Proyek Great Green Wall Tiongkok: Menghijaukan Gurun dengan Tantangan Besar
Courtesy of CNBCIndonesia

Proyek Great Green Wall Tiongkok: Menghijaukan Gurun dengan Tantangan Besar

Menghentikan meluasnya gurun di wilayah utara China dengan proyek penghijauan besar-besaran yang sekaligus meningkatkan tutupan hutan dan mengurangi dampak badai pasir.

17 Des 2025, 18.40 WIB
134 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tembok Hijau Raksasa merupakan upaya besar China untuk mengatasi masalah penggurunan dan erosi tanah.
  • Walaupun terdapat keberhasilan dalam penanaman pohon, tantangan seperti rendahnya tingkat kelangsungan hidup pohon dan masalah air tetap ada.
  • Proyek ini menginspirasi inisiatif serupa di negara lain, termasuk di Afrika, untuk menahan degradasi lahan.
Tiongkok, Republik Rakyat Tiongkok - China telah memulai sebuah proyek besar bernama Great Green Wall atau Tembok Hijau Raksasa sejak tahun 1978 untuk mengatasi masalah penggurunan yang terus meluas di wilayah utara negara tersebut. Proyek ini bertujuan menahan perluasan Gurun Gobi dan Taklamakan dengan cara menanam pohon secara masif di sepanjang perbatasan negara dengan Mongolia, Kazakhstan, dan Kirgizstan.
Hingga saat ini, lebih dari 66 miliar pohon telah ditanam, dan pemerintah China berencana menanam tambahan 34 miliar pohon dalam 25 tahun ke depan. Jika berhasil, tutupan hutan di China bisa meningkat hingga 10% dibandingkan kondisi akhir tahun 1970-an, yang juga akan membantu mengurangi erosi tanah dan badai pasir yang sering terjadi di wilayah utara.
Meski begitu, proyek ini menghadapi beberapa tantangan besar. Banyak area menggunakan satu atau dua jenis pohon saja, seperti poplar dan willow, yang rentan terhadap penyakit. Selain itu, keterbatasan air di wilayah yang kering menyebabkan banyak pohon mati jika tidak dirawat dengan baik. Para ahli juga memperingatkan bahwa beberapa tindakan yang diambil dapat memperparah penggurunan.
Selain itu, para ilmuwan masih berbeda pendapat tentang seberapa efektif proyek ini dalam mengurangi badai pasir. Beberapa penelitian menunjukkan penurunan frekuensi badai pasir, tetapi ada juga yang menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh perubahan iklim daripada penanaman pohon. Proyek ini juga dianggap kurang mendukung keanekaragaman hayati dibandingkan jika menggunakan tanaman lokal yang beragam.
Meski begitu, Great Green Wall menjadi proyek panutan bagi negara-negara lain, termasuk Afrika yang sedang melakukan upaya serupa untuk menahan degradasi lahan dan penggurunan. Jika sukses, proyek ini dapat menjadi model solusi lingkungan global dalam menanggulangi tantangan penggurunan dan perubahan iklim.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251217161112-37-695133/xi-jinping-bangun-tembok-china-baru-warna-hijauh-ilmuwan-protes

Analisis Ahli

Xian Xue
"Penanaman pohon secara besar-besaran di wilayah kering justru dapat mempercepat penggurunan karena menguras kelembapan tanah dan muka air tanah."

Analisis Kami

"Proyek Great Green Wall adalah langkah ambisius dan penting untuk memerangi penggurunan, namun ketergantungan pada jenis pohon terbatas dan masalah air harus segera diatasi agar proyek ini berkelanjutan. Tanpa perbaikan manajemen ekosistem yang lebih inovatif, efektivitas proyek ini dalam jangka panjang masih diragukan."

Prediksi Kami

Jika proyek Great Green Wall berjalan sesuai rencana, maka pada tahun 2050 hutan buatan terpanjang di dunia akan terbentuk, yang kemungkinan besar dapat mengurangi laju penggurunan meskipun dampaknya masih diperdebatkan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Tembok Hijau Raksasa?
A
Tembok Hijau Raksasa adalah program rekayasa ekologi berskala besar yang diluncurkan oleh China untuk menahan laju perluasan Gurun Gobi dan Taklamakan.
Q
Apa tujuan dari program Tembok Hijau Raksasa?
A
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan tutupan hutan dan mengatasi erosi tanah serta penggurunan.
Q
Mengapa penggurunan menjadi masalah di wilayah utara China?
A
Penggurunan menjadi masalah karena urbanisasi dan perluasan lahan pertanian yang memperburuk kondisi kering di wilayah tersebut.
Q
Apa dampak dari penanaman pohon yang dilakukan dalam proyek ini?
A
Penanaman pohon dapat membantu menstabilkan tanah dan meningkatkan kualitas udara, tetapi banyak pohon yang mengalami kematian karena kurangnya air dan penyakit.
Q
Bagaimana proyek ini mempengaruhi keanekaragaman hayati?
A
Proyek ini dinilai kurang mendukung keanekaragaman hayati karena didominasi oleh satu atau dua jenis pohon.