Great Green Wall China: Menahan Gurun dengan Ratusan Miliaran Pohon
Courtesy of CNBCIndonesia

Great Green Wall China: Menahan Gurun dengan Ratusan Miliaran Pohon

Menghentikan atau memperlambat laju penggurunan dengan membuat Great Green Wall, sabuk hutan buatan terbesar di dunia, sekaligus meningkatkan kualitas udara dan menstabilkan ekosistem di wilayah utara China.

17 Des 2025, 18.40 WIB
273 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tembok Hijau Raksasa adalah proyek ambisius untuk mengatasi penggurunan di China.
  • Proyek ini mengalami tantangan terkait kelangsungan hidup pohon dan dampak lingkungan.
  • Inisiatif ini menginspirasi proyek serupa di negara lain, menunjukkan pentingnya penanaman pohon untuk keberlanjutan.
Utara China, Republik Rakyat Tiongkok - China memulai proyek ambisius bernama Great Green Wall sejak tahun 1978 untuk menahan perluasan gurun di wilayah utara yang semakin parah akibat erosi tanah dan badai pasir. Program ini melibatkan penanaman lebih dari 66 miliar pohon dan direncanakan menambah 34 miliar pohon dalam 25 tahun ke depan.
Wilayah utara China menghadapi masalah penggurunan yang memperburuk kualitas udara dan merusak pertanian. Gurun Gobi dan Taklamakan adalah dua gurun besar yang terus meluas setiap tahun, mengikis lahan produktif dan mempengaruhi ekosistem di sekitarnya.
Penanaman pohon membantu menstabilkan bukit pasir dan mengurangi frekuensi badai pasir, namun efektivitas proyek masih dipertanyakan. Beberapa ilmuwan menganggap penurunan badai pasir lebih dipengaruhi oleh perubahan iklim daripada penanaman hutan tersebut.
Masalah utama proyek ini adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup pohon karena dominasi monokultur seperti poplar dan willow yang rentan penyakit, serta keterbatasan air di wilayah yang secara alami kering. Kondisi ini menyulitkan pertumbuhan pohon tanpa intervensi manusia secara terus-menerus.
Meskipun menghadapi kritik, proyek Great Green Wall menjadi model bagi proyek serupa di Afrika yang bertujuan melawan degradasi lahan dan penggurunan. Keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada inovasi dalam pengelolaan ekosistem dan konservasi sumber daya alam.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251217161112-37-695133/xi-jinping-bangun-tembok-china-baru-warna-hijau-ilmuwan-protes

Analisis Ahli

Xian Xue
"Penanaman pohon secara besar-besaran di wilayah gersang justru dapat menurunkan kelembapan tanah dan muka air tanah sehingga berpotensi memperparah penggurunan di beberapa daerah."

Analisis Kami

"Proyek Great Green Wall memang ambisius, tetapi tantangan ekologis seperti keterbatasan air dan monokultur melemahkan dampak positifnya. Pendekatan yang lebih holistik dengan keanekaragaman hayati dan manajemen sumber daya air sangat penting agar proyek ini benar-benar berkelanjutan."

Prediksi Kami

Jika rencana penanaman pohon terus berlanjut sesuai target hingga 2050, Great Green Wall akan menjadi hutan buatan terbesar di dunia yang bisa membantu mengurangi penggurunan, namun masalah kelangsungan hidup pohon dan dampak iklim tetap menjadi tantangan utama.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan utama dari proyek Tembok Hijau Raksasa di China?
A
Tujuan utama dari proyek Tembok Hijau Raksasa adalah untuk menahan laju perluasan Gurun Gobi dan Taklamakan di wilayah utara China.
Q
Sejak kapan proyek ini dimulai dan berapa banyak pohon yang telah ditanam?
A
Proyek ini dimulai pada tahun 1978 dan hingga kini telah menanam lebih dari 66 miliar pohon.
Q
Apa dampak dari penggurunan yang terjadi di Gurun Gobi terhadap lingkungan?
A
Penggurunan di Gurun Gobi menyebabkan erosi tanah, merusak lahan pertanian, dan meningkatkan polusi udara di kota-kota besar seperti Beijing.
Q
Mengapa proyek ini mendapatkan kritik dari para ilmuwan?
A
Proyek ini mendapatkan kritik karena rendahnya tingkat kelangsungan hidup pohon yang ditanam dan sifat monokultur yang mengurangi keanekaragaman hayati.
Q
Apa yang bisa dipelajari dari proyek Tembok Hijau Raksasa untuk proyek serupa di tempat lain?
A
Proyek Tembok Hijau Raksasa menjadi referensi global dan menginspirasi proyek serupa di Afrika untuk menahan degradasi lahan.