
OpenAI, pengembang teknologi AI terkenal di dunia, dikabarkan mulai merasa tidak puas dengan performa chip AI terbaru dari Nvidia. Hal ini disebabkan oleh kecepatan chip Nvidia yang kurang memuaskan untuk beberapa jenis permasalahan yang muncul saat menggunakan ChatGPT, produk AI yang dikembangkan OpenAI.
Karena ketidakpuasan tersebut, OpenAI mencari alternatif chip yang bisa memberikan inferensi atau pengambilan keputusan oleh AI secara lebih cepat. Salah satu langkahnya adalah menjalin kerja sama dengan perusahaan startup Groq dalam kesepakatan senilai 20 miliar dolar AS, yang dinilai bisa lebih cepat dalam hal komputasi AI.
Meskipun demikian, Nvidia yang sebelumnya ingin berinvestasi sampai 100 miliar dolar AS ke OpenAI, membantah adanya ketegangan antara keduanya. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa perusahaan tetap berkomitmen dan akan terus mendukung pelanggan mereka, termasuk OpenAI.
OpenAI juga menyatakan masih bergantung pada chip Nvidia untuk sebagian besar armadanya. Bahkan CEO OpenAI Sam Altman memuji Nvidia sebagai pembuat chip AI terbaik di dunia, berharap kerjasama mereka tetap terjalin erat di masa depan.
Situasi ini menunjukkan dinamika yang menarik di industri chip AI, di mana perusahaan besar seperti Nvidia menghadapi tantangan dari startup baru yang menawarkan teknologi lebih cepat dan efisien. Hal ini dapat mengubah peta persaingan dan kerja sama di sektor teknologi AI global.