
Courtesy of Forbes
Menghadapi Revolusi AI dan Komputasi Kuantum: Tantangan dan Peluang Keamanan Siber
Menyadarkan individu, organisasi, dan pemerintah akan urgensi adaptasi, pengelolaan risiko, dan investasi dalam teknologi AI dan komputasi kuantum agar dapat bertahan dan berkembang di era teknologi yang sangat cepat berubah ini.
20 Jan 2026, 00.32 WIB
261 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perubahan teknologi bergerak lebih cepat daripada kesiapan institusi dan kebijakan.
- Keamanan siber dan kesiapan komputasi kuantum harus menjadi prioritas dalam perencanaan jangka panjang.
- Keterampilan literasi teknis dan pemikiran strategis sangat penting untuk menghadapi tantangan di era digital.
Washington D.C., Amerika Serikat - Kita sedang berada di tengah revolusi teknologi yang besar, di mana kecerdasan buatan (AI) dan komputasi kuantum sudah bukan sekadar teori atau proyek penelitian, tapi sudah mempengaruhi dunia nyata. Keamanan siber dan manajemen risiko menjadi semakin kompleks karena teknologi ini membuka celah baru sekaligus memperbesar permukaan serangan yang ada.
Komputasi kuantum dapat membobol sistem enkripsi yang selama ini menjamin keamanan komunikasi dan transaksi penting di seluruh dunia. Oleh sebab itu, organisasi perlu mulai memperhatikan kesiapan quantum-resilient infrastructure agar tidak tertinggal ketika teknologi kuantum sudah matang dan bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak berbahaya.
AI sendiri memiliki dua sisi; di satu sisi membantu para defender memperkuat keamanan dengan otomatisasi, tapi di sisi lain dimanfaatkan oleh penyerang untuk mempercepat dan meningkatkan skala serangan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi, tata kelola, dan pengawasan manusia agar penggunaan AI tetap berada di jalur yang benar.
Selain itu, infrastruktur berbasis luar angkasa juga menjadi sasaran potensial dalam serangan siber di masa depan. Ketergantungan dalam komunikasi dan sistem intelijen yang menggunakan aset ini membuat perlindungan dan manajemen risiko pada bidang ini semakin penting untuk keamanan nasional dan global.
Peran Chief Information Security Officer (CISO) kini semakin strategis dan penuh tekanan, di mana mereka harus menggabungkan pemahaman teknologi dengan pengelolaan risiko bisnis dan kepemimpinan. Kesuksesan menghadapi masa depan teknologi ini sangat bergantung pada kolaborasi antara edukasi, transparansi, dan kesiapan regulasi yang adaptif.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/chuckbrooks/2026/01/19/how-ai-and-quantum-and-space-are-redefining-cybersecurity/
[1] https://www.forbes.com/sites/chuckbrooks/2026/01/19/how-ai-and-quantum-and-space-are-redefining-cybersecurity/
Analisis Ahli
Stuart Russell
"Quanum computing and AI present transformative potentials but require urgent development of governance frameworks to mitigate existential risks."
Bruce Schneier
"Security in the digital age must evolve beyond technology adoption and focus on better risk management and human oversight."
Michele Mosca
"Preparation for 'Q-Day' is critical now, as the transition to quantum-resistant cryptography cannot wait until quantum computers mature fully."
Analisis Kami
"Kecerdasan buatan dan komputasi kuantum bukan hanya alat teknologi baru, tetapi pengubah permainan yang menuntut perubahan fundamental dalam cara organisasi mengelola risiko dan tata kelola. Jika tidak ada upaya terpadu untuk meningkatkan literasi teknologi dan governance, maka banyak institusi akan tertinggal atau menjadi korban serangan siber yang semakin canggih."
Prediksi Kami
Dalam beberapa tahun mendatang, organisasi yang gagal mengadaptasi kerangka kerja keamanan kuantum dan mengelola risiko AI dengan baik akan mengalami serangan keamanan besar dan kehilangan daya saing di pasar global.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa dampak utama dari komputasi kuantum terhadap keamanan siber?A
Komputasi kuantum dapat membahayakan standar enkripsi yang ada, sehingga menimbulkan risiko signifikan bagi data dan komunikasi.Q
Bagaimana kecerdasan buatan mempengaruhi risiko dalam dunia digital?A
Kecerdasan buatan meningkatkan risiko dengan memungkinkan otomatisasi serangan siber dan memperluas permukaan serangan.Q
Apa peran CISO dalam organisasi modern saat ini?A
CISO harus melindungi nilai dan reputasi organisasi, serta memastikan kelangsungan operasional di tengah ancaman siber yang berkembang.Q
Mengapa penting bagi organisasi untuk mempersiapkan infrastruktur yang tahan terhadap komputasi kuantum?A
Persiapan infrastruktur tahan komputasi kuantum menjadi penting untuk melindungi data dan komunikasi dari potensi dekripsi di masa depan.Q
Apa tantangan dalam mengadopsi teknologi disruptif di perusahaan?A
Tantangan utama termasuk pemahaman yang kurang tentang konsekuensi teknologi serta perlunya strategi yang kohesif dalam adopsi.



