
Courtesy of CNBCIndonesia
SK Telecom Diperintahkan Ganti Rugi Besar Akibat Kebocoran Data Pelanggan
Berita ini bertujuan untuk menginformasikan tentang tindakan yang diambil oleh otoritas perlindungan konsumen Korea Selatan untuk memberikan kompensasi kepada korban insiden kebocoran data SK Telecom serta mendorong perusahaan tersebut memperbaiki sistem keamanannya demi menghindari kejadian serupa di masa depan.
23 Des 2025, 09.40 WIB
60 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Insiden peretasan di SK Telecom menyebabkan kebocoran data lebih dari 20 juta pelanggan.
- Otoritas perlindungan konsumen Korea Selatan memerintahkan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.
- SK Telecom harus meningkatkan sistem keamanan siber untuk mencegah kebocoran data di masa depan.
Seoul, Korea Selatan - SK Telecom, perusahaan seluler terbesar di Korea Selatan, mengalami peretasan besar yang menyebabkan bocornya data lebih dari 20 juta pelanggannya. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terkait risiko penipuan online yang semakin meningkat di negara tersebut.
Badan Perlindungan Konsumen Korea Selatan memutuskan untuk memerintahkan SK Telecom membayar kompensasi sebesar 100.000 won per penggugat dalam gugatan class action yang diajukan oleh 58 pengguna yang terdampak peretasan tersebut.
Kompenasi ini akan diberikan dalam bentuk poin tunai dan potongan tagihan ponsel sebagai bentuk ganti rugi atas kerugian yang dialami para pelanggan. Keputusan ini diambil setelah rapat otoritas perlindungan konsumen yang membahas insiden tersebut.
Sebelumnya, SK Telecom juga telah dikenakan denda sebesar 134 miliar won karena sistem keamanan sibernya yang lemah sehingga memicu kebocoran data tersebut. Otoritas kini meminta perusahaan untuk memberikan kompensasi kepada seluruh korban, yang jika dilaksanakan bisa mencapai 2,3 triliun won.
SK Telecom diberi tenggat waktu 15 hari untuk merespon surat pemberitahuan resmi dari otoritas perlindungan konsumen. Perusahaan harus segera merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah perbaikan demi mengembalikan kepercayaan publik dan mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223092811-37-696556/penipuan-online-lewat-hp-menggila-operator-harus-ganti-rugi
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251223092811-37-696556/penipuan-online-lewat-hp-menggila-operator-harus-ganti-rugi
Analisis Ahli
Dr. Han Seung-min, Ahli Keamanan Siber Korea Selatan
"Penetapan kompensasi oleh otoritas adalah langkah penting, namun pencegahan kebocoran harus menjadi fokus utama SK Telecom agar insiden serupa tidak terulang dan menjaga integritas data pelanggan."
Prof. Kim Ji-ho, Pakar Teknologi Informasi
"Denda besar dan tuntutan kompensasi mencerminkan urgensi peningkatan standar keamanan siber di industri telekomunikasi yang harus segera direspon dengan strategi keamanan berlapis."
Analisis Kami
"Kebocoran data sebesar ini merupakan tanda kegagalan sistem keamanan yang serius, dan tindakan kompensasi adalah langkah yang tepat namun hanya sebagai solusi sementara. SK Telecom harus segera berinvestasi besar dalam teknologi keamanan siber yang mutakhir dan menjalankan audit keamanan rutin agar dapat memulihkan kepercayaan publik."
Prediksi Kami
Jika SK Telecom gagal memperbaiki sistem keamanannya secara signifikan dan memberikan kompensasi memadai, perusahaan berisiko mengalami penurunan kepercayaan pelanggan serta tindak hukum lebih lanjut dari pemerintah dan konsumen di masa depan.





