US Congress Batalkan Larangan Kerja Sama Riset dengan China Di Tengah Kontroversi
Courtesy of SCMP

US Congress Batalkan Larangan Kerja Sama Riset dengan China Di Tengah Kontroversi

Menjelaskan keputusan US Congress untuk menghapus proposal SAFE Research Act yang membatasi kolaborasi penelitian dengan China demi menjaga kerja sama ilmiah internasional sekaligus memperkenalkan pembatasan baru pada perusahaan bioteknologi China.

18 Des 2025, 20.00 WIB
175 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • UU Pertahanan yang baru tidak memasukkan larangan kolaborasi ilmiah dengan Tiongkok.
  • Komunitas ilmiah khawatir akan dampak negatif dari larangan tersebut terhadap kolaborasi dan kepercayaan.
  • Pentingnya kolaborasi internasional untuk daya saing penelitian di AS diakui oleh banyak ilmuwan.
Washington DC, Amerika Serikat - Kongres Amerika Serikat baru-baru ini mengesahkan RUU pertahanan tahunan senilai 901 miliar dolar AS yang mencakup berbagai kebijakan terkait keamanan nasional dan penelitian. Dalam prosesnya, terdapat rencana kontroversial yang bertujuan membatasi kerjasama ilmiah antara peneliti AS dengan China dan beberapa negara lain melalui SAFE Research Act.
Proposal tersebut awalnya berencana untuk melarang pendanaan federal bagi peneliti AS yang bekerja sama dengan ilmuwan China. Namun, usul ini mendapat kritik luas dari komunitas ilmiah AS karena dikhawatirkan akan merusak hubungan dan kepercayaan yang telah terbentuk di dunia penelitian internasional.
Sejumlah akademisi terkemuka dan organisasi ilmiah, termasuk sejumlah pemenang hadiah Nobel, menyuarakan kekhawatiran mereka dalam surat terbuka yang menegaskan pentingnya kolaborasi global untuk menjaga daya saing penelitian AS agar tetap unggul di dunia.
Sebagai akibatnya, Kongres akhirnya menghapus ketentuan terkait SAFE Research Act dalam RUU pertahanan tersebut. Meski demikian, pemerintah AS tetap memperketat aturan dan pembatasan terhadap perusahaan bioteknologi asal China yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.
Keputusan ini dianggap sebagai langkah bijaksana yang menjaga keseimbangan antara keamanan nasional dan kebutuhan akan penelitian ilmiah yang terbuka dan inklusif, demi memastikan kemajuan teknologi dan inovasi tetap berlanjut tanpa terhambat oleh ketegangan geopolitik.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3336886/us-lawmakers-killed-proposal-targeting-science-efforts-china-and-did-instead?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Lin Haifan
"Langkah seperti SAFE Research Act dapat mempercepat kehancuran kepercayaan antar ilmuwan yang penting bagi kolaborasi positif."
Steven Kivelson
"Kolaborasi dan keberhasilan riset Amerika sangat bergantung pada keterbukaan dan kemampuan menarik talenta global."
Steven Chu
"Meski berniat baik, pembatasan yang terlalu ketat dapat melemahkan daya saing ilmiah AS."

Analisis Kami

"Penghapusan SAFE Research Act mencerminkan perlunya keseimbangan antara kekhawatiran keamanan dan inovasi ilmiah. Melarang kolaborasi secara total akan merugikan posisi AS dalam riset global, tapi tetap harus waspada terhadap potensi eksploitasi riset oleh pihak lawan."

Prediksi Kami

Ketegangan antara keamanan nasional dan kolaborasi ilmiah internasional akan tetap menjadi isu utama, dan kemungkinan pembatasan selektif akan terus diberlakukan tanpa mengorbankan seluruh jaringan kolaborasi internasional yang penting.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang terjadi dengan SAFE Research Act?
A
SAFE Research Act tidak dimasukkan dalam UU Pertahanan untuk tahun keuangan 2026.
Q
Mengapa SAFE Research Act dikritik oleh komunitas ilmiah?
A
SAFE Research Act dikritik karena dapat merusak kepercayaan dan kolaborasi ilmiah antara AS dan Tiongkok.
Q
Siapa saja yang menandatangani surat terbuka menentang SAFE Research Act?
A
Di antara yang menandatangani surat terbuka tersebut adalah Steven Chu dan William Moerner.
Q
Apa dampak yang dikhawatirkan dari SAFE Research Act terhadap kolaborasi ilmiah?
A
Dikhawatirkan bahwa undang-undang tersebut akan mempercepat polarisasi antara AS dan Tiongkok.
Q
Apa yang diharapkan oleh para peneliti untuk masa depan kolaborasi internasional?
A
Para peneliti berharap agar kolaborasi internasional dapat ditingkatkan untuk mempertahankan daya saing penelitian.