China Optimis Jadi Pemimpin AI Dunia Meski Hadapi Hambatan Chip Canggih
Courtesy of CNBCIndonesia

China Optimis Jadi Pemimpin AI Dunia Meski Hadapi Hambatan Chip Canggih

Menginformasikan perkembangan industri AI China dan tantangan yang dihadapi dalam upaya menyaingi dominasi teknologi Amerika Serikat.

12 Jan 2026, 21.20 WIB
158 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • China optimis dapat menyalip dominasi teknologi AI Amerika Serikat dalam beberapa tahun ke depan.
  • Keterbatasan dalam produksi chip canggih menjadi hambatan utama bagi perkembangan teknologi AI di China.
  • Infrastruktur komputasi yang lebih baik di AS mendorong tantangan bagi perusahaan AI di China.
Beijing, Cina - Para pemimpin teknologi AI di China yakin bahwa negara mereka akan segera menyalip dominasi Amerika Serikat dalam teknologi kecerdasan buatan. Meski begitu, mereka menghadapi tantangan besar berupa kurangnya alat produksi chip canggih, khususnya mesin litografi yang sangat penting untuk membuat chip AI mutakhir.
Dua startup AI ternama China, MiniMax dan Zhipu AI, baru-baru ini mencatatkan debut di Bursa Hong Kong, sebuah langkah besar yang menunjukkan perkembangan pesat industri AI di negeri tersebut. Pemerintah China juga aktif memfasilitasi perusahaan lokal dengan mempercepat proses IPO di sektor AI dan semikonduktor.
Yao Shunyu, mantan peneliti senior di OpenAI, menyatakan bahwa China punya peluang besar menjadi pemimpin AI dunia dalam waktu tiga hingga lima tahun, meski masih harus mengatasi keterbatasan produksi chip. China sudah berhasil membuat prototipe mesin litografi EUV, namun mesin ini diperkirakan baru akan beroperasi penuh sekitar tahun 2030.
Sementara itu, AS masih unggul dalam hal infrastruktur komputasi karena mereka terus mengucurkan investasi besar. Di sisi lain, keterbatasan anggaran membuat perusahaan AI China harus lebih kreatif dan berinovasi agar bisa memaksimalkan sumber daya yang ada, seperti merancang algoritma dan perangkat keras secara bersamaan.
Kesimpulannya, meskipun ada hambatan teknis besar, industri AI China menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang cepat dan semangat inovasi tinggi. Ke depan, persaingan AI antara China dan AS akan semakin ketat, yang diprediksi akan membawa dampak besar pada perkembangan teknologi global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260112175422-37-701742/china-tinggal-tunggu-waktu-amerika-bakal-kalah-telak

Analisis Ahli

Yao Shunyu
"Perusahaan AI China berpotensi menjadi yang terdepan di dunia dalam 3-5 tahun, namun keterbatasan mesin chip canggih adalah hambatan utama."
Lin Junyang
"AS masih unggul dalam kapasitas komputasi, namun keterbatasan anggaran mendorong inovasi kreatif di China."

Analisis Kami

"Meskipun keterbatasan teknis seperti mesin litografi EUV memperlambat kemajuan China, tekanan untuk mengandalkan inovasi lokal akan mempercepat pengembangan teknologi AI yang efisien dan terjangkau. Ini menunjukkan bahwa persaingan AI global akan semakin sengit dan mengarah pada kemajuan teknologi yang lebih cepat secara keseluruhan."

Prediksi Kami

Dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, perusahaan AI China kemungkinan besar akan meningkat menjadi pionir di bidang AI, meskipun pemroduksian chip canggih baru dapat siap beroperasi sepenuhnya sekitar tahun 2030.