Penyelidikan Antitrust Trip.com: Regulasi China Semakin Ketat Pada Perusahaan Teknologi
Courtesy of SCMP

Penyelidikan Antitrust Trip.com: Regulasi China Semakin Ketat Pada Perusahaan Teknologi

Memberikan informasi tentang penyelidikan antitrust yang dilakukan pemerintah China terhadap Trip.com Group untuk mengawasi praktik monopoli dan mempromosikan persaingan sehat dalam pasar layanan perjalanan online, serta menyoroti tren regulasi yang semakin umum di sektor teknologi di China.

14 Jan 2026, 20.00 WIB
231 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penyelidikan antitrust terhadap Trip.com menunjukkan bahwa regulasi di China semakin ketat untuk platform online.
  • SAMR terus memantau dan mengevaluasi praktik bisnis untuk memastikan persaingan yang adil di pasar.
  • Periode Lunar New Year menjadi waktu yang sensitif untuk penyelidikan ini, karena banyak orang merencanakan perjalanan.
Beijing, Tiongkok - Pemerintah China melalui State Administration for Market Regulation (SAMR) meluncurkan penyelidikan antitrust terhadap Trip.com Group, salah satu perusahaan layanan perjalanan online terbesar di negara tersebut. Penyidikan ini muncul karena ada kecurigaan mengenai penyalahgunaan posisi dominan di pasar dan praktik monopoli yang dilakukan oleh Trip.com Group.
Trip.com Group mengelola berbagai platform perjalanan seperti Trip.com, Skyscanner, Ctrip, Qunar, dan Travix. Penyelidikan ini dilakukan menjelang libur besar Tahun Baru Imlek yang menjadi momen penting karena jutaan orang bepergian di seluruh negeri, sehingga berpotensi besar berdampak pada pasar perjalanan online.
Dalam pernyataan resmi, Trip.com menyatakan bahwa mereka akan bersikap kooperatif penuh dengan pihak regulator, melaksanakan semua persyaratan regulasi, dan tetap memastikan operasional mereka berjalan seperti biasa tanpa gangguan berarti.
Pemerintah China semakin memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap perusahaan teknologi besar melalui berbagai penyelidikan antitrust. Hal ini juga terlihat dari rencana yang diumumkan oleh State Council untuk mengevaluasi platform pengantaran makanan yang menjadi bagian dari upaya menjaga persaingan pasar yang sehat.
Para ahli menjelaskan bahwa penegakan aturan antitrust kini mulai menjadi hal yang biasa di China, menunjukkan pemerintah ingin menciptakan pasar yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan, meski ini juga berarti perusahaan teknologi harus menyesuaikan strategi bisnisnya agar tetap sesuai regulasi.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/policy/article/3339915/beijing-launches-antitrust-investigation-tripcom-ahead-lunar-new-year-break?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Li Chengdong
"Antitrust enforcement di China semakin menjadi norma dalam menjaga persaingan pasar yang sehat dan mendorong lingkungan bisnis yang berkelanjutan."

Analisis Kami

"Penyelidikan ini menunjukkan langkah tegas pemerintah China dalam melawan praktik monopoli yang bisa merugikan konsumen dan pesaing kecil, sebuah sinyal kuat ke seluruh pelaku bisnis digital agar lebih transparan dan fair. Namun, jika terlalu ketat, regulasi ini berisiko memperlambat inovasi dan memperbesar ketidakpastian pasar bagi perusahaan teknologi yang berkembang."

Prediksi Kami

Penegakan antitrust di China akan semakin sering dan menyeluruh, menjadikan perusahaan teknologi besar harus lebih berhati-hati dalam strategi bisnis dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa penyebab penyelidikan antitrust terhadap Trip.com?
A
Penyelidikan antitrust diluncurkan karena dugaan Trip.com menyalahgunakan posisi pasar yang dominan.
Q
Apa yang dilakukan Trip.com sebagai respons terhadap penyelidikan?
A
Trip.com menyatakan akan bekerja sama dengan regulator dan melaksanakan semua persyaratan regulasi.
Q
Siapa yang meluncurkan penyelidikan ini?
A
Penyelidikan ini diluncurkan oleh State Administration for Market Regulation (SAMR).
Q
Apa yang diungkapkan oleh SAMR mengenai praktik Trip.com?
A
SAMR menyatakan bahwa Trip.com terlibat dalam praktik monopolistik.
Q
Apa dampak dari penyelidikan ini terhadap industri perjalanan di China?
A
Dampak penyelidikan ini dapat mempengaruhi operasional dan kebijakan industri perjalanan di China, terutama menjelang Lunar New Year.