Waspada Gelombang Baru Flu dan COVID-19: Pentingnya Masker Respirator dan Ventilasi
Courtesy of Forbes

Waspada Gelombang Baru Flu dan COVID-19: Pentingnya Masker Respirator dan Ventilasi

Mengedukasi pembaca mengenai peningkatan risiko infeksi pernapasan (influenza, COVID-19, RSV, pertusis), pentingnya ventilasi dan penggunaan respirator yang benar sebagai perlindungan efektif, serta memperingatkan dampak negatif jika standar kesehatan tidak ditingkatkan.

16 Jan 2026, 01.09 WIB
36 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Peningkatan kasus influenza dan COVID-19 menunjukkan perlunya perhatian lebih pada ventilasi dan penggunaan respirator.
  • Pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah, terutama di kalangan anak-anak dan populasi berisiko.
  • Dampak jangka panjang dari COVID-19 memerlukan perhatian lebih, terutama terkait dengan penutupan klinik dan akses ke perawatan.
Amerika Serikat - Saat ini, kita menghadapi peningkatan besar dalam kasus influenza, terutama dari varian baru H3N2 subclade K yang menyebar di beberapa negara. Varian ini menyebabkan penyakit lebih berat terutama pada lansia dan anak-anak, dengan ribuan orang dirawat di rumah sakit dan puluhan kematian anak-anak yang tercatat musim ini.
Selain influenza, infeksi COVID-19 kembali meningkat dan disertai peredaran virus RSV serta pertusis yang juga menimbulkan penyakit berat. Hal ini menambah tekanan pada sistem kesehatan dan menimbulkan risiko besar bagi keselamatan masyarakat dan tenaga medis.
Ilmuwan dan organisasi kesehatan kini sepakat bahwa COVID-19 terutama menyebar lewat udara, sehingga meningkatkan ventilasi ruangan menjadi sangat penting. Mengukur kualitas udara dengan monitor CO2 dan penggunaan alat bantu seperti HEPA filter dan Corsi-Rosenthal box sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko penularan.
Penggunaan masker juga menjadi sorotan, di mana masker bedah dianggap tidak memadai melindungi dari virus yang ada di udara. Oleh karena itu, kelompok ahli mendorong agar respirator yang lebih efektif seperti N95 atau FFP2/FFP3 menjadi standar perlindungan, terutama bagi tenaga kesehatan di garis depan.
Sayangnya, kebijakan vaksinasi anak-anak semakin berkurang dan banyak klinik long Covid yang tutup, memperburuk masalah kesehatan masyarakat. Jika kondisi ini terus berlanjut, kemungkinan besar kita akan menghadapi lonjakan kasus yang dapat menyebabkan beban ekonomi dan sosial yang lebih besar di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/judystone/2026/01/15/experts-call-for-n95s-over-surgical-masks-as-flu-covid-viruses-spread/

Analisis Ahli

Adam Finkel
"Efektivitas respirator N95 sekitar 90% dan bukti ilmiah menunjukkan masker bedah jauh di bawah kemampuan perlindungan respirator sehingga penggunaannya tidak cukup untuk cegah infeksi."
Trisha Greenhalgh
"Melanjutkan rekomendasi masker bedah adalah tindakan yang secara ilmiah tidak bertanggung jawab dan berbahaya bagi pasien dan tenaga medis."
Gregg Gonsalves
"Standar penggunaan respirator menjadi keharusan dalam sistem kesehatan untuk mencegah risiko yang dapat dicegah dan menekan angka penularan."

Analisis Kami

"Pengabaian terhadap penggunaan respirator yang lebih efektif menunjukkan kegagalan kebijakan kesehatan yang serius dan berpotensi memperburuk krisis kesehatan masyarakat. Perubahan kebijakan harus benar-benar mengedepankan ilmu pengetahuan bukan kepentingan ekonomi, demi melindungi pasien dan tenaga kesehatan."

Prediksi Kami

Jika standar perlindungan tidak diperketat dan vaksinasi anak menurun, akan terjadi peningkatan besar dalam angka sakit, kematian, dan beban ekonomi akibat penyakit pernapasan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan peningkatan kasus influenza dan COVID-19 saat ini?
A
Peningkatan kasus influenza dan COVID-19 disebabkan oleh varian baru dan tingginya angka infeksi, terutama di kalangan populasi rentan.
Q
Mengapa subclade K dari influenza A H3N2 menjadi perhatian khusus?
A
Subclade K dari influenza A H3N2 dianggap lebih parah, terutama bagi orang tua dan anak-anak, serta telah menyebar di negara-negara seperti Jepang dan Eropa.
Q
Bagaimana risiko penularan COVID-19 di ruangan yang ramai?
A
Dalam ruangan dengan 15 orang, ada peluang 1 dari 4 untuk terpapar COVID-19, dengan risiko bervariasi antar negara.
Q
Apa posisi WHN mengenai penggunaan respirator di fasilitas kesehatan?
A
WHN mendesak WHO untuk menjadikan respirator sebagai perlindungan standar bagi pekerja kesehatan, bukan masker bedah.
Q
Apa dampak dari penutupan klinik long Covid dan perubahan rekomendasi vaksin?
A
Penutupan klinik long Covid dan pengurangan rekomendasi vaksin dapat memperburuk tingkat penyakit dan kematian yang dapat dicegah.