Indonesia dan China Siapkan Aturan Ketat Cegah Risiko AI bagi Masyarakat
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia dan China Siapkan Aturan Ketat Cegah Risiko AI bagi Masyarakat

Memberikan informasi tentang perkembangan aturan AI yang tengah disusun oleh berbagai negara seperti China dan Indonesia, untuk mengatur penggunaan AI demi melindungi masyarakat dari risiko etika, kecanduan, dan keamanan digital.

21 Jan 2026, 18.40 WIB
53 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Regulasi AI diperlukan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.
  • Peta Jalan AI di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan inovasi sambil menjaga aspek etika dan privasi.
  • Kecanduan terhadap layanan AI menjadi perhatian utama dalam pengaturan yang akan diterapkan.
Jakarta, Indonesia - Teknologi kecerdasan buatan (AI) memberikan banyak kemudahan dan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, penggunaan AI yang tidak diatur dengan baik bisa membawa masalah serius seperti krisis listrik dan air, serta masalah sosial seperti kecanduan dan pelanggaran privasi. Oleh karena itu, penting untuk ada aturan yang mengatur pemakaian AI demi keselamatan dan keamanan masyarakat.
China telah membuat aturan baru yang khusus mengatur produk dan layanan AI, terutama yang bersifat berinteraksi secara emosional dengan pengguna. Dalam aturan ini, penyedia layanan AI harus memberi peringatan jika pengguna kecanduan dan melindungi data pribadi pengguna dari risiko penyalahgunaan atau kebocoran.
Di Indonesia, pemerintah juga tengah menyusun Peta Jalan AI dan etika AI sebagai payung hukum untuk mengatur penggunaan AI. Draf peta jalan ini hampir selesai dan diharapkan akan segera ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2026, sebagai langkah agar teknologi AI berkembang dengan aman dan sesuai norma.
Pemangku kepentingan di Indonesia tidak hanya membuat aturan umum, tapi juga memberikan kesempatan bagi kementerian dan lembaga terkait untuk membuat peraturan yang spesifik sesuai kebutuhan sektor mereka. Hal ini diharapkan bisa memberikan fleksibilitas dalam pengembangan dan pengaturan AI di berbagai bidang.
Peta Jalan AI di Indonesia juga menargetkan sektor-sektor yang akan mendapatkan manfaat dari teknologi ini, seperti kesehatan, pendidikan, keuangan, dan transportasi. Dengan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan proteksi, Indonesia berharap AI bisa berkembang sekaligus melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif teknologi tersebut.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121143731-37-704072/china-ikut-indonesia-dunia-kompak-tak-mau-digantikan-total

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Regulasi AI harus seimbang antara mendorong inovasi dan melindungi pengguna dari risiko sosial dan privasi yang serius."
Fei-Fei Li
"Etika AI sangat penting untuk memastikan teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan."

Analisis Kami

"Regulasi AI adalah langkah yang sangat penting untuk mengantisipasi berbagai risiko teknologi yang semakin berkembang pesat. Indonesia harus mencermati regulasi global sambil menyesuaikan dengan kebutuhan domestik agar aturan yang dibuat tak menghambat inovasi namun tetap melindungi masyarakat dari potensi dampak negatif AI."

Prediksi Kami

Pengaturan AI di Indonesia akan menjadi lebih terstruktur dengan fokus pada etika dan inovasi, namun perlu kolaborasi antar sektor untuk memastikan aturan yang efektif dan responsif terhadap perkembangan teknologi yang cepat.