
Courtesy of CNBCIndonesia
Pemerintah Segera Tegaskan Perpres Ojol: Komisi Turun, Jaminan Sosial Naik
Mengatur hak dan kesejahteraan pengemudi transportasi online melalui Perpres yang menetapkan jaminan sosial, asuransi, dan batas maksimal komisi agar pengemudi mendapatkan perlindungan yang lebih baik dan tidak dibebani komisi tinggi dari aplikasi.
15 Jan 2026, 17.51 WIB
268 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perpres Ojol akan mengatur kesejahteraan pengemudi transportasi online.
- Merger antara GoTo dan Grab mempengaruhi penerbitan Perpres.
- Batas maksimum komisi yang diusulkan dapat membebani aplikator dan mempengaruhi profitabilitas.
Jakarta, Indonesia - Pemerintah Indonesia kini fokus menyelesaikan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mengatur kesejahteraan pengemudi ojek dan taksi online. Perpres ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi para pengemudi yang selama ini berstatus mitra kerja tanpa jaminan sosial dan asuransi yang memadai.
Salah satu faktor penting yang mempengaruhi proses pembuatan Perpres ini adalah rencana merger besar antara dua aplikator terbesar, GoTo dan Grab. Proses merger ini sedang berjalan dan dinantikan keselesaiannya sebelum Perpres benar-benar diterapkan.
Perpres yang diajukan akan mengatur berbagai hak bagi para pengemudi, termasuk jaminan sosial seperti jaminan kecelakaan kerja dan kematian. Selain itu, aturan ini juga menetapkan penurunan batas maksimal komisi yang dapat diambil oleh aplikator dari pengemudi, dari sebelumnya 20% menjadi hanya 10%.
Pemerintah juga mewajibkan perusahaan untuk menanggung biaya asuransi kecelakaan dan kematian secara penuh bagi para pengemudi. Sementara itu, iuran untuk jaminan kesehatan, hari tua, dan pensiun akan ditanggung bersama antara pengemudi dan aplikator, yang berpotensi menambah biaya operasional perusahaan.
Kebijakan ini diperkirakan akan memberikan manfaat finansial dan sosial bagi pengemudi, namun juga menimbulkan tantangan besar bagi aplikator dalam hal profitabilitas dan keberlanjutan operasi layanan. Beberapa pelaku industri merasa perubahan ini berisiko menurunkan jumlah pengemudi yang bisa direkrut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115174652-37-702807/istana-bilang-perpres-ojol-tunggu-kejelasan-merger-gojek-grab
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115174652-37-702807/istana-bilang-perpres-ojol-tunggu-kejelasan-merger-gojek-grab
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi, Ekonom Transportasi
"Perpres ojol merupakan langkah maju dalam menyeimbangkan ekosistem transportasi online, tapi perlu perhatian khusus terhadap dampak sosial ekonomi yang mungkin muncul, terutama terhadap penurunan jumlah pengemudi dan kenaikan harga layanan."
Analisis Kami
"Regulasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi yang selama ini sering dianggap sebagai pekerja lepas tanpa perlindungan. Namun, langkah ini harus diimbangi dengan pendekatan yang realistis agar aplikator tidak kehilangan daya saing dan tetap dapat menyediakan layanan yang memadai bagi masyarakat luas."
Prediksi Kami
Setelah Perpres ini resmi diberlakukan, kemungkinan besar terjadi penyesuaian model bisnis oleh aplikator transportasi online yang mungkin mengurangi jumlah pengemudi baru yang diterima dan mencari cara lain agar tetap dapat beroperasi dengan profitabilitas yang berkelanjutan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan dari rancangan Perpres Ojol?A
Tujuan dari rancangan Perpres Ojol adalah untuk mengatur kesejahteraan pengemudi transportasi online.Q
Siapa yang mengungkapkan bahwa penerbitan Perpres masih menunggu merger?A
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang mengungkapkan bahwa penerbitan Perpres masih menunggu merger.Q
Apa dampak dari batas maksimum komisi yang diusulkan dalam Perpres?A
Dampak dari batas maksimum komisi yang diusulkan adalah penurunan komisi dari 20% menjadi 10%, yang bisa membebani aplikator.Q
Apa saja jaminan yang akan diterima oleh pengemudi berdasarkan Perpres?A
Pengemudi akan menerima jaminan sosial, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian berdasarkan Perpres.Q
Mengapa beberapa pelaku industri khawatir dengan perubahan ini?A
Beberapa pelaku industri khawatir bahwa perubahan ini dapat menekan margin keuntungan dan mengurangi jumlah pengemudi.




