
Courtesy of Forbes
Fenomena '67': Kata Viral Tahun 2025 yang Cerminkan Kebutuhan Koneksi Sosial
Mengungkap makna dan fenomena di balik slang viral '67' serta hubungannya dengan masalah sosial seperti kesepian dan kebutuhan akan koneksi, serta menjelaskan bagaimana istilah tersebut menjadi simbol budaya pop yang mencerminkan dinamika sosial masa kini.
10 Nov 2025, 19.22 WIB
209 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- '67' menjadi fenomena viral yang mencerminkan perubahan dalam komunikasi sosial.
- Istilah ini menunjukkan dampak dari media sosial terhadap interaksi antarpersonal.
- Ada kekhawatiran tentang 'brainrot' dan pentingnya mencari cara yang lebih mendalam untuk terhubung.
tidak spesifik, Amerika Serikat - Pada tahun 2025, Dictionary.com memilih kata slang '67' sebagai Word of the Year yang sangat populer dan viral, terutama di kalangan generasi Alpha. Kata ini memiliki arti yang tidak pasti dan sering digunakan untuk menyatakan ketidakpastian atau respons santai, sering disertai gesture tangan unik.
Asal-usul kata '67' diperkirakan berasal dari lagu viral 'Doot Doot (6 7)' oleh Skrilla dan video viral seorang anak yang berteriak '67' di pertandingan basket anak-anak. Termasuk juga penyebarannya lewat figur publik seperti Shaquille O’Neal, meskipun kata ini lebih mengakar pada generasi muda terbaru.
Meskipun kata ini tampak tidak masuk akal dan bersifat 'brainrot'—istilah untuk penurunan kemampuan mental karena konsumsi media yang dangkal—kata ini dianggap sebagai simbol kebutuhan manusia akan ikatan sosial dan kebersamaan yang makin sulit ditemukan di era polarisasi dan kesepian yang meningkat.
Fenomena sosial kesepian yang kian meluas ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum pandemi COVID-19, namun pandemi memperkuat kesadaran dan kebutuhan untuk mengekspresikan diri dan rasa memiliki lewat bahasa gaul seperti '67'. Ini menunjukkan keinginan kuat untuk terhubung dan berbagi momen ringan bersama.
Walau '67' menjadi tren yang menghibur, hal ini bukan solusi atas akar persoalan kesepian dan keterputus sosial. Perlu pendekatan lebih serius demi memperbaiki kondisi sosial agar tidak sekadar mengandalkan kemunculan meme dan istilah lucu untuk mengatasi masalah sangat kompleks ini.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/brucelee/2025/11/10/what-67-as-dictionarycom-2025-word-of-the-year-says-about-society/
[1] https://www.forbes.com/sites/brucelee/2025/11/10/what-67-as-dictionarycom-2025-word-of-the-year-says-about-society/
Analisis Ahli
Steve Johnson
"'67' bukan sekadar kata slang tapi fenomena budaya yang mencerminkan keinginan untuk keterhubungan sosial dalam masyarakat yang terpolarisasi dan kesepian."
Analisis Kami
"Fenomena slang '67' menunjukkan bagaimana generasi muda mencoba membentuk budaya komunikasi mereka sendiri di tengah krisis sosial yang semakin nyata. Meskipun tampak remeh dan membingungkan, istilah ini mencerminkan kebutuhan manusia yang mendasar akan koneksi dan rasa memiliki dalam dunia yang semakin fragmented."
Prediksi Kami
Istilah '67' akan terus naik popularitasnya sebagai simbol budaya pop di kalangan generasi muda, namun tanpa solusi nyata terhadap akar masalah kesepian dan keterputusan sosial, fenomena ini hanya akan menjadi pelepas sesaat tanpa menyelesaikan masalah mendalam.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa arti dari istilah '67'?A
'67' adalah istilah slang viral yang ambigu dan sebagian besar tidak masuk akal.Q
Siapa yang menjadi pemenang Kata Tahun Ini dari Dictionary.com untuk tahun 2025?A
Pemenang Kata Tahun Ini dari Dictionary.com untuk tahun 2025 adalah '67'.Q
Apa yang dimaksud dengan 'brainrot' dalam konteks penggunaan istilah '67'?A
'Brainrot' merujuk pada penurunan kondisi mental yang dianggap sebagai hasil dari konsumsi berlebihan terhadap konten yang dianggap sepele.Q
Mengapa istilah '67' menjadi populer di kalangan Generasi Alpha?A
Istilah '67' menjadi populer di kalangan Generasi Alpha karena penggunaan yang luas di media sosial dan interaksi sehari-hari.Q
Apa dampak dari penggunaan istilah '67' terhadap koneksi sosial?A
Penggunaan istilah '67' dapat menunjukkan keinginan untuk terhubung dan berbagi tawa di tengah kondisi sosial yang terpolarisasi.


