Indonesia Jadi Negara Teratas dalam Studi Kebahagiaan dan Kesejahteraan Global
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia Jadi Negara Teratas dalam Studi Kebahagiaan dan Kesejahteraan Global

Menjelaskan bahwa Indonesia berhasil meraih peringkat teratas dalam studi perkembangan masyarakat global, menantang persepsi bahwa negara maju selalu lebih berkinerja baik dalam aspek kesejahteraan holistik.

13 Jan 2026, 12.15 WIB
230 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Indonesia menunjukkan tingkat kesejahteraan yang tinggi dibandingkan banyak negara maju.
  • Kesejahteraan masyarakat tidak hanya bergantung pada aspek finansial, tetapi juga pada hubungan sosial dan makna hidup.
  • Studi ini menekankan pentingnya memahami perkembangan negara dari berbagai dimensi.
Jakarta, Indonesia - Sebuah studi besar dari Harvard yang dinamakan Global Flourishing mengevaluasi tingkat perkembangan masyarakat di 22 negara, termasuk Indonesia. Penelitian ini melihat banyak aspek seperti kesehatan mental, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan aspek spiritual untuk menentukan kesejahteraan sebuah bangsa secara menyeluruh.
Hasilnya, Indonesia mendapatkan skor tertinggi sebesar 8,3, yang artinya masyarakat Indonesia dianggap berkembang secara menyeluruh dalam berbagai dimensi. Skor ini bahkan mengungguli beberapa negara maju seperti Amerika Serikat di peringkat ke-12 dan Inggris di peringkat ke-20.
Dalam studi ini, para peneliti menekankan bahwa kesejahteraan bukan hanya soal uang atau kekayaan semata, melainkan sebuah kondisi yang multidimensi. Negara maju cenderung mendapatkan skor tinggi di aspek keamanan finansial, tetapi justru rendah dalam hal makna hidup dan hubungan sosial.
Sebaliknya, masyarakat Indonesia unggul dalam hubungan sosial dan sikap pro-sosial, yang menghasilkan komunitas dan ikatan sosial yang kuat. Studi juga menemukan Jepang sebagai negara dengan skor terendah karena masyarakatnya memiliki hubungan sosial yang kurang kuat.
Temuan ini memberikan wawasan baru bahwa membangun komunitas yang kuat dan makna dalam hidup kita sangat penting untuk kesejahteraan. Indonesia memiliki potensi besar untuk terus mengembangkan aspek-aspek ini demi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260113111545-37-701883/indonesia-negara-nomor-satu-dunia-amerika-kalah-kata-studi-harvard

Analisis Ahli

Prof. Martin Seligman
"Studi ini sejalan dengan konsep psikologi positif saya, bahwa kesejahteraan sejati berasal dari hubungan sosial, makna hidup, dan karakter positif, bukan hanya kekayaan materi."
Dr. Richard Layard
"Penemuan ini membuktikan pentingnya kebijakan publik yang fokus pada kebahagiaan dan hubungan sosial daripada semata-mata pertumbuhan ekonomi."

Analisis Kami

"Hasil studi ini mengindikasikan bahwa kualitas hidup sebuah negara tidak semata ditentukan oleh kekayaan materi, tapi lebih kepada bagaimana masyarakatnya membangun hubungan sosial yang kuat dan makna hidup yang dalam. Indonesia patut bangga, namun bukan berarti cukup berhenti di sini; perlu mengawal terus perkembangan dimensi tersebut agar tidak tergerus oleh modernisasi dan tantangan sosial yang datang."

Prediksi Kami

Ke depannya, pemerintah dan masyarakat Indonesia mungkin akan semakin fokus mengembangkan aspek kebahagiaan sosial dan kesejahteraan holistik, sementara studi seperti ini bisa memacu negara lain untuk memperhatikan kesejahteraan mental dan sosial, bukan hanya ekonomi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan dari studi Global Flourishing?
A
Tujuan dari studi Global Flourishing adalah untuk menilai tingkat perkembangan kesejahteraan di berbagai negara.
Q
Mengapa Indonesia mendapatkan skor tinggi dalam penelitian ini?
A
Indonesia mendapatkan skor tinggi karena masyarakatnya unggul dalam aspek hubungan sosial dan pro-sosial.
Q
Apa saja aspek yang dinilai dalam penelitian ini?
A
Aspek yang dinilai meliputi kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritual.
Q
Negara mana yang memiliki skor terendah dalam penelitian?
A
Negara yang memiliki skor terendah adalah Jepang dengan skor 5,89.
Q
Apa yang menjadi fokus utama penelitian ini terkait kesejahteraan?
A
Fokus utama penelitian ini adalah untuk menunjukkan bahwa kesejahteraan bukan hanya soal kekayaan, tetapi juga mencakup hubungan sosial dan makna hidup.