Dampak Besar Penghijauan China Terhadap Distribusi Air dan Tantangan Masa Depan
Courtesy of CNBCIndonesia

Dampak Besar Penghijauan China Terhadap Distribusi Air dan Tantangan Masa Depan

Membahas dampak program penghijauan besar-besaran di China terhadap distribusi air tawar dan siklus hidrologi, serta menyoroti tantangan yang muncul akibat perubahan ini.

11 Jan 2026, 17.45 WIB
114 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China telah melakukan penghijauan secara besar-besaran dengan program-program yang inovatif.
  • Penghijauan mempengaruhi ketersediaan air di berbagai wilayah di China, dengan dampak yang tidak merata.
  • Restorasi ekosistem di Dataran Tinggi Tibet menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan ketersediaan air.
China - China telah melaksanakan berbagai program penghijauan sejak tahun 1978 dengan tujuan memulihkan lingkungan dan meningkatkan tutupan hutan di wilayahnya. Program seperti Great Green Wall, Grain for Green, dan Natural Forest Protection telah berhasil meningkatkan area hijau nasional, mencegah penebangan hutan, dan mengalihfungsikan lahan pertanian menjadi area lebih alami.
Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Earth's Future menunjukkan bahwa perubahan vegetasi yang terjadi selama dua dekade terakhir memengaruhi distribusi air tawar di China secara signifikan. Wilayah monsun timur dan kering barat laut, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan populasi penting, justru mengalami penurunan ketersediaan air.
Sebaliknya, di Dataran Tinggi Tibet ditemukan peningkatan ketersediaan air yang disebabkan oleh peningkatan evapotranspirasi dari tutupan hutan dan padang rumput yang juga membaik. Evapotranspirasi merupakan proses gabungan penguapan dan keluarnya uap air dari tanaman yang cukup besar memengaruhi siklus air di wilayah ini.
Para peneliti menilai bahwa meski siklus air di China menjadi lebih aktif, air yang hilang ke atmosfer lebih besar dibandingkan dengan curah hujan yang turun kembali di banyak tempat, terutama di wilayah yang merupakan pusat pembangunan dan pertanian. Kondisi ini menimbulkan ketidakseimbangan pasokan air regional yang dapat mengancam ketahanan air nasional.
Pemerintah China telah mencoba mengatasi masalah distribusi air yang timpang ini, tetapi tanpa perencanaan yang matang terkait dampak penghijauan terhadap siklus air, upaya tersebut dapat gagal. Pengelolaan air yang lebih holistik dan terintegrasi penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara lingkungan dan kebutuhan manusia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260111152455-37-701356/china-tanam-pohon-massal-satu-negara-berubah-total

Analisis Ahli

Arie Staal
"Penghijauan kembali dalam skala besar telah mengaktifkan siklus air terutama di Dataran Tinggi Loess, namun efek evapotranspirasi yang meningkat harus diperhitungkan karena menyebabkan distribusi air yang tidak merata."

Analisis Kami

"Meskipun penghijauan besar-besaran merupakan langkah positif dalam pemulihan ekologis, kebijakan tersebut harus diimbangi dengan perencanaan hidrologi yang matang agar tidak memperburuk ketidakseimbangan air regional. Kurangnya koordinasi antara program penghijauan dan manajemen air berpotensi menjadi bumerang bagi pembangunan berkelanjutan di China."

Prediksi Kami

Keterbatasan air di wilayah penting bagi pertanian dan populasi di China kemungkinan akan memburuk jika distribusi air tidak diperbaiki, menyulitkan upaya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.