Coupang Bagikan Kompensasi Rp 19 Triliun, Kritik Makin Kencang Terhadap Cara Pembagian
Courtesy of CNBCIndonesia

Coupang Bagikan Kompensasi Rp 19 Triliun, Kritik Makin Kencang Terhadap Cara Pembagian

Memberikan informasi tentang kompensasi yang diberikan Coupang kepada penggunanya pasca kebocoran data dan reaksi masyarakat serta pemerintah terkait tindakan tersebut.

03 Jan 2026, 12.15 WIB
138 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Coupang menghadapi kritik keras terkait rencana kompensasi setelah kebocoran data.
  • Kupon yang ditawarkan dianggap tidak efektif dan meremehkan masalah yang terjadi.
  • Parlemen Korsel akan mengadakan sidang untuk membahas masalah yang melibatkan Coupang.
Jakarta, Indonesia - Coupang, perusahaan e-commerce terbesar asal Korea Selatan, menghadapi krisis besar setelah terjadi kebocoran data pada platform mereka bulan lalu. Sebagai bentuk tanggung jawab, Coupang mengumumkan pembagian kompensasi berupa uang dengan nilai total sekitar 1,69 triliun won atau setara Rp 19 triliun yang akan diberikan kepada para pengguna mereka yang terkena dampak insiden tersebut.
Proses pembagian uang kompensasi ini dilakukan melalui pemberian voucher senilai 50 ribu won atau sekitar Rp 581 ribu untuk setiap pengguna aktif di platform Coupang. Namun, mekanisme ini tidak diterima baik oleh banyak pihak terutama dari asosiasi konsumen dan anggota parlemen yang menilai voucher tersebut tidak memberikan manfaat maksimal bagi pengguna.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat, Choi Min-hee, mengkritik pemilihan bentuk kompensasi karena voucher yang diberikan hanya bisa digunakan untuk layanan yang kurang populer dan tidak mudah dimanfaatkan oleh konsumen. Kritik yang sama juga dilontarkan oleh Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea yang menilai tindakan tersebut seolah-olah mempermainkan konsumen dan mengabaikan dampak serius kebocoran data.
Menanggapi kritik, pihak Coupang tidak memberikan komentar lebih lanjut dan tetap pada keputusan awalnya. Sementara itu, pemerintah melalui parlemen Korea Selatan merencanakan pengadaan sidang selama dua hari untuk mendalami kasus kebocoran data tersebut dan menindaklanjuti perlindungan hak konsumen ke depannya.
Pendiri Coupang, Kim Bom, telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi terkait insiden kebocoran data dan berjanji mempercepat proses kompensasi kepada para pengguna. Namun, Kim Bom menolak hadir dalam sidang parlemen yang sudah dijadwalkan, dengan alasan komitmen lain yang belum bisa dibatalkan menurut laporan media Reuters.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260103070549-37-699323/raja-ecommerce-bagi-bagi-duit-rp-19-t-tuai-kritik-anggota-dpr

Analisis Ahli

Pakar Keamanan Siber Korea Selatan
"Kompensasi dalam bentuk voucher yang terbatas tidak akan menyelesaikan masalah mendasar kebocoran data. Diperlukan tindakan nyata yang memperkuat perlindungan data serta transparansi dalam penanganan insiden."

Analisis Kami

"Coupang tampaknya mengambil langkah yang terlalu normatif dan tidak sensitif terhadap kekhawatiran pengguna dengan memberikan voucher layanan yang tidak diminati sebagai kompensasi. Pendekatan ini berisiko merusak kepercayaan konsumen dan reputasi perusahaan dalam jangka panjang jika tidak segera diperbaiki dengan kompensasi yang lebih adil dan transparan."

Prediksi Kami

Kejadian ini kemungkinan akan memicu regulasi yang lebih ketat terkait perlindungan data pribadi di Korea Selatan dan membuat perusahaan e-commerce lainnya lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan data pelanggan mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang diumumkan oleh Coupang terkait kebocoran data?
A
Coupang mengumumkan akan membagikan uang ganti rugi kepada pengguna setelah kebocoran data.
Q
Berapa total uang yang akan dibagikan kepada pengguna Coupang?
A
Coupang akan membagikan total uang sebesar 1,69 triliun won atau sekitar Rp 19 triliun.
Q
Apa kritik yang dilontarkan oleh Choi Min-hee terhadap kupon yang ditawarkan Coupang?
A
Choi Min-hee mengkritik kupon tersebut karena dianggap tidak bisa digunakan atau kurang populer.
Q
Siapa pendiri Coupang yang meminta maaf atas kebocoran data?
A
Pendiri Coupang yang meminta maaf adalah Kim Bom.
Q
Apa langkah yang akan diambil oleh parlemen Korsel terkait Coupang?
A
Parlemen Korsel berencana mengadakan sidang tentang Coupang selama dua hari.