
Courtesy of CNBCIndonesia
Penemuan Teknologi Pendingin Ramah Lingkungan dengan Garam dan Siklus Ionokalori
Mengembangkan teknologi pendingin ruangan yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan siklus ionokalori menggunakan garam sebagai media pendingin pengganti bahan kimia berbahaya.
18 Jan 2026, 19.00 WIB
176 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Teknologi pendingin baru menggunakan garam sebagai alternatif ramah lingkungan.
- Siklus ionokalori dapat menyerap panas tanpa meningkatkan suhu ruangan.
- Penelitian ini dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari sistem pendingin tradisional.
Jakarta, Indonesia - Teknologi pendingin ruangan tradisional menggunakan cairan penyerap panas yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti hydrofluorocarbons atau freon, yang merusak lingkungan. Karena itu, ilmuwan mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi pengguna.
Para peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory dan University of California, Berkeley mengembangkan teknologi baru berdasarkan prinsip perubahan bentuk material, seperti es mencair, yang dapat menyerap dan melepaskan panas secara efisien tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya.
Metode yang mereka temukan bernama siklus ionokalori, di mana garam yang mengandung ion dapat digunakan untuk mencairkan bahan tertentu tanpa meningkatkan suhu, sehingga dapat menyerap panas dari ruangan secara efektif dan ramah lingkungan.
Pada tahun 2025, peneliti menemukan bahwa garam berbasis nitrat adalah jenis garam paling efisien untuk menarik panas. Teknologi ini juga menggunakan bahan yang diproduksi dengan emisi nol hingga negatif, menjadikannya sangat ramah lingkungan.
Ke depan, tim peneliti berencana untuk mengembangkan sistem praktis yang bisa diterapkan secara komersial, sehingga teknologi pendingin ini bisa menjadi solusi masa depan yang lebih hijau dan aman bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260118163658-37-703145/peneliti-temukan-cara-ubah-garam-jadi-ac
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260118163658-37-703145/peneliti-temukan-cara-ubah-garam-jadi-ac
Analisis Ahli
Drew Lilley
"Siklus ionokalori memiliki potensi untuk menawarkan solusi pendinginan yang efisien, aman, dan tidak merusak lingkungan, mengisi kekosongan di pasar teknologi saat ini."
Analisis Kami
"Pengembangan teknologi ini merupakan kemajuan signifikan dalam bidang pendingin ruangan yang selama ini stagnan dengan penggunaan bahan berbahaya. Jika berhasil dikomersialkan, ini akan membuka jalan bagi solusi pendinginan yang lebih hijau dan terjangkau secara energi."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi pendingin berbasis siklus ionokalori ini akan menggantikan sistem pendingin konvensional, mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dan dampak lingkungan negatif secara signifikan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa teknologi baru yang ditemukan ilmuwan untuk sistem pendingin udara?A
Ilmuwan menemukan teknologi yang memungkinkan garam digunakan sebagai bagian dari sistem pendingin udara.Q
Bagaimana cara kerja sistem pendingin yang umum digunakan saat ini?A
Sistem pendingin yang umum memindahkan panas dari dalam ruangan menggunakan cairan penyerap panas yang diuapkan menjadi gas.Q
Apa masalah utama dengan material yang digunakan dalam sistem pendingin saat ini?A
Material yang digunakan dalam sistem pendingin saat ini dapat menyimpan bahaya bagi lingkungan, seperti penggunaan freon.Q
Apa itu siklus ionokalori?A
Siklus ionokalori adalah siklus perubahan bentuk yang menggunakan partikel ion untuk menyerap dan memindahkan energi panas.Q
Apa jenis garam yang ditemukan paling efisien untuk menarik panas dari ruang?A
Garam yang paling efisien ditemukan adalah garam yang berbasis nitrat.




