NIAID Ubah Fokus Penelitian, Kurangi Kesiapsiagaan Pandemi dan Biodefense
Courtesy of NatureMagazine

NIAID Ubah Fokus Penelitian, Kurangi Kesiapsiagaan Pandemi dan Biodefense

Mengomunikasikan perubahan visi dan prioritas NIAID dalam pendanaan dan fokus riset, yang kini memprioritaskan imunologi dasar dan penyakit infeksi yang berdampak langsung pada AS, sambil mengurangi perhatian pada biodefense dan kesiapsiagaan pandemi.

13 Feb 2026, 07.00 WIB
108 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • NIAID mengalihkan fokus penelitian dari biodefense dan persiapan pandemi ke imunologi dan penyakit menular saat ini.
  • Penghapusan istilah terkait biodefense dan pandemi dapat mengurangi kesiapan AS terhadap ancaman kesehatan di masa depan.
  • Transformasi ini dilakukan sebagai respons terhadap kritik terhadap pengelolaan kesehatan masyarakat selama pandemi COVID-19.
Bethesda, Amerika Serikat - NIAID, sebuah institut penelitian terkemuka di Amerika Serikat yang fokus pada penyakit menular, sedang mengalami perubahan besar dalam fokus penelitiannya. Mereka diminta menghilangkan kata-kata seperti 'biodefense' dan 'pandemic preparedness' dari situs web resminya. Hal ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengubah arah penelitian dari memprediksi penyakit di masa depan menjadi lebih fokus pada penyakit yang sedang menyerang masyarakat Amerika saat ini.
Perubahan ini dijelaskan oleh direktur NIH, Jay Bhattacharya, yang mengatakan NIAID akan beralih dari model lama yang mengutamakan penelitian HIV, biodefense, dan kesiapsiagaan selama pandemi. Dana sekitar satu pertiga dari total anggaran NIAID sebesar 6,6 miliar dolar AS saat ini digunakan untuk penelitian penyakit menular yang muncul dan biodefense. Namun, fokus ini akan disesuaikan agar lebih mengutamakan imunologi dasar dan penyakit yang kini banyak terjadi di Amerika Serikat.
Keputusan ini mendapat kritik dari sejumlah ahli seperti Nahid Bhadelia yang mengatakan bahwa mengurangi perhatian pada biodefense dan kesiapsiagaan pandemi bisa membuat warga Amerika lebih rentan terhadap penyakit baru yang terus muncul dari alam liar dan menular ke manusia. Ia berpendapat bahwa mengabaikan risiko ini tidak membuat masalahnya hilang, tapi justru membuat kita kurang siap menghadapi ancaman tersebut.
Perubahan arah ini juga terjadi di tengah tekanan politik dan pergantian pimpinan di NIAID. Mantan direktur Anthony Fauci yang menjabat selama 38 tahun digantikan setelah kritik dari pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kebijakan penanganan pandemi Covid-19, seperti lockdown dan penutupan sekolah. Saat ini, Jeffery Taubenberger memimpin NIAID sebagai pelaksana tugas direktur sambil melaksanakan visi baru yang menekankan masalah kesehatan umum seperti alergi dan gangguan autoimun.
Langkah pertama dalam perubahan ini adalah instruksi bagi staf NIAID untuk mengubah bahasa di situs mereka dan peninjauan ulang dana riset biodefense dan kesiapsiagaan pandemi. Meski NIH menyebut arah baru ini membantu mengatasi tantangan kesehatan paling mendesak bagi warga AS, para kritikus menyatakan langkah ini berisiko melemahkan kesiapan nasional terhadap wabah penyakit yang mungkin terjadi di masa depan.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00468-1

Analisis Ahli

Nahid Bhadelia
"Dengan mengurangi perhatian pada biodefense, AS akan menghadapi kerentanan lebih besar terhadap patogen yang terus bermutasi dan muncul dari alam liar, mengancam kesiapan nasional."
Jay Bhattacharya
"Transformasi NIAID merupakan upaya untuk mengalihkan fokus pada isu-isu kesehatan yang lebih mendesak bagi warga AS saat ini, termasuk alergi dan gangguan autoimun."

Analisis Kami

"Keputusan ini tampak terlalu reaktif terhadap tekanan politik, mengabaikan pentingnya penelitian proaktif untuk mencegah pandemi berikutnya. Mengurangi fokus pada biodefense bisa menjadi langkah mundur berbahaya karena ancaman penyakit menular muncul secara global tanpa henti."

Prediksi Kami

Dengan penurunan prioritas pada biodefense dan kesiapsiagaan pandemi, kemungkinan kesiapan dan respons AS terhadap wabah penyakit baru di masa depan akan menurun, yang dapat menyebabkan risiko kesehatan masyarakat yang meningkat.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diinstruksikan kepada staf NIAID terkait penggunaan bahasa di situs web mereka?
A
Staf NIAID diinstruksikan untuk menghapus kata 'biodefense' dan 'pandemic preparedness' dari halaman web institut tersebut.
Q
Mengapa NIAID mengubah fokus penelitian mereka?
A
NIAID mengubah fokus penelitian mereka untuk lebih memprioritaskan imunologi dasar dan penyakit menular yang saat ini mempengaruhi masyarakat Amerika.
Q
Siapa yang menjelaskan transformasi di NIAID pada acara baru-baru ini?
A
Jay Bhattacharya menjelaskan transformasi di NIAID pada acara yang dihadiri oleh pejabat tinggi lembaga tersebut.
Q
Apa dampak yang diperkirakan dari deprioritisasi biodefense dan pandemi preparedness?
A
Dampak dari deprioritisasi ini diperkirakan akan membuat masyarakat di AS lebih rentan terhadap patogen yang terus berkembang.
Q
Siapa yang menjadi direktur sementara NIAID setelah pemecatan Jeanne Marrazzo?
A
Jeffery Taubenberger menjadi direktur sementara NIAID setelah pemecatan Jeanne Marrazzo.