Mengubah Keamanan dari Sekedar Audit Jadi Perlindungan Nyata dengan Otomatisasi
Courtesy of Forbes

Mengubah Keamanan dari Sekedar Audit Jadi Perlindungan Nyata dengan Otomatisasi

Mengajak organisasi untuk mengubah pendekatan keamanan dari sekadar mematuhi aturan audit menjadi membangun keamanan sebagai bagian inti dari proses pengembangan dan operasional, agar risiko bisa dikurangi secara konsisten dan bukti kepatuhan bisa didapat tanpa kesulitan saat audit.

18 Des 2025, 20.30 WIB
283 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Keamanan harus dibangun ke dalam proses pengembangan, bukan hanya menjadi dokumen kebijakan.
  • Audit yang efektif menghasilkan bukti yang merupakan produk sampingan dari operasi sehari-hari.
  • Menggunakan kerangka kerja yang sudah ada membantu organisasi dalam membangun kontrol yang lebih baik dan lebih efisien.
Dalam dunia keamanan siber, ada dua cara utama yang dilakukan oleh organisasi. Pertama, banyak yang hanya fokus untuk memenuhi persyaratan audit dengan mengumpulkan dokumen dan bukti sesaat sebelum pemeriksaan. Cara ini membuat risiko keamanan tetap ada karena pendekatan ini lebih kepada memperlihatkan laporan daripada memperbaiki sistem secara nyata.
Pendekatan kedua, yang lebih modern dan efektif, adalah dengan mengintegrasikan kontrol keamanan ke dalam proses pengembangan dan operasional sehari-hari. Misalnya, melalui penggunaan Single Sign-On (SSO), otentikasi multi-faktor (MFA), pembatasan akses dengan prinsip least privilege, dan pengamanan data default deny yang otomatis diuji menggunakan pipeline CI/CD.
Selain itu, pengelolaan konfigurasi lingkungan cloud maupun SaaS harus dilakukan berbasis kode dan otomatisasi supaya perubahan bisa dilacak dan rollback bisa dilakukan jika ada kesalahan. Hal ini menghindari risiko yang muncul dari pengelolaan manual yang rentan kesalahan dan drift konfigurasi yang tidak terdeteksi.
Kerangka kerja keamanan seperti NIST CSF 2.0, ISO 27001, dan SOC 2 sebenarnya memberikan peta dan prinsip yang bagus, namun harus dipandang sebagai panduan dalam membangun satu set kontrol keamanan terpadu, bukan hanya sebagai syarat pemenuhan dokumen audit. Dengan begitu, kepatuhan secara otomatis menjadi bukti kerja nyata yang sudah dilakukan setiap hari.
Organisasi diharapkan memulai dengan beberapa kebijakan tidak bisa ditawar, seperti wajib memakai SSO dan MFA di semua layanan penting, akses terproteksi dengan waktu terbatas, serta penerapan pengamanan data secara default deny pada tabel sensitif. Dengan cara ini, audit menjadi lebih cepat dan minim gangguan, serta membangun kepercayaan yang lebih kuat dengan pelanggan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/councils/forbestechcouncil/2025/12/18/compliance-by-security-vs-security-by-compliance/

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Pendekatan keamanan yang terus-menerus dan terintegrasi jelas lebih efektif daripada sekadar persiapan audit yang sporadis. Ini mengubah keamanan dari biaya dan hambatan menjadi bagian dari budaya kerja."
Gene Kim
"Otomatisasi dan integrasi pengamanan dalam pipeline pengembangan menciptakan flow yang lebih baik dan menekan risiko insiden yang bisa menyebabkan downtime dan kehilangan kepercayaan pelanggan."

Analisis Kami

"Model keamanan yang mengintegrasikan kontrol otomatis dalam siklus pengembangan terbukti lebih efektif daripada sekadar mengejar sertifikasi sekali setahun. Organisasi harus berani berinvestasi di awal untuk membangun sistem keamanan yang kuat agar proses audit menjadi mudah dan nyata bermanfaat bagi pengurangan risiko."

Prediksi Kami

Organisasi yang mengadopsi model 'compliance by security' akan lebih cepat mendapatkan audit yang lebih efisien, menurunkan risiko keamanan, dan membangun kepercayaan yang lebih kuat dengan pelanggan serta regulator.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa dua cara utama menjalankan keamanan yang dijelaskan dalam artikel ini?
A
Dua cara utama adalah merancang pengaman dalam proses pengembangan dan berfokus pada audit yang mendekati tanggal audit.
Q
Mengapa compliance oleh keamanan lebih efektif dibandingkan keamanan oleh compliance?
A
Compliance oleh keamanan mengutamakan penguatan platform dan cloud sejak awal, sehingga audit menjadi lebih cepat dan tidak mengganggu.
Q
Apa yang dimaksud dengan kontrol dalam konteks keamanan dan compliance?
A
Kontrol adalah kebijakan atau pengaturan yang ditetapkan untuk menjaga keamanan informasi dan sistem.
Q
Sebutkan dua entitas yang berhubungan dengan kerangka kerja keamanan yang disebutkan dalam artikel.
A
Dua entitas yang disebutkan adalah NIST CSF 2.0 dan ISO 27001.
Q
Apa tiga langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan keamanan dalam proses pengembangan perangkat lunak?
A
Tiga langkah yang dapat diambil adalah mengimplementasikan SSO dan MFA, membatasi akses data dengan kebijakan default deny, dan mengotomatiskan pengujian serta pengawasan.