Penindakan di Kamboja Bebaskan Ratusan Korban Penipuan Online WNI
Courtesy of CNBCIndonesia

Penindakan di Kamboja Bebaskan Ratusan Korban Penipuan Online WNI

Memberikan informasi tentang pembebasan pekerja penipuan online warga Indonesia di Kamboja akibat penindakan hukum oleh pemerintah setempat, sekaligus mengungkap potensi keterlibatan politisi dalam pelaku jaringan penipuan ini.

20 Jan 2026, 09.10 WIB
104 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Banyak warga negara Indonesia terjebak dalam sindikat penipuan online di Kamboja.
  • Penegakan hukum yang lebih ketat di Kamboja berpotensi mengurangi aktivitas sindikat penipuan.
  • Duta Besar Indonesia berperan aktif dalam membantu warga Indonesia yang terjebak untuk kembali ke tanah air.
Bavet, Kamboja - Seorang pemuda berusia 18 tahun asal Sumatra berhasil kabur dari kompleks sindikat penipuan online di Bavet, dekat perbatasan Kamboja dan Vietnam. Selama delapan bulan, dia dipaksa bekerja tanpa dibayar dan paspornya dipegang oleh bos yang berasal dari China. Setelah kabur, dia langsung menuju kedutaan Indonesia di Phnom Penh untuk meminta paspor baru.
Sepanjang bulan Januari 2026, sebanyak 440 warga negara Indonesia yang terlibat dalam sindikat penipuan online di Kamboja telah dibebaskan. Banyak dari mereka yang bersedia kembali ke tanah air setelah mengalami eksploitasi selama beberapa bulan bahkan bertahun-tahun. Pemerintah Kamboja menjalankan penegakan hukum yang lebih ketat terhadap sindikat ini sehingga banyak pekerja dibebaskan.
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyampaikan bahwa tindakan keras pemerintah Kamboja memaksa sindikat penipuan untuk memecat banyak pekerjanya. Dia memprediksi akan semakin banyak warga Indonesia yang keluar dari sindikat tersebut dan datang ke kedutaan untuk meminta bantuan.
Kasus penipuan online ini telah menyita perhatian internasional setelah pengusaha Kamboja keturunan China, Chen Zhi, ditangkap dan dideportasi terkait operasi penipuan internet yang ia jalankan. Chen bahkan pernah menjadi penasihat pemerintah Kamboja, dan ia telah didakwa oleh Amerika Serikat pada Oktober 2025. Kasus ini mengungkap hubungan rumit antara bisnis penipuan dan politik di negara tersebut.
Meskipun ada tindakan keras, para ahli menilai bahwa operasi ini hanya bentuk sandiwara untuk memindahkan aset dan pekerja serta mempertahankan bisnis penipuan. Dugaan keterlibatan politisi setempat memperlihatkan bahwa penyelesaian masalah ini masih jauh dan industri penipuan kemungkinan besar akan terus berlanjut dalam bentuk baru.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260120082413-37-703572/cerita-wni-kabur-dari-pusat-scam-di-kamboja-terjebak-janji-bos-china

Analisis Ahli

Mark Taylor
"Penindakan hukum membuat operator sindikat ketakutan dan memicu pembebasan pekerja, tapi dugaan hubungan politisi membuat tindakan ini hanya sebagai sandiwara untuk mempertahankan bisnis penipuan."

Analisis Kami

"Penindakan keras di Kamboja memang memberikan hasil awal berupa pembebasan pekerja korban, tapi tanpa reformasi struktural dan pengawasan internasional yang lebih ketat, sindikat penipuan online ini bakal tetap eksis dan terus mengeksploitasi korban baru. Keterlibatan politisi lokal hanya memperparah situasi, memperlihatkan bahwa penindakan hukum belum cukup merata dan masih disusupi kepentingan tertentu."

Prediksi Kami

Meski penindakan saat ini berhasil membebaskan beberapa korban, jaringan penipuan online kemungkinan akan melakukan reorganisasi dan melanjutkan aktivitas ilegal dengan cara yang lebih tersembunyi, sehingga masalah ini belum sepenuhnya terselesaikan.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa pemuda yang kabur dari tempat penipuan online?
A
Pemuda tersebut adalah seorang berusia 18 tahun asal Sumatra.
Q
Berapa lama pemuda tersebut dipaksa bekerja tanpa bayaran?
A
Dia dipaksa bekerja selama delapan bulan tanpa bayaran.
Q
Apa yang dilakukan pemuda tersebut setelah kabur?
A
Setelah kabur, dia langsung menuju kedutaan besar Indonesia untuk meminta paspor baru.
Q
Siapa yang menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kamboja?
A
Duta Besar Indonesia untuk Kamboja adalah Santo Darmosumarto.
Q
Apa dampak dari penegakan hukum di Kamboja terhadap sindikat penipuan?
A
Dampak dari penegakan hukum di Kamboja adalah banyak sindikat penipuan memecat pekerjanya.