Meta Hadapi Tantangan Besar Setelah Investasi 14,3 Miliar di Scale AI
Courtesy of TechCrunch

Meta Hadapi Tantangan Besar Setelah Investasi 14,3 Miliar di Scale AI

Mengungkap tantangan dan dinamika di balik investasi besar Meta di Scale AI, serta dampaknya pada pengembangan AI Meta dan upaya mereka mempertahankan talenta untuk merebut posisi terdepan di bidang kecerdasan buatan.

30 Agt 2025, 08.34 WIB
88 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Investasi besar Meta di Scale AI tidak menjamin keberhasilan kolaborasi yang diharapkan.
  • Kualitas data dari Scale AI dipertanyakan oleh para peneliti di Meta, yang lebih memilih untuk bekerja dengan vendor lain.
  • Meta menghadapi tantangan dalam mempertahankan bakat dan mengatasi kekacauan dalam tim AI-nya setelah melakukan banyak perekrutan.
Louisiana, Amerika Serikat - Meta menginvestasikan 14,3 miliar dolar AS ke perusahaan data AI bernama Scale AI dan membawa CEO Scale, Alexandr Wang, bersama sejumlah eksekutifnya untuk memimpin laboratorium AI baru bernama Meta Superintelligence Labs atau MSL. Meski investasi besar, hubungan kedua perusahaan mulai bermasalah saat beberapa eksekutif Scale pergi dari Meta dalam waktu singkat.
Salah satu eksekutif penting dari Scale, Ruben Mayer, meninggalkan Meta setelah hanya dua bulan bekerja. Mayer bertugas mengawasi tim operasi data AI tapi tidak terlibat langsung dengan unit inti pengembangan superintelligence yang disebut TBD Labs, yang justru lebih memilih menggunakan data dari pesaing Scale, seperti Mercor dan Surge.
Para peneliti di TBD Labs menganggap kualitas data dari Scale AI kurang memuaskan dan lebih memilih vendor lain, meskipun Meta sudah menanamkan investasi besar. Sebelumnya, Scale AI mengandalkan tenaga kerja murah untuk anotasi data sederhana, tapi kini model ini tidak cukup karena AI memerlukan data berkualitas dari ahli bidang spesifik seperti dokter dan ilmuwan.
Meta sendiri sedang mengalami masa sulit dalam merekrut dan mempertahankan talenta AI terbaik, dengan beberapa peneliti bergabung lalu meninggalkan perusahaan. CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga menunjukkan ketidaksabaran setelah kegagalan peluncuran Llama 4 dan berupaya keras merekrut peneliti top dari OpenAI dan Google, sekaligus membangun fasilitas data center besar untuk mendukung pengembangan AI.
Situasi yang penuh tantangan ini menimbulkan pertanyaan apakah Meta mampu menstabilkan operasional AI-nya dan mewujudkan ambisinya menjadi pemimpin teknologi di bidang kecerdasan buatan. MSL dikabarkan sedang mengerjakan model AI generasi berikutnya yang direncanakan rilis akhir tahun ini.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2025/08/29/cracks-are-forming-in-metas-partnership-with-scale-ai/

Analisis Kami

"Investasi besar Meta di Scale AI tampaknya lebih berfungsi sebagai strategi perekrutan talenta top daripada kemitraan eksklusif untuk data berkualitas. Perlu ada perbaikan signifikan dalam manajemen internal dan fokus pada kualitas data agar usaha Meta meraih terobosan AI dapat tercapai."

Analisis Ahli

Yann LeCun
"Investasi besar dalam AI harus diiringi dengan manajemen yang solid dan kolaborasi yang efektif antar tim agar inovasi tetap berjalan lancar."
Fei-Fei Li
"Kualitas data sangat krusial dalam pengembangan AI; memilih vendor yang tepat dan mempertahankan talenta adalah kunci utama kesuksesan jangka panjang."

Prediksi Kami

Meta kemungkinan akan terus memadukan kerja sama dengan berbagai penyedia data selain Scale AI dan melakukan restrukturisasi internal untuk mempertahankan talenta serta mempercepat pengembangan model AI generasi berikutnya agar dapat bersaing dengan OpenAI dan Google.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan hubungan antara Meta dan Scale AI mulai merenggang?
A
Hubungan antara Meta dan Scale AI mulai merenggang karena beberapa eksekutif dari Scale AI, termasuk Ruben Mayer, telah meninggalkan Meta setelah waktu yang singkat.
Q
Siapa yang mengawasi tim operasi data AI di Meta sebelum meninggalkan perusahaan?
A
Ruben Mayer mengawasi tim operasi data AI di Meta sebelum meninggalkan perusahaan setelah dua bulan.
Q
Mengapa beberapa peneliti di TBD Labs lebih memilih vendor data lain daripada Scale AI?
A
Beberapa peneliti di TBD Labs lebih memilih vendor data lain karena mereka menganggap data dari Scale AI memiliki kualitas yang lebih rendah.
Q
Apa yang dilakukan Scale AI setelah kehilangan beberapa pelanggan besar?
A
Setelah kehilangan beberapa pelanggan besar, Scale AI melakukan pemecatan 200 karyawan di bisnis pelabelan data dan berfokus pada penjualan di sektor pemerintah.
Q
Apa yang diharapkan Meta dari MSL dan bagaimana perkembangan tim AI mereka saat ini?
A
Meta berharap MSL dapat membantu mereka dalam pengembangan AI superintelligence, namun tim AI mereka saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam hal stabilitas dan retensi bakat.

Artikel Serupa

Meta Restrukturisasi Tim AI Demi Kejar Teknologi SuperintelligenceYahooFinance
Teknologi
12 hari lalu
91 dibaca

Meta Restrukturisasi Tim AI Demi Kejar Teknologi Superintelligence

Kenapa Insinyur AI Enggan Pindah ke Meta Meski Gajinya BesarTheVerge
Teknologi
1 bulan lalu
135 dibaca

Kenapa Insinyur AI Enggan Pindah ke Meta Meski Gajinya Besar

Persaingan Perekrutan Talenta AI: Meta Tawar Paket Raksasa, OpenAI Unggul InovasiTechCrunch
Teknologi
2 bulan lalu
109 dibaca

Persaingan Perekrutan Talenta AI: Meta Tawar Paket Raksasa, OpenAI Unggul Inovasi

Meta Akuisisi Scale AI Senilai 14,3 Miliar untuk Bangun AI Super PintarTheVerge
Teknologi
2 bulan lalu
184 dibaca

Meta Akuisisi Scale AI Senilai 14,3 Miliar untuk Bangun AI Super Pintar

Meta Investasi Besar di Scale AI untuk Kejar Ketertinggalan di Dunia Kecerdasan BuatanTechCrunch
Teknologi
2 bulan lalu
109 dibaca

Meta Investasi Besar di Scale AI untuk Kejar Ketertinggalan di Dunia Kecerdasan Buatan

Meta Bentuk Lab AI Baru untuk Jadi Pemimpin dalam SuperintelligenceTechCrunch
Teknologi
2 bulan lalu
361 dibaca

Meta Bentuk Lab AI Baru untuk Jadi Pemimpin dalam Superintelligence