
Courtesy of SCMP
Atlet Tolak Peluru Gong Lijiao Hadapi Stereotip Tubuh Maskulin dan Rencana Usai Pensiun
Artikel ini bertujuan untuk mengangkat isu stereotip gender yang dialami oleh Gong Lijiao, menunjukkan sisi manusiawi seorang atlet wanita yang sukses namun menghadapi tekanan sosial karena penampilannya. Hal ini relevan untuk membuka diskusi tentang penerimaan tubuh dan peran perempuan dalam masyarakat serta olahraga.
30 Nov 2025, 15.00 WIB
166 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Gong Lijiao adalah atlet berprestasi yang menghadapi stereotip negatif.
- Setelah pensiun, dia berencana untuk mengubah penampilannya dan menikah.
- Pernyataan Gong mengenai penampilan memicu perdebatan tentang harapan masyarakat terhadap wanita.
Hebei, China - Gong Lijiao adalah atlet tolak peluru wanita terbaik asal China yang baru saja mengumumkan pensiun setelah berkarier selama 25 tahun. Ia berasal dari provinsi Hebei dan telah mengukir prestasi membanggakan termasuk medali emas pada Olimpiade Tokyo 2021, serta perunggu dan perak di Olimpiade sebelumnya.
Walaupun Gong telah membawa nama China ke panggung internasional, ia kerap mendapat ejekan karena penampilannya yang dianggap maskulin dan badan besar. Masyarakat mengkritik karena ia belum menikah dan menyebut bentuk fisiknya sebagai penghalang mendapatkan pasangan.
Baru-baru ini Gong berbagi rencana hidupnya setelah pensiun melalui wawancara dengan media resmi China, CCTV. Ia mengatakan akan berusaha menurunkan berat badan, tampil lebih cantik, dan berharap bisa menikah, hal yang memicu perdebatan online tentang stereotip gender dan kecantikan.
Diskusi yang muncul banyak membahas bagaimana standar kecantikan dan norma sosial yang masih menekan perempuan dengan gaya dan bentuk tubuh berbeda, khususnya mereka yang berkarier di olahraga yang membutuhkan fisik kuat dan besar.
Cerita Gong Lijiao mengajak kita untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman tubuh dan identitas perempuan, serta membuka pintu agar masyarakat tidak lagi terjebak pada stereotip yang membatasi potensi dan pilihan hidup setiap individu.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/people-culture/china-personalities/article/3334077/china-olympic-champion-plans-shed-25kg-upon-retirement-pursuing-marriage
[1] https://www.scmp.com/news/people-culture/china-personalities/article/3334077/china-olympic-champion-plans-shed-25kg-upon-retirement-pursuing-marriage
Analisis Ahli
profesor sosiologi gender
"Kasus Gong mengungkap konflik antara citra tubuh ideal dan keberagaman bentuk tubuh perempuan yang berprestasi, yang menuntut redefinisi standar kecantikan dan penerimaan sosial di era modern."
Analisis Kami
"Gong Lijiao menunjukkan betapa kerasnya stereotip gender masih mengekang atlet wanita meskipun mereka telah membuktikan prestasi luar biasa. Tekanan untuk menyesuaikan penampilan demi diterima sosial adalah cerminan ketidakadilan yang harus diperbaiki oleh masyarakat dan dunia olahraga."
Prediksi Kami
Pernyataan Gong berpotensi memicu diskusi lebih luas di China tentang stereotip gender dan tekanan sosial terhadap atlet wanita, serta mendorong perubahan sikap masyarakat terhadap bentuk tubuh dan peran perempuan yang lebih inklusif.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa Gong Lijiao?A
Gong Lijiao adalah atlet tembak peluru wanita terkemuka dari Tiongkok.Q
Apa prestasi terbesar Gong Lijiao dalam karirnya?A
Prestasi terbesar Gong Lijiao adalah meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2021.Q
Apa rencana Gong Lijiao setelah pensiun dari olahraga?A
Setelah pensiun, Gong Lijiao berencana untuk menurunkan berat badan, menjadi cantik, dan menikah.Q
Mengapa Gong Lijiao mendapat kritik tentang penampilannya?A
Gong Lijiao mendapat kritik karena dianggap tidak mampu menemukan pasangan untuk menikah karena fisiknya yang besar.Q
Apa yang diungkapkan Gong Lijiao mengenai stereotip perempuan?A
Gong Lijiao mengungkapkan pandangannya mengenai stereotip perempuan dan keinginannya untuk memenuhi harapan sosial.




