerintah Korea Selatan terhadap Coupang tidak adil dan melanggar ketentuan FTA AS-Korea. Mereka pun mengajukan pemberitahuan niat untuk melakukan arbitrasi internasional melalui mekanisme investor–state dispute settlement (ISDS).
Kasus ini tidak hanya terkait masalah kebocoran data tapi juga memiliki implikasi geopolitik karena Coupang adalah perusahaan AS yang meraih hampir semua pendapatannya di Korea Selatan. Masalah ini memperbesar ketegangan antara AS dan Korea Selatan dalam konteks perdagangan dan kebijakan teknologi.
Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa kebocoran dilakukan oleh mantan pegawai Coupang yang mengakses dan menghapus sebagian data tanpa melaporkan segera. Coupang pun mengganti CEO dan berjanji melakukan perbaikan. Namun, tekanan politik dan dukungan untuk sanksi berat tetap kuat, menambah ketegangan dalam penyelesaian sengketa ini.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/12/more-u-s-investors-sue-south-korean-government-over-handling-of-coupang-data-breach/

Analisis Ahli

Adam Farrar
"Kasus Coupang mencerminkan ketegangan yang lebih luas mengenai perlakuan pemerintah Korea Selatan terhadap perusahaan teknologi AS, yang dapat memicu risiko tarif dan sengketa perdagangan serius antara kedua negara."

Analisis Kami

"Kasus ini menunjukkan bahwa penegakan hukum data di Korea Selatan masih belum konsisten dan rentan menjadi alat politik yang merugikan perusahaan asing, terutama yang berbasis di AS. Pemerintah Korea harus menciptakan regulasi yang lebih adil dan terukur agar tidak merusak kepercayaan investor asing dan menjaga hubungan bilateral yang sehat."

Prediksi Kami

Sengketa ini kemungkinan akan berlanjut ke arbitrasi internasional yang dapat mempengaruhi hubungan perdagangan AS-Korea Selatan serta memaksa Korea Selatan meninjau kembali kebijakan perlindungan data dan penegakan hukumnya agar lebih adil dan transparan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan Coupang pada Desember 2025?
A
Coupang mengungkapkan bahwa hampir 34 juta informasi pelanggan Korea telah bocor dalam sebuah pelanggaran data yang berlangsung lebih dari lima bulan.
Q
Mengapa investor Coupang mengambil tindakan hukum terhadap pemerintah Korea Selatan?
A
Investor Coupang mengklaim bahwa mereka mengalami kerugian akibat investigasi pemerintah yang dianggap diskriminatif terhadap perusahaan.
Q
Apa yang menjadi dasar klaim investor terhadap pemerintah Korea Selatan?
A
Investor berargumen bahwa pemerintah Korea Selatan melakukan 'serangan tanpa preseden' terhadap Coupang dengan perlakuan yang tidak adil dibandingkan dengan perusahaan lain.
Q
Siapa yang menggantikan CEO Coupang setelah pelanggaran data?
A
CEO Coupang yang baru adalah Harold Rogers, seorang pengacara dari induk perusahaan di AS.
Q
Apa yang diminta oleh pemerintah Korea Selatan terhadap Coupang terkait pelanggaran data?
A
Pemerintah Korea Selatan meminta Coupang untuk menyusun rencana pencegahan dan memonitor kepatuhan hingga Juli 2026.