Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Alat Coding Agens yang Merevolusi Produktivitas Pengembang

Share

Integrasi alat coding agentic dari perusahaan besar seperti GitHub, Apple, serta inisiatif OpenAI dan Anthropic mulai mengubah cara kerja para pengembang dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

05 Feb 2026, 00.00 WIB

GitHub Hadirkan Agen AI Coding Claude dan Codex Langsung di Platformnya

GitHub Hadirkan Agen AI Coding Claude dan Codex Langsung di Platformnya
GitHub kini menghadirkan dua agen AI coding baru, Claude dari Anthropic dan Codex dari OpenAI, secara langsung di dalam platform GitHub, GitHub Mobile, dan Visual Studio Code. Fitur ini memungkinkan para pengembang memilih agen AI mana yang ingin digunakan dalam mengerjakan berbagai tugas coding, sehingga pekerjaan bisa lebih fleksibel dan efisien. Akses ke agen AI ini untuk saat ini hanya tersedia bagi pengguna dengan langganan Copilot Pro Plus atau Copilot Enterprise dalam tahap preview publik. Fitur baru ini adalah bagian dari visi GitHub yang disebut Agent HQ, yang bertujuan mengurangi masalah perpindahan konteks yang sering dialami pengembang saat menggunakan berbagai alat. Dengan adanya tiga agen seperti Copilot, Claude, dan Codex dalam satu platform, pengembang akan dapat memilih sekaligus membandingkan hasil yang diberikan oleh setiap AI. Developer juga dapat menugaskan agen tertentu ke masalah atau permintaan pull request dalam proyek, sehingga kolaborasi coding menjadi lebih mudah dan terorganisir. Integrasi ini juga merupakan bagian dari strategi GitHub untuk cepat mengadopsi model AI dari berbagai pihak, termasuk Google, Cognition, dan xAI, yang sedang diajak bekerjasama agar produk mereka bisa ikut masuk ke ekosistem GitHub. Microsoft juga terlihat menguji Claude Code di dalam lingkungannya untuk membandingkan dengan Copilot demi meningkatkan layanan GitHub Copilot. Ke depannya, akses agen coding ini akan diperluas ke jenis langganan lain dan lebih banyak agen AI akan tersedia di platform GitHub, Visual Studio Code, dan Copilot CLI. Ini menjadi kemajuan penting yang bisa merubah cara developer bekerja dan mempercepat pembuatan software dengan bantuan kecerdasan buatan.
04 Feb 2026, 01.00 WIB

Apple Rilis Xcode 26.3 dengan Agentic Coding, Memudahkan Kode dengan AI Canggih

Apple Rilis Xcode 26.3 dengan Agentic Coding, Memudahkan Kode dengan AI Canggih
Apple baru saja merilis versi terbaru Xcode 26.3 yang kini memungkinkan developer menggunakan alat coding berbasis AI seperti Claude Agent dari Anthropic dan Codex dari OpenAI langsung di dalam Xcode. Ini merupakan kelanjutan dari pembaruan sebelumnya yang sudah mendukung ChatGPT dan Claude, memudahkan pengembang aplikasi Apple dalam berbagai platform seperti iPhone, iPad, dan Mac. Fitur agentic coding memungkinkan model AI memahami struktur proyek pengembang dengan lebih baik, mengambil dokumentasi terbaru dari Apple, dan membantu melakukan proses coding, pengujian, serta perbaikan bug secara otomatis. Para pengembang juga bisa memilih model AI yang diinginkan dan menggunakan perintah bahasa alami untuk meminta fitur tertentu dalam aplikasi mereka. Apple menggunakan MCP atau Model Context Protocol untuk menghubungkan kemampuan AI dengan fitur-fitur Xcode seperti manajemen file, penjelajah proyek, dan preview, yang membuat AI bisa lebih efektif dalam melakukan tugasnya. Apple juga bekerja sama dengan Anthropic dan OpenAI untuk mengoptimalkan performa dan efisiensi penggunaan token AI di dalam aplikasi ini. Selama pengembangan kode, perubahan yang dibuat AI akan terlihat jelas dengan highlight yang menunjukkan bagian kode yang dimodifikasi, serta transcript yang menjelaskan proses AI saat bekerja. Pendekatan ini diharapkan membantu developer baru belajar coding dengan transparansi yang tinggi. Workshop khusus juga disediakan Apple agar developer bisa belajar langsung menggunakan fitur baru ini secara real-time. AI agent akan menguji hasil kode yang dibuat dan melakukan iterasi perbaikan jika ada masalah. Developer juga bisa mengembalikan perubahan ke versi sebelumnya kapan pun, karena Xcode membuat milestone setiap kali AI melakukan perubahan. Dengan fitur agentic coding ini, Apple membawa pengembangan aplikasi ke level yang lebih otomatis dan mudah diakses semua kalangan developer.
04 Feb 2026, 01.00 WIB

Apple Hadirkan Kode Otomatis di Xcode untuk Bantu Developer dengan AI Canggih

Apple Hadirkan Kode Otomatis di Xcode untuk Bantu Developer dengan AI Canggih
Apple baru saja merilis Xcode versi 26.3 yang memungkinkan para pengembang menggunakan alat coding cerdas berbasis AI secara langsung di dalam aplikasi pengembangan mereka. Dengan bantuan integrasi agen AI seperti Claude dari Anthropic dan Codex dari OpenAI, proses membuat dan memperbaiki aplikasi kini bisa berjalan lebih cepat dan mudah. Fitur baru ini memungkinkan AI mengakses dokumentasi terbaru Apple untuk memastikan bahwa kode yang dihasilkan selalu menggunakan API yang benar dan mengikuti praktik terbaik. Hal ini sangat membantu developer agar tidak ketinggalan informasi teknis terbaru serta menjaga kualitas aplikasi yang dibangun. Xcode kini menggunakan protokol model konteks (MCP) yang memudahkan AI agent berinteraksi dengan fitur Xcode, termasuk manajemen file, preview, snippet, serta penjelasan dan struktur proyek secara detail. Pengguna dapat mengendalikan jenis model AI yang ingin dipakai lewat menu pilihan di dalam aplikasi. Selama proses coding, AI membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dilihat dan dimonitor oleh pengembang, sehingga transparansi tetap terjaga. Kode yang berubah akan disorot dan ada rekaman interaksi di layar yang memudahkan pemahaman, terutama bagi pengguna baru yang sedang belajar coding. Apple juga mengadakan workshop khusus agar pengguna dapat belajar bersama menggunakan teknologi ini secara langsung. Dengan fitur ini, AI tidak hanya menulis kode, tapi juga melakukan pengujian dan perbaikan otomatis, serta menyediakan opsi untuk mengembalikan kode ke versi sebelumnya jika hasilnya kurang memuaskan.
03 Feb 2026, 01.19 WIB

OpenAI Luncurkan Aplikasi MacOS Codex dengan AI Lebih Cepat dan Canggih

OpenAI Luncurkan Aplikasi MacOS Codex dengan AI Lebih Cepat dan Canggih
AI telah membawa perubahan besar dalam cara pembuatan software, dimana banyak tugas pemrograman yang sebelumnya dilakukan manual kini bisa dikerjakan oleh agen-agen AI yang bekerja bersama. Namun, munculnya berbagai bentuk kolaborasi manusia dan AI membuat beberapa laboratorium AI sulit mengikuti perkembangan terbaru. Tren saat ini mengarah pada pengembangan software yang menggunakan agen AI yang bisa bekerja sendiri, seperti aplikasi Claude Code dan Cowork. Di sisi lain, OpenAI secara bertahap mengembangkan Codex, yang awalnya berbasis command line dan kemudian mendapat antarmuka web. Baru-baru ini, OpenAI meluncurkan aplikasi baru Codex untuk MacOS yang bisa bekerja dengan banyak agen AI sekaligus. Aplikasi ini mengintegrasikan model GPT-5.2-Codex terbaru yang merupakan model coding paling kuat yang pernah dibuat OpenAI. Aplikasi baru ini memiliki fitur seperti automasi yang berjalan di latar belakang dan memungkinkan pengguna memilih 'kepribadian' agen AI sesuai gaya kerja mereka. Meski GPT-5.2 unggul pada beberapa pengujian, model dari kompetitor lain seperti Gemini 3 dan Claude Opus masih menunjukkan performa yang mirip. Menurut CEO OpenAI, Sam Altman, kecepatan dalam membangun software dengan AI adalah kelebihan utama aplikasi ini. Dengan aplikasi Codex, pengguna bisa membuat software kompleks dalam hitungan jam hanya dengan memasukkan ide baru secara cepat.
03 Feb 2026, 01.19 WIB

OpenAI Hadirkan Aplikasi Codex macOS dengan Agen AI Pintar untuk Coding Cepat

OpenAI Hadirkan Aplikasi Codex macOS dengan Agen AI Pintar untuk Coding Cepat
AI kini semakin mengubah cara perangkat lunak dibuat dengan agen AI yang bisa bekerja mandiri dalam mengerjakan tugas coding. OpenAI dan perusahaan lain berlomba menghadirkan aplikasi yang memudahkan pengembang dalam berkolaborasi dengan AI. Tren ini dikenal sebagai pengembangan perangkat lunak agentik, di mana agen AI mengambil alih sebagian besar pekerjaan rutin pemrograman. OpenAI baru saja meluncurkan aplikasi Codex untuk macOS yang dirancang untuk bekerja dengan banyak agen AI sekaligus. Aplikasi ini dibangun dengan teknologi GPT-5.2-Codex, model pengkodean paling mutakhir yang diluncurkan beberapa minggu lalu. Aplikasi ini membawa berbagai fitur baru yang memudahkan pengembang mengatur automasi dan memilih kepribadian agen yang cocok dengan gaya kerja mereka. Meski GPT-5.2 menduduki peringkat teratas dalam tes TerminalBench, skor agen dari kompetitor seperti Claude Opus dan Gemini 3 tidak jauh berbeda. Ini menunjukkan bahwa kualitas pengalaman pengguna dan kemampuan agentik sangat menentukan, tidak hanya kekuatan model AI semata. Penggunaan aplikasi agentik dalam pengkodean nyata masih sulit dinilai dengan tepat lewat benchmark standar. Fitur utama aplikasi Codex termasuk kemampuannya menjalankan automasi secara otomatis dan menyimpan hasilnya untuk ditinjau kemudian. Pengguna dapat memilih kepribadian agen yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari yang sangat pragmatis hingga lebih empatik. Hal ini memungkinkan AI berinteraksi lebih personal sehingga meningkatkan produktivitas pengembang. CEO OpenAI, Sam Altman, percaya bahwa aplikasi Codex dapat mempercepat proses pengembangan perangkat lunak dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa batas pembangunan perangkat lunak kini hanya secepat pengguna mengetikkan ide mereka. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengembang bisa menciptakan perangkat lunak yang kompleks namun selesai dalam hitungan jam.

Baca Juga

  • Pemerintah Tingkatkan Pengawasan terhadap Privasi Pengguna oleh Raksasa Teknologi

  • Restrukturisasi Strategis Industri Semikonduktor di Tengah Persaingan Global

  • Meningkatnya Penipuan Finansial Digital di Indonesia

  • Amazon Perluas Jangkauan Konsumen dengan Peluncuran Alexa+

  • Alat Coding Agens yang Merevolusi Produktivitas Pengembang