
Courtesy of CNBCIndonesia
Kerang Tertua Dunia Berusia Lebih dari 500 Tahun Temukan Rahasia Penuaan
Memperkenalkan penemuan kerang tertua di dunia dan menjelaskan kontribusinya dalam ilmu pengetahuan, terutama pemahaman tentang perubahan lingkungan laut dan mekanisme penuaan biologis.
09 Jan 2026, 19.30 WIB
190 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kerang Ming merupakan hewan individu tertua yang pernah terdokumentasi, hidup lebih dari 500 tahun.
- Penelitian tentang Ming memberikan wawasan penting mengenai perubahan lingkungan laut dan proses penuaan biologis.
- Panjang umur kerang ini dipengaruhi oleh metabolisme yang sangat lambat dan faktor genetik yang stabil.
Islandia - Ilmuwan menemukan seekor kerang laut bernama Ming yang diperkirakan hidup lebih dari 500 tahun, menjadikannya hewan individu tertua yang pernah terdokumentasi. Kerang jenis ocean quahog ini ditemukan di perairan lepas pantai Islandia pada tahun 2006 dan menjadi subjek penelitian dari Bangor University di Inggris.
Para peneliti menggunakan metode analisis pola pertumbuhan pada cangkang kerang, mirip dengan cara menghitung usia pohon melalui lingkaran pertumbuhan. Awalnya diperkirakan umur Ming sekitar 405-410 tahun, namun analisis lanjutan menunjukkan bahwa kerang ini berusia paling tidak 507 tahun.
Nama Ming diberikan sebagai penghormatan kepada Dinasti Ming di China, yang masih berjaya ketika kerang ini lahir sekitar tahun 1499. Kerang ini hidup sezaman dengan tokoh-tokoh sejarah seperti Christopher Columbus dan Leonardo da Vinci hingga era modern seperti Abraham Lincoln dan Stephen Hawking.
Umur panjang spesies Arctica islandica didorong oleh metabolisme yang sangat lambat dan faktor genetik. Studi juga mengungkap bahwa sistem pemeliharaan sel kerang ini sangat efisien, sehingga kerusakan sel relatif stabil meski usia bertambah. Sayangnya, Ming diduga mati akibat pembekuan saat pengambilan sampel penelitian.
Penemuan Ming sangat berkontribusi bagi ilmu pengetahuan karena membantu memahami perubahan lingkungan laut selama ratusan tahun serta membuka wawasan tentang mekanisme penuaan biologis. Studi ini dapat membantu memperdalam riset biogerontologi dan kondisi ekosistem laut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260109144854-37-701061/hewan-tertua-di-dunia-berusia-507-tahun-ditemukan-nasibnya-tragis
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260109144854-37-701061/hewan-tertua-di-dunia-berusia-507-tahun-ditemukan-nasibnya-tragis
Analisis Ahli
Profesor James Scourse
"Meski kami menerima kritik atas pengambilan sampel Ming, keberadaan kerang ini memperlihatkan bagaimana spesies tersebut dapat bertahan dalam kondisi metabolisme sangat lambat dan mendukung studi perubahan iklim serta biologi penuaan."
Analisis Kami
"Penemuan umur luar biasa panjang pada kerang dari spesies Arctica islandica ini menegaskan pentingnya organisme laut sebagai arsip alami perubahan ekologi yang telah berlangsung berabad-abad. Meski kematian kerang akibat intervensi manusia sayangnya mencoreng penemuan ini, nilai ilmiahnya tetap kritikal untuk studi biogerontologi dan konservasi laut."
Prediksi Kami
Penelitian terhadap Arctica islandica akan terus berkembang, membuka pemahaman lebih dalam tentang mekanisme penuaan biologis dan perubahan iklim laut yang dapat digunakan sebagai indikator dalam studi lingkungan masa depan.





