Koalisi Dunia Kecam Peretasan China, Fokus pada 3 Perusahaan Siber
Courtesy of CNBCIndonesia

Koalisi Dunia Kecam Peretasan China, Fokus pada 3 Perusahaan Siber

Artikel ini bertujuan menginformasikan tentang koalisi internasional yang mengecam tiga perusahaan China karena dugaan keterlibatan mereka dalam spionase siber masif, memberikan pemahaman tentang dampak dan skala serangan tersebut serta menyoroti respons global terhadap ancaman keamanan dunia maya yang berasal dari aktivitas spionase ini.

28 Agt 2025, 21.05 WIB
56 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Koalisi internasional mengecam aktivitas spionase siber yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan China.
  • Salt Typhoon dianggap sebagai salah satu kelompok peretas paling berbahaya dengan dampak luas terhadap keamanan siber AS.
  • Sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China menunjukkan ketegangan yang meningkat antara AS dan China dalam hal keamanan siber.
Jakarta, Indonesia - Beberapa negara di dunia telah bersatu untuk menentang aksi peretasan siber besar-besaran yang diduga dilakukan oleh tiga perusahaan China. Koalisi ini mencakup Amerika Serikat, negara-negara berbahasa Inggris, serta beberapa negara Eropa dan Asia. Mereka mengecam keras aktivitas tersebut yang dinilai berbahaya bagi keamanan global.
Perusahaan-perusahaan China yang menjadi target yakni Sichuan Juxinhe Network Technology, Beijing Huanyu Tianqiong Information Technology, dan Sichuan Zhixin Ruijie Network Technology. Dugaan penyalahgunaan produk dan layanan siber mereka untuk keperluan intelijen China menyebabkan sanksi dan sorotan internasional.
Sichuan Juxinhe telah dikenai sanksi oleh AS karena keterlibatannya dengan kelompok peretas Salt Typhoon. Kelompok ini diduga mencuri data telekomunikasi warga AS dalam skala sangat besar, termasuk komunikasi pejabat tinggi Washington.
Para peretas ini ternyata menargetkan lebih dari 80 negara dan 600 perusahaan di berbagai sektor. Serangan ini dinilai sebagai salah satu gangguan spionase siber paling luas dan besar dalam sejarah, menunjukkan bagaimana ancaman dunia maya terus berkembang dan menjadi perhatian global.
Meskipun Beijing biasanya menyangkal keterlibatan dalam spionase siber, seruan dan kecaman dari koalisi negara tersebut menjadi sinyal kuat bahwa dunia tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman keamanan digital, dan kemungkinan akan ada tindakan lebih lanjut di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20250828163606-37-662264/negara-negara-besar-dunia-bersatu-melawan-china-ini-penyebabnya

Analisis Kami

"Koalisi global dalam mengecam aksi peretasan China ini menandakan eskalasi serius dalam perang dunia maya yang tidak hanya mengenai keamanan nasional, tapi juga stabilitas ekonomi global. Meskipun Beijing biasa membantah keterlibatan dalam spionase, aksi bersama ini menunjukkan bahwa tekanan internasional terhadap operasi intelijen siber China kini semakin sulit diabaikan."

Analisis Ahli

Brett Leatherman
"Salt Typhoon adalah salah satu pelanggaran spionase siber paling berpengaruh yang pernah dialami AS, dengan cakupan dan skala yang luar biasa besar, menunjukkan ancaman nyata yang dihadapi dunia di ranah siber."

Prediksi Kami

Tekanan internasional dan sanksi kemungkinan akan meningkat terhadap entitas dan perusahaan China yang diduga terlibat dalam spionase siber, yang berpotensi memperburuk ketegangan diplomatik dan mendorong China untuk meningkatkan pertahanan serta strategi siber mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dituduhkan kepada tiga perusahaan China dalam artikel ini?
A
Tiga perusahaan China tersebut dituduh menyediakan produk dan layanan siber kepada intelijen China, termasuk untuk Tentara Pembebasan Rakyat.
Q
Siapa yang termasuk dalam koalisi yang mengecam perusahaan-perusahaan tersebut?
A
Koalisi tersebut terdiri dari Amerika Serikat, sekutu-sekutunya yang berbahasa Inggris, serta Jerman, Italia, dan Jepang.
Q
Apa yang dilakukan kelompok peretas Salt Typhoon?
A
Kelompok peretas Salt Typhoon dituduh mencuri rekaman panggilan telepon warga AS dan menargetkan lebih dari 80 negara.
Q
Apa saja sanksi yang dikenakan kepada Sichuan Juxinhe?
A
Sichuan Juxinhe telah dikenakan sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena dugaan hubungannya dengan Salt Typhoon.
Q
Apa reaksi Beijing terhadap tuduhan spionase siber?
A
Beijing biasanya menyangkal terlibat dalam aktivitas spionase siber dan belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut.

Artikel Serupa

AS Minta Perusahaan Teknologi Cegah Ancaman China di Kabel Internet Bawah LautCNBCIndonesia
Teknologi
1 bulan lalu
97 dibaca

AS Minta Perusahaan Teknologi Cegah Ancaman China di Kabel Internet Bawah Laut

Serangan Siber China Meningkat, Industri Chip dan Analis Taiwan Jadi TargetCNBCIndonesia
Teknologi
1 bulan lalu
34 dibaca

Serangan Siber China Meningkat, Industri Chip dan Analis Taiwan Jadi Target

Ancaman Serangan Siber Iran Mengintai Infrastruktur dan Pertahanan ASCNBCIndonesia
Teknologi
1 bulan lalu
88 dibaca

Ancaman Serangan Siber Iran Mengintai Infrastruktur dan Pertahanan AS

China Buka Sayembara Tangkapi Hacker Taiwan, Taiwan Tolak Klaim BeijingCNBCIndonesia
Teknologi
2 bulan lalu
76 dibaca

China Buka Sayembara Tangkapi Hacker Taiwan, Taiwan Tolak Klaim Beijing

AS Larang Laboratorium Pengujian Elektronik China Demi Keamanan NasionalCNBCIndonesia
Teknologi
3 bulan lalu
117 dibaca

AS Larang Laboratorium Pengujian Elektronik China Demi Keamanan Nasional

FBI Waspadai China Gunakan AI dalam Serangan Siber ke Infrastruktur AmerikaCNBCIndonesia
Teknologi
3 bulan lalu
94 dibaca

FBI Waspadai China Gunakan AI dalam Serangan Siber ke Infrastruktur Amerika