Starlink Turunkan Orbit Satelit ke 480 Km Demi Tingkatkan Keselamatan
Courtesy of CNBCIndonesia

Starlink Turunkan Orbit Satelit ke 480 Km Demi Tingkatkan Keselamatan

Menjelaskan perubahan orbit satelit Starlink pada 2026 untuk meningkatkan keselamatan ruang angkasa dengan mengurangi risiko tabrakan dan penumpukan puing di orbit Bumi.

02 Jan 2026, 19.30 WIB
273 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Starlink akan menurunkan orbit satelitnya untuk meningkatkan keselamatan ruang angkasa.
  • Keputusan ini diambil setelah satu satelit mengalami anomali yang menyebabkan puing di ruang angkasa.
  • SpaceX memiliki hampir 10.000 satelit yang beroperasi di orbit rendah Bumi untuk layanan internet.
Jakarta, Indonesia - Starlink, jaringan satelit internet milik SpaceX, akan melakukan perubahan besar pada tahun 2026 dengan menurunkan orbit satelitnya dari 550 kilometer menjadi 480 kilometer. Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan antariksa dengan mengurangi risiko tabrakan antar satelit dan puing antariksa.
Wakil presiden teknik Starlink, Michael Nicolls, menjelaskan bahwa dengan menurunkan ketinggian satelit, orbit Starlink akan menjadi lebih padat namun lebih aman karena berada di bawah ketinggian 500 kilometer yang sudah direncanakan untuk mengurangi tabrakan antar satelit dan puing di ruang angkasa.
Perubahan ini dilakukan setelah terjadi anomali pada satu satelit Starlink pada Desember 2025 yang menyebabkan ledakan kecil, puing antariksa, dan memutus komunikasi satelit tersebut. Insiden ini terjadi pada ketinggian 418 kilometer dan menegaskan pentingnya peningkatan keselamatan di orbit Bumi rendah.
Jumlah satelit di orbit Bumi semakin bertambah karena banyak pihak, baik perusahaan swasta maupun negara, meluncurkan puluhan ribu satelit untuk berbagai keperluan seperti internet, komunikasi, dan pengamatan Bumi. Hal ini meningkatkan risiko tabrakan dan penumpukan puing antariksa yang berbahaya.
SpaceX sendiri kini mengoperasikan hampir 10 ribu satelit Starlink yang melayani internet di beberapa negara. Dengan penurunan orbit ini, diharapkan konstelasi satelit menjadi lebih aman dan risiko puing antariksa dapat diminimalisir untuk menjaga keberlangsungan operasi luar angkasa.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260102141701-37-699199/starlink-berubah-di-2026-begini-rencana-besar-elon-musk

Analisis Ahli

Michael Nicolls
"Menurunkan orbit satelit Starlink akan memadatkan konstelasi dan mengurangi risiko tabrakan, sehingga meningkatkan keselamatan ruang angkasa."

Analisis Kami

"Penurunan orbit satelit Starlink adalah langkah strategis yang efektif untuk mengurangi risiko tabrakan dan mencegah penumpukan puing antariksa yang dapat membahayakan operasional satelit lain. Namun, dengan jumlah satelit yang terus bertambah, upaya ini harus diikuti dengan teknologi pelacakan dan mitigasi yang lebih canggih agar keamanan ruang angkasa benar-benar terjamin."

Prediksi Kami

Konstelasi satelit di orbit rendah akan semakin padat dan protokol keselamatan ruang angkasa akan terus diperketat untuk menghindari tabrakan dan penumpukan puing antariksa yang berbahaya.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang akan dilakukan Starlink pada tahun 2026?
A
Starlink akan melakukan konfigurasi ulang konstelasi satelitnya dengan menurunkan ketinggian satelit dari 550 km menjadi 480 km.
Q
Mengapa Starlink menurunkan ketinggian satelitnya?
A
Starlink menurunkan ketinggian satelitnya untuk meningkatkan keselamatan ruang angkasa dan mengurangi risiko tabrakan.
Q
Apa yang terjadi pada salah satu satelit Starlink pada Desember 2025?
A
Salah satu satelit Starlink mengalami anomali yang menyebabkan puing di ruang angkasa dan memutus komunikasi dengan pesawat ruang angkasa.
Q
Berapa jumlah satelit yang dimiliki SpaceX saat ini?
A
SpaceX memiliki hampir 10.000 satelit untuk layanan internet di berbagai negara.
Q
Apa tujuan dari konfigurasi ulang konstelasi satelit Starlink?
A
Tujuan dari konfigurasi ulang konstelasi adalah untuk memadatkan orbit Starlink dan mengurangi jumlah puing di bawah 500 km.