Kerja Sama Multi-Tahun Insilico dan Servier Percepat Penemuan Obat Kanker Baru
Courtesy of SCMP

Kerja Sama Multi-Tahun Insilico dan Servier Percepat Penemuan Obat Kanker Baru

Menggunakan teknologi AI milik Insilico untuk mempercepat penemuan dan pengembangan obat kanker baru melalui kemitraan dengan Servier, sehingga mempercepat waktu pengembangan dan meningkatkan efisiensi dalam riset obat.

05 Jan 2026, 11.46 WIB
87 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kemitraan antara Insilico dan Servier menunjukkan potensi besar dalam pengembangan obat kanker menggunakan AI.
  • Insilico berpotensi mendapatkan pembayaran signifikan yang akan mendanai penelitian dan pengembangan lebih lanjut.
  • Platform AI Insilico dapat secara drastis mengurangi waktu pengembangan obat dibandingkan dengan metode tradisional.
Hong Kong, Cina - Perusahaan bioteknologi Insilico Medicine yang baru saja melantai di bursa saham Hong Kong mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan perusahaan farmasi Prancis, Servier. Kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan guna menemukan dan mengembangkan obat kanker baru.
Dalam kesepakatan ini, Insilico bisa mendapatkan hingga 888 juta dolar AS dari Servier, termasuk pembayaran awal sekitar 32 juta dolar AS. Pembayaran lainnya akan diberikan berdasarkan pencapaian milestone yang telah disepakati bersama selama masa penelitian dan pengembangan.
Insilico menggunakan platform AI mereka yang bernama Pharma.AI untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kandidat obat baru yang memenuhi kriteria ilmiah dan pengembangan yang ketat. Sementara Servier akan berbagi biaya riset dan memimpin tahap validasi klinis hingga komersialisasi obat yang dikembangkan.
Teknologi AI milik Insilico diklaim mampu memangkas waktu pengembangan obat dari rata-rata 4,5 tahun menjadi hanya 12 hingga 18 bulan saja, sebuah terobosan penting di bidang pengobatan kanker yang selama ini memerlukan waktu lama.
Meski begitu, setelah pengumuman kemitraan ini, harga saham Insilico di pasar Hong Kong turun sebesar 0,7 persen menjadi HKRp 62.29 juta ($37,30) . Ini menandakan pasar masih menunggu hasil konkret dari kolaborasi dan penerapan teknologi AI dalam dunia farmasi.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/business/companies/article/3338728/insilico-signs-us888-million-ai-drug-development-deal-days-after-hong-kong-ipo?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Dr. Lisa Nguyen (Ahli Bioteknologi)
"Penggunaan AI untuk desain molekul obat memang sangat potensial, mempercepat waktu yang biasanya diperlukan di laboratorium. Tapi, validasi klinis tetap menjadi tahap kritis yang menentukan apakah teknologi ini benar-benar efektif."
Prof. Michael Tan (Pakarnya Farmakologi)
"Insilico dan Servier membuka babak baru dalam kolaborasi teknologi dan farmasi; penting untuk memperhatikan aspek keamanan dan regulasi selama proses percepatan ini."

Analisis Kami

"Pemanfaatan AI oleh Insilico Medicine menjanjikan revolusi dalam pengobatan kanker yang selama ini terhambat oleh panjangnya proses riset dan pengembangan. Namun, kesuksesan jangka panjang sangat bergantung pada kemampuan mereka mencapai milestone klinis dan komersialisasi, yang seringkali menjadi tantangan utama di industri farmasi."

Prediksi Kami

Kemitraan ini kemungkinan akan menghasilkan inovasi obat kanker baru yang lebih cepat dan efisien, mendorong tren penggunaan AI dalam pengembangan obat serta memperkuat posisi Insilico sebagai pemimpin teknologi dalam bidang bioteknologi.