
Courtesy of CNBCIndonesia
Friedrich August Carl: Pelopor Pengobatan Herbal Modern di Hindia Belanda
Mengungkap bagaimana praktik pengobatan tradisional dengan obat herbal dapat divalidasi secara ilmiah dan diaplikasikan dalam dunia kedokteran modern untuk mengatasi keterbatasan akses dan kepercayaan masyarakat pada pengobatan modern.
11 Jan 2026, 20.45 WIB
112 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Praktik pengobatan dukun memiliki efektivitas yang diakui, meskipun tidak didasarkan pada ilmu kedokteran modern.
- Friedrich August Carl memainkan peran penting dalam menggabungkan pengobatan herbal dengan ilmu kedokteran.
- Aksesibilitas dan biaya menjadi faktor utama dalam memilih pengobatan di masyarakat Hindia Belanda.
Semarang, Indonesia - Pada zaman dahulu di Hindia Belanda, masyarakat lebih memilih berobat ke dukun karena ilmu kedokteran modern belum berkembang dan dokter lebih banyak berada di kota. Dukun menggunakan mantra dan obat herbal untuk menyembuhkan berbagai penyakit, yang ternyata cukup efektif dan menarik perhatian dokter Eropa.
Friedrich August Carl, seorang dokter asal Jerman, ditugaskan di Semarang pada 1823 dan terkejut melihat kepercayaan masyarakat terhadap dukun yang lebih besar daripada dokter. Carl kemudian penasaran mengapa pengobatan dengan obat herbal yang dianggap tidak ilmiah ini bisa berhasil.
Dia mengamati secara mendalam praktik dukun, menyelidiki obat herbal yang digunakan, dan mencoba membuktikan efektivitasnya dengan riset ilmiah, termasuk eksperimen menggunakan dirinya sendiri dan pasien. Hasil penelitian ini kemudian ia tulis dalam sebuah karya berjudul Pratische Waarnemingen Over Eenige Javaansche Geneesmiddelen.
Dalam karya tersebut, Carl mendokumentasikan berbagai obat herbal dan membandingkannya dengan obat-obatan modern, serta mengkategorikannya berdasarkan penyakit dari sudut pandang ilmu medis kontemporer. Penelitian ini membuka jalan bagi dokter lain untuk memanfaatkan obat herbal sebagai solusi pengobatan di Hindia Belanda.
Keberhasilan Carl menjadikan obat herbal bagian dari praktik medis modern di Hindia Belanda dan mengangkat namanya sebagai pelopor pengobatan herbal di Indonesia pada akhir abad ke-19. Integrasi ini menunjukkan pentingnya penggabungan budaya lokal dengan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260111184208-37-701383/dokter-jerman-jadi-terkenal-usai-riset-praktek-dukun-di-ri
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260111184208-37-701383/dokter-jerman-jadi-terkenal-usai-riset-praktek-dukun-di-ri
Analisis Ahli
Hans Pols
"Dokter Eropa merasa tersaingi oleh dukun karena faktor akses dan kepercayaan masyarakat. Studi menyeluruh terhadap obat herbal dari perspektif ilmiah dapat menjembatani perbedaan pendekatan medis tradisional dan modern."
Analisis Kami
"Penelitian Carl menunjukkan integrasi yang baik antara pengetahuan tradisional dan ilmu kedokteran modern bisa memberikan solusi efektif untuk masalah kesehatan masyarakat. Ini juga membuka peluang untuk pengembangan obat baru yang berbasis bahan alami lokal dengan pendekatan ilmiah yang lebih ketat."
Prediksi Kami
Penggunaan obat herbal tradisional yang divalidasi secara ilmiah akan semakin diterima dan diintegrasikan dalam sistem pengobatan modern, terutama di daerah dengan keterbatasan akses fasilitas medis.



