Skema Penipuan Kripto Korea Utara Bikin Heboh Dunia dan PBB Bersidang
Courtesy of CNBCIndonesia

Skema Penipuan Kripto Korea Utara Bikin Heboh Dunia dan PBB Bersidang

Mengungkap dan memberikan tekanan internasional terhadap skema penipuan dan pencurian aset oleh Korea Utara yang diduga untuk mendanai program militernya, serta mendorong negara anggota PBB untuk menjalankan sanksi dengan lebih efektif.

15 Jan 2026, 19.45 WIB
29 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Korea Utara terlibat dalam penipuan skala besar untuk membiayai program militernya.
  • Amerika Serikat mendorong negara-negara anggota PBB untuk menegakkan sanksi terhadap Korea Utara.
  • Beberapa negara telah mulai mengambil tindakan untuk menangani masalah pekerja teknologi palsu dari Korea Utara.
New York, Amerika Serikat - Korea Utara melakukan penipuan besar-besaran dengan modus penyamaran sebagai pekerja teknologi di lebih dari 40 negara, mengakibatkan kerugian lebih dari Rp 33.40 triliun (US$2 miliar) . Mereka mencuri identitas orang lain dan memanipulasi perusahaan teknologi untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi secara online.
Laporan PBB mengungkap keterlibatan beberapa negara seperti China, Rusia, dan negara lainnya yang memungkinkan Korut menjalankan pencucian uang dan aktivitas ilegal lainnya melalui institusi keuangan dan sistem keuangan mereka. Bahkan ada pekerja teknologi Korut yang tersebar di beberapa negara tersebut.
Amerika Serikat meminta negara-negara anggota PBB agar lebih tegas menindak upaya penipuan Korut dan mematuhi sanksi internasional yang melarang penawaran visa atau kerja kepada warga Korut yang menghasilkan pendapatan di luar negeri.
Sektor swasta seperti perusahaan teknologi dan platform pekerja lepas juga memberikan testimoni mengenai pengalaman menghadapi modus penipuan ini, termasuk penggunaan teknologi canggih berbasis AI oleh Korut untuk mengelabui perekrut dan perusahaan.
Korea Utara menolak tuduhan ini dan menyebut AS sebagai pihak yang menyalahgunakan PBB untuk kepentingan geopolitik. Meski demikian, langkah internasional untuk membatasi operasi Korut dalam bidang teknologi dan keuangan diyakini akan semakin diperketat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260115151857-37-702726/40-negara-dirampok-rp-33-triliun-uangnya-buat-beli-senjata-nuklir

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Aktivitas Korut menegaskan pentingnya kerjasama keamanan siber internasional dan pengembangan teknologi autentikasi yang lebih kuat untuk mencegah penyalahgunaan identitas digital."
Mikko Hypponen
"Penggunaan AI dan identitas palsu dalam penipuan dengan modus pekerja jarak jauh menunjukkan semakin kompleksnya ancaman dunia maya yang harus diatasi oleh perusahaan dan pemerintah."

Analisis Kami

"Kasus ini menunjukkan betapa lincahnya penggunaan teknologi dan identitas palsu dalam kejahatan siber lintas negara, menuntut respon global yang lebih sinergis dan berbasis teknologi maju. Jika tidak cepat diatasi, skema ini akan terus menggerogoti stabilitas ekonomi dan keamanan internasional dengan memanfaatkan celah regulasi dan kolaborasi negara-negara tertentu."

Prediksi Kami

Tekanan internasional dan pengawasan yang lebih ketat kemungkinan akan meningkat, sehingga akan ada peningkatan koordinasi antar negara dan sektor swasta untuk menutup celah penipuan dan pencurian aset yang dilakukan Korea Utara.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa skema penipuan yang dilakukan oleh Korea Utara?
A
Korea Utara melancarkan penipuan kripto dan penyamaran pegawai IT di lebih dari 40 negara.
Q
Bagaimana Korea Utara menggunakan hasil penipuan tersebut?
A
Hasil penipuan tersebut diduga digunakan untuk membiayai program senjata rudal dan nuklir Korea Utara.
Q
Apa respon Amerika Serikat terhadap tindakan Korea Utara?
A
Amerika Serikat meminta negara-negara anggota PBB untuk mengambil sikap tegas melawan upaya penipuan Korea Utara.
Q
Negara-negara mana yang disebutkan terlibat dalam membantu Korea Utara?
A
Negara-negara seperti China, Rusia, Kamboja, Laos, Guinea Ekuatorial, Guinea, Nigeria dan Tanzania disebutkan terlibat.
Q
Apa langkah yang telah diambil oleh beberapa negara untuk menangani masalah ini?
A
Beberapa negara seperti Argentina dan Pakistan telah mengambil langkah untuk mengatasi masalah yang diuraikan dalam laporan tersebut.